Indeks Kepuasaan Jamaah Haji Tahun 2017 Naik 1,02 Poin

JAKARTA, SERUJI.CO.ID -‎ Badan Pusat Statistik (BPS) mengeluarkan data terkait Indeks Kepuasan Jemaah Haji Indonesia (IKJHI) di Arab Saudi tahun 2017 dengan hasil yang memuaskan 84,85 persen atau naik 1,02 Poin dibanding tahun lalu 83,83 persen.

Indeks tertinggi dicapai pada jenis pelayanan transportasi bus antar kota 88,23 persen, dan terendah adalah pelayanan tenda di Arafah, Muzdalifah dan Mina atau Armina 75,55 persen.

“Kami bersyukur Alhamdulillah, meskipun kami sendiri sejak awal merasa tidak terlalu percaya diri. Tapi sejak 2014, rupanya mengalami tren yang terus naik,” kata Menteri Agama, Lukman Hakim Syaifuddin, di kantor BPS, Jakarta, Rabu (1/11).

Seperti diketahui, jumlah jamaah haji 2017 sebanyak 221.000 jemaah atau bertambah 52.200 jamaah dari tahun sebelumnya. Lukman mengatakan, untuk melayani jumlah jemaah yang bertambah cukup signifikan itu, pihaknya juga menambah petugas haji dari 3.250 petugas menjadi 3.5000 petugas. Sehingga, bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya, seorang petugas menangani 51-52 orang, maka di tahun 2017 satu petugas melayani 63 jemaah.

‎”Padahal, normarlnya 1 petugas idealnya hanya melayani 40 jemaah,” kata Lukman.

Sekedar informasi, IKJHI tahun 2017 merupakan survey ke-8 kalinya yang dilaksanakan oleh BPS sejak 2010. Survey ini dilakukan untuk mengetahui dan mengukur kepuasan jemaah haji, membuat kajian analisis, serta melakukan tindak lanjut perbaikan terhadap aspek-aspek pelayanan yang diberikan selama penyelenggaraan ibadah haji di Arab Saudi.

BPS juga merilis soal temuan dan masukan berdasar hasil kuesioner dan observasi lapangan, antara lain masih dijumpai adanya jemaah yang tifak mengenal ketua kloter dan petugas kloter lainya karena petugas kurang aktif, dan kurang memberikan pengerahan serta koordinasi dengan ketua rombongan atau ketua regu.

Kemudian, peran aplikasi ‘haji pintar’ dapat dimaksimalkan dengan menambahkan peta hotel dan juga keberadaan petugas secara real-time.

“Petugas pembimbing ibadah sebaiknya yang pernah berhaji ‎sehingga dapat lebih melayani jemaah. Karena itu, pemilihan petugas juga harus selektif terutama pada kemampuan memahami manasik haji. Dan perlu juga ditambahkan, komitmen bagi pembimbing ibadah secara tertulis untuk senantiasa melayani jemaah,” ujar Kepala BPS, Kecuk Suhariyanto. (Achmad/Hrs)

Ingin mengabarkan peristiwa atau menulis opini? Silahkan tulis di kanal WARGA SERUJI dengan klik link ini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

BERITA TERBARU

TERPOPULER