Jelang Lebaran, Jumlah Kendaraan di Tol Pandaan-Malang Capai 16.500 Per Hari

MALANG, SERUJI.CO.ID – PT Jasa Marga Pandaan-Malang mencatat bahwa jumlah kendaraan yang melintas di jalan Tol Pandaan-Malang Seksi 1-3 khusus menuju wilayah Malang Raya mencapai 16.500 kendaraan per hari.

Direktur Utama PT Jasa Marga Pandaan-Malang, Agus Purnomo mengatakan bahwa kendati jumlah kendaraan yang keluar pada Gerbang Tol Singosari, Kabupaten Malang, tersebut mencapai 16.500 kendaraan, namun jumlah tersebut relatif masih stabil terlebih menjelang datangnya perayaan Idul Fitri 1440 Hijriah.

“Kondisi lalu lintas cukup stabil, tidak ada lonjakan yang signifikan. Bahkan jumlah kendaraan yang melintas berada di bawah perkiraan kami,” ujar Agus, di Gerbang Tol Singosari, Kabupaten Malang, Sabtu (1/6).

Agus menjelaskan, sesungguhnya perhitungan dari Jasa Marga untuk kendaraan yang melintas Tol Pandaan-Malang menuju Gerbang Tol Singosari mencapai 18.000 kendaraan per hari. Namun, saat ini jumlah kendaraan yang melintas khususnya untuk tujuan Malang Raya masih berada di bawah proyeksi PT Jasa Marga Pandaan-Malang.

“Tidak ada lonjakan yang signifikan, tidak seperti yang terjadi di ruas tol di Jawa Tengah, akibat derasnya arus kendaraan dari barat,” ujar Agus.

Sebagai catatan, Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu baru saja meresmikan Tol Pandaan Malang Seksi 1-3 sepanjang 31 kilometer. Hingga Lebaran nanti, Tol tersebut beroperasi gratis untuk memudahkan arus mudik masyarakat.

Dengan pengoperasian tol tanpa biaya pada ruas Tol Pandaan-Malang Seksi 1-3 tersebut, banyak masyarakat yang mencoba melalui jalan tol, sehingga tidak lagi terjadi kemacetan di jalan arteri Malang-Pandaan, dan sejauh ini ruas jalan tol juga terpantau lancar.

Nantinya, jika kepadatan arus lalu lintas khususnya di Gerbang Tol Singosari, Kabupaten Malang terus mengalami peningkatan hingga diluar kapasitas, pihak Jasa Marga akan mengoperasikan secara fungsional ruas 4 Tol Pandaan-Malang.

Ruas jalan tol Pandaan-Malang terbagi dari lima seksi, pada seksi satu menghubungkan Pandaan dengan Purwodadi di Kabupaten Pasuruan. Kemudian pada seksi dua, Purwodadi menuju Lawang, Kabupaten Malang, dan seksi tiga Lawang menuju Singosari Kabupaten Malang.

Sementara untuk seksi empat dari Singosari menuju Pakis Kabupaten Malang, dan seksi lima, Pakis menuju Kota Malang.

“Jika nanti ada kondisi kepadatan di Singosari, mungkin akan kami operasikan secara fungsional yang seksi 4, itu hanya untuk keluar saja,” kata Agus.

Sejauh ini, untuk seksi 4 Tol Pandaan-Malang masih dalam tahap penyelesaian, namun, terkait dengan proses pengerasan jalan, pada seksi tersebut sudah rampung 100 persen, sehingga bisa dioperasikan dengan pengawasan dan aturan lebih ketat.

“Pengerasan jalan sudah 100 persen, akan tetapi rambu dan marka serta pengaman lainnya belum 100 persen,” ujar Agus.

Tol Pandaan-Malang memiliki panjang 38,5 kilometer, yang terbagi dengan lima seksi. Untuk seksi 1, Pandaan hingga Purwodadi sepanjang 15,5 kilometer, seksi 2 Purwodadi-Lawang sepanjang 8,05 kilometer, seksi 3 Lawang-Singosari sepanjang 7,10 kilometer.

Kemudian, Seksi 4 Singosari-Pakis sepanjang 4,75 kilometer, dan Seksi 5 Pakis-Malang sepanjang 3,11 kilometer.

Sumber:Ant

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Pribumi vs Non Pribumi

Tahukah Anda, Berwudhu Dapat Kurangi Risiko Tertular Virus Corona?

Berwudhu merupakan kegiatan yang tak bisa dipisahkan dari muslim.. Tahukah anda bahwa berwudhu bisa mengurangi resiko tertular virus Corona?

“Duit Ostrali”

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER