Seperti misalnya Kementerian Luar Negeri telah menerapkan kebijakan Day Care yang memungkinkan para diplomat dan pegawai perempuan untuk menitipkan anaknya sehingga mereka bisa bekerja sekaligus dekat dengan buah hatinya.
Kebijakan tersebut memudahkan para pegawai perempuan yang tinggal jauh dari tempat kerjanya sehingga mereka tidak perlu bolak-balik dari rumah ke kantor untuk mengasuh anaknya.
Sementara itu, Lakhsmi Puri ketika menyerahkan penghargaan Agen Perubahan tersebut kepada Menlu Retno mengatakan bahwa Menlu RI telah menjadi inspirasi dan panutan bagi perempuan Indonesia dan dunia.
Melalui kepemimpinan menlu, diplomasi Indonesia telah memperjuangkan kesetaran gender di forum regional dan global, kata Lakshmi.
“Dia juga telah menjadi sorotan di kawasan dan global lewat diplomasi yang sangat sensitif di kawasan termasuk di dalam konteks Myanmar,” kata Lakhsmi.
Penghargaan Agen Perubahan tersebut juga diserahkan kepada empat tokoh perempuan dunia yang lain yaitu Presiden Republik Chile Michele Bachelet Jeria, Perdana Menteri Norwegia Erna Solberg, Menlu dan Wakil Perdana Menteri Swedia Margot Wallstrom, dan Ketua Persatuan Perempuan Uni Emirat Arab Sheikha Fatima bint Mubarak. (Ant/SU01)

konsep kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan yang dianut UN, sangat berbeda dengan konsep Islam untuk itu. Islam mengakui kesetaraan gender hanya dalam haknya mengabdi kepada Allah dan peluangnya menempati posisi-posisi kehambaan di sisi Allah. Bukan kesetaraan dalam aktifitas, hak dan wewenang untuk urusan keduniaan.
dalam Islam, aktifitas, hak dan wewenang perempuan sangat dibedakan dengan laki-laki. Pengaturan peran sangat diperhatikan, dan bukan pencampuran peran. untuk menghindari bias, judul seharusnya menyebutkan juga kata kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan itu.