Kenapa Harga Cabe Rawit Merah Bisa Rp 100 Ribu, Ini Jawabannya

Jakarta, Seruji.com—Awal tahun, masyarakat dihebohkan dengan kenaikan harga. Salah satunya, melonjaknya harga cabe rawit merah hingga Rp 100 ribu per kilo gramnya.

Pantauan dari Pasar Induk Kramat Jati Jakarta Timur, kenaikan harga cabe rawit merah disebabkan minimnya pasokan dari daerah produksi. Minimnya pasokan membuat si cabe rawit merah melonjak jadi Rp 100 ribu/kg.

“Pasokan yang datang sedikit, panen belum merata. Di Sumatera belum panen, jadi cuma ada yang dari Jawa sama Manado saja,” kata Ngadiran, salah seorang pedagang di Pasar Induk Kramat Jati, Senin (9/1).

Disebutkan, untuk cabe rawit merah kecil dari Manado harga yang dibandrol Rp 110 ribu/kg lalu cabe rawit merah besar Rp 100 ribu/kg. “Sedangkan cabe rawit hijau Rp 55.000,” katanya.

Sementara untuk cabe hijau besar ari Bandung, Garut, Jawa Barat, dijual Rp 15.000 per kilogram dan cabe merah keriting dari Magelang, Jawa Tengah, dijual Rp 45.000.

Ngadiran menyebutkan, penyebab mahalnya harga cabe rawit merah karena ongkos transportasi. Seperti cabe dari Manado yang harus diangkut menggunakan pesawat sehingga harganya menjadi mahal.

“Yang dari Manado kami ambil di Cengkareng (Bandara Internasional Soekarno-Hatta) karena diangkutnya pakai pesawat dan jumlah yang diangkut sedikit, jadi enggak sebanding sama ongkos ke sininya,” jelasnya. (jamal)

Keterangan foto: Mahalnya cabe rawit merah karena minimnya pasokan. Pasokan didatangkan dari Manado dengan pesawat. (foto ist)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Salah Besar Bila Disebut Konflik Agraria Tidak Ada 3 Tahun Terakhir, Berikut Datanya

Pendapat Guru Besar hukum terkait pernyataan capres nomor urut 01, Jokowi soal tidak adanya sengketa lahan dalam kurun 3 tahun ini di proyek infrastruktur.

Bendera dan Krisis Kepemimpinan

Menurut vexillology, bendera bukan sekedar selembar kain biasa. Jika dia berkibar bebas di angkasa, bendera menginspirasikan semangat kepemimpinan tertentu yang sublim dan sulit dibayangkan oleh mereka yang jiwanya terjangkar oleh tanah di bumi.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Tiga Budaya Sunda yang Unik, Nomer 1 Sudah Jarang Ditemukan

Semua tradisi dan budaya di Indonesia unik dan mempunyai ciri khas tersendiri. Tak ketinggalan juga budaya Sunda dan segala tradisi yang dijalankan.