Klarifikasi Amien Rais Terkait Rp 600 Juta Yang Disebut Jaksa KPK

2
619
amien rais
Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional, Amien Rais (foto:istimewa)

JAKARTA – Mantan Ketua MPR RI Amien Rais memberikan klarifikasi terhadap dugaan yang diarahkan kepadanya menerima aliran dana dari korupsi alat kesahatan. Ia mengakui bahwa ada menerima dana Rp 600 juta direkeningnya tapi itu berasal dari Yayasan Soetrisno Bachir yang diterima antara 15 Januari 2007 sampai 13 Agustus 2007.

“Seperti dikatakan jaksa Ali Fikri di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi, Jakarta,
Rabu 31/05/2017, yang dikirim ke rekening saya, langsung saya follow-up dengan menanyakan pada sekretaris saya tentang kebenarannya, berdasarkan rekening bank yang saya miliki,” kata Amien Rais dalam konferensi pers di kediamannya, Jalan Gandaria, Jakarta Selatan, Jumat (2/6).

Amien menjelaskan bahwa dana tersebut ia terima dari Sutrisno Bachir yang menawarkan membantu biaya operasional untuk semua kegiatannya agar tidak membebani pihak lain.

“Persahabatan saya dengan Sutrisno Bachir sudah terjalin lama sebelum PAN lahir pada 1998. Sebagai entrepreneur sukses waktu itu, dia selalu memberi bantuan pada berbagai kegiatan saya, baik kegiatan sosial maupun keagamaan,” jelasnya.

Amien menilai Sutrisno Bachir adalah tokoh yang sangat baik dan dermawan, sering membantu banyak pihak.

“Saya pernah menanyakan pada SB, mengapa Anda membantu berbagai kegiatan saya. Jawabnya: “Saya disuruh Ibunda saya untuk membantu Anda”. Jadi ketika dia menawarkan bantuan tiap bulan buat kegiatan operasional saya, saya anggap sebagai hal wajar,” kata Amien.

Dijelaskan juga oleh Amien bahwa ia pada tahun 2007 sudah 3 tahun tidak lagi menjabat ketua MPR.

“Nah, kalau kejadian sepuluh tahun lalu kini diungkap dengan bumbu-bumbu dramatisasi di media massa dan sosial, tentu akan saya hadapi dengan jujur, tegas, apa adanya,” tegasnya.

Ia juga mengatakan bahwa pada Senin (5/6) mendatang, akan berkunjung ke Kantor KPK, untuk menjelaskan duduk persoalannya.

“Sebelum saya berangakat umroh pada 8 Juni ini. Kalau saya dipanggil KPK padahal saya
masih umroh, saya khawatir dianggap lari dari tanggung jawab,” tutupnya. (Hrn)

 

Langganan berita lewat Telegram
loading...
Loading...
BACA JUGA

2 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

TERBARU