Ingatkan PHK Massal, KSPI Akan Unjuk Rasa Besar-Besaran 7 Oktober

1
156

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) mengi‎ngatkan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal dikarenakan melemahnya daya beli masyarakat. Apalagi, KSPI mencatat selama tiga bulan terakhir lebih dari 50 ribu buruh di berbagai sektor industri sudah dirumahkan.

Presiden KSPI Said Iqbal ‎mengatakan, gelombang PHK ini terjadi akibat menurunnya daya beli masyarakat, yang salah satunya disebabkan oleh adanya kebijakan upah murah melalui Peraturan Pemerintah Nomor 78 tahun 2015 tentang Pengupahan. Pernyataan ini sekaligus membantah adanya peningkatan lapangan kerja di sektor online.

“Penyerapan kerja baru di bidang online hanya 500-an orang,” kata Said, di Jakarta, Jumat (6/10).

Menurut Said, Presiden Jokowi yang menyatakan tidak ada penurunan daya beli hanya mengutip dari ucapan Rhenald Kasali, seorang ahli marketing, bukan ekonomi makro. “Bagaimana tidak ada daya beli, jika 50 ribu buruh di PHK di offline dan hanya 500-an orang tenaga kerja yang terserap di online,” tegas Said.

Masih kata Said, ‎berdasarkan data yang dihimpun KSPI, di sektor energi/pertambangan terjadi ancaman PHK pengurangan tenaga kerja, seperti di PT Indoferro (1.000), PT Indocoke (750), PT Smelting (380), dan PT Freeport (8.100).

Kemudian, di industri garmen ada PT. Wooin Indonesia, PT Star Camtex, PT Good Guys Indonesia, PT. Megasari, PT. GGI, total kurang lebih 3.000 orang.

Langganan berita lewat Telegram
loading...

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN

TERBARU