Mendagri Kecewa MK Mencabut Kewenangannya Membatalkan Perda

9
296
Mendagri Tjahjo Kumolo
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumulo. (Foto: Kemendagri)

JAKARTA – Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menyesalkan keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mencabut kewenangan Mendagri membatalkan Peraturan Daerah (Perda). Hal ini dikarenakan perda-perda yang selama ini dibatalkan adalah perda yang berpotensi menghambat investasi di daerah.

“Saya sebagai Mendagri jujur tidak habis pikir dengan keputusan MK yang mencabut kewenangan Mendagri membatalkan perda-perda, yang jelas-jelas menghambat investasi,” kata Tjahjo di Jakarta, Kamis (6/4), sebagaimana dilansir Antara.

Tjahjo mengatakan pembatalan Perda adalah wilayah kewenangan eksekutif untuk mengkajinya. Selain itu Perda juga produk pemerintah daerah, yaitu antara kepala daerah dan DPRD.

Tjahjo mengkhawatirkan akibat keputusan MK tersebut program deregulasi untuk investasi dari pemerintah secara terpadu (pusat dan daerah) akan terhambat. “Karena saat ini masih banyak Perda yang bertentangan dengan UU yang lebih tinggi dan memperpanjang birokrasi perizinan investasi lokal dan nasional serta internasional,” katanya.

“Di sisi lain, saya sebagai Mendagri juga sangat tidak yakin MA mampu membatalkan Perda dalam waktu dekat atau singkat karena harus satu per satu diputuskan. Pengalaman pada tahun 2012, hanya ada dua Perda yang dibatalkan oleh MA,” katanya.

Tjahjo menyatakan Kemendagri akan mengajak Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia untuk mencari jalan keluar untuk masalah itu.

Gugatan ke Mahkamah Konstitusi untuk membatalkan kewenangan Mendagri dalam membatalkan Perda dimohonkan oleh Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi), sebagaimana yang tercantum pada pasal 251 Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

MK membatalkan pasal tersebut karena dianggap bertentangan dengan konstitusi, UUD 1945.

EDITOR: Harun S

loading...

9 KOMENTAR

  1. Maka dari itu, Sebaiknya menyusun Perda jangan “sembarangan”. Penyusunan Perda harus hati2 dan berfikir visioner, jadi produknya benar2 teruji, Tidak bentar2 dievaluasi, bentar2 dibatalkan, bentar – bentar direvisi. PEMBOROSAN ANGGARAN. Denger2 DPRP membutuhkan anggaran Milyaran untuk 1 Perda untuk Studi Banding, rapat, dll. Nah kalo Produk Perdanya asal jadi kan sayang banget.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA
traffic

Beijing Akan Terapkan Aturan Pembatasan Kendaraan Bermotor

BEIJING, SERUJI.CO.ID - Pemerintah Kota Beijing mengeluarkan kebijakan baru untuk membatasi jumlah kendaraan bermotor di Ibu Kota China itu guna memperlancar arus lalu lintas di...

Dua Gol Kane Taklukkan Tunisia 2-1

VOLGOGARD, SERUJI.CO.ID - Gol tandukan kepala menjelang pertandingan usai dari dua gol Harry Kane membawa Inggris menang 2-1 atas Tunisia pada pertandingan pembukaan Grup G...

Dikalahkan Swedia, Son Heung-min Salahkan Dirinya Sendiri

NIZHNY NOVGOROD, SERUJI.CO.ID -Penyerang Son Heung-min menyalahkan dirinya sebagai penyebab kekalahan 1-0 Korea Selatan (Korsel) oleh Swedia dalam pertandingan pembuka Piala Dunia mereka pada...

Kekalahan Jerman, Peringatan Spanyol untuk Hadapi Iran

KAZAN, SERUJI.CO.ID - Spanyol memulai pertandingan pembuka Piala Dunia yang sulit melawan Portugal dengan pola permainan yang mengesankan setelah diterpa masalah pemecatan pelatih Julen Lopetegui...

Belgia Taklukkan Panama 3-0

SOCHI, SERUJI.CO.ID - Kreatifitas dan kekuatan Belgia terbukti terlalu kuat bagi debutan Piala Dunia Panama, ketika favorit Grup G itu mengatasi aksi heroik kiper Jaime...