Dr. Suparto : Indonesia adalah Negara Berdasarkan Agama


SURABAYA РDr. Suparto Wijoyo, Koordinator Magister Sains Hukum dan Pembangunan Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga (Unair), menegaskan Indonesia adalah negara berdasarkan agama.

“Jadi tidak benar jika ada yang mengatakan Indonesia bukan negara berdasar agama, justru konstitusi kita menegaskan Indonesia negara berdasarkan agama,” ungkap Suparto dalam acara diskusi “Oase Bangsa” yang diselenggarakan Radio Suara Muslim di Hotel Mercure Mirama, Surabaya, hari ini, Rabu (8/3).

Suparto menjelaskan bahwa dalam UUD 1945 dengan tegas dinyatakan di pasal 29 ayat 1 bahwa Indonesia adalah negara berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. “Tidak ada satupun pasal yang menyebutkan Indonesia yang berdasarkan Konstitusi, berdasarkan hukum, tapi justru tegas menyatakan Indonesia negara Ketuhanan, negara agama,” katanya.

Dalam acara diskusi yang kali ini mengangkat topik “Menggagas Pemimpin berkualitas”, Suparto juga mengingatkan bahwa ia mengkhawatirkan kondisi kepemimpinan bangsa saat ini, yang seolah makin menjauhkan agama dalam urusan kenegaraan.

“Kuat kesan para pemimpin saat ini dan opini yang dibangun, bahwa urusan negara ini tidak bisa membawa-bawa agama. Padahal tidak demikian, bahkan pemimpin itupun disumpah saat dilantik atas nama Tuhan,” jelas Suparto.

Lebih lanjut, Suparto juga mengingatkan bagi umat Islam agar bisa melahirkan pemimpin bangsa harus dilakukan secara bersama, dan tanggungjawab organisasi Islam punya besar untuk itu.

“Ormas Islam yang jelas-jelas membawa nama Islam, mestinya harus membuat pilihan yang jelas dan tegas mendukung pemimpin Islam, tidak bisa netral, karena Ormas Islam bukan KPU (Komisi Pemilihan Umum -red), yang memang mesti netral,” tutup Suparto.

2 KOMENTAR

  1. SECARA TIDAK LANGSUNG DR. SUPARTO MENEKANKAN BAHWA ORGANISASI ISLAM HARUS MEMILIH PEMIMPIN ISLAM, ORGANISASI KATHOLIK HARUS MEMILIH PEMIMPIN KATHOLIK, DAN BEGITU SETERUSNYA. ITU BETUL 100%. TAPI, UNTUK MEMILIH PEMIMPIN PEMERINTAHAN, SEORANG BERAGAMA MEMILIKI KEBEBASAN UNTUK MEMILIH SEORANG PEMIMPIN YANG BERBEDA AGAMA KARENA SEORANG PEMIMPIN PEMERINTAHAN AKAN MENGATUR SEBUAH WILAYAH YANG TERDIRI DARI BERMACAM-MACAM UMAT BERAGAMA. SAYA MOHON AGAR DR. SUPARTO BERHATI-HATI DALAM MENGEMUKAKAN PENDAPAT DI REPUBLIK YANG SUDAH KISRUH KARENA MASALAH AGAMA INI.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Modernisasi di Sana Dimulai Dengan Pajak Untuk Pria Yang Berjenggot

Para pria dianjurkan tidak berjenggot. Bagi yang bersikeras tetap berjenggot, mereka dikenakan pajak, sesuai dengan status sosial dan profesi.. Lama saya terdiam mengenang tokoh yang begitu terobsesi membaratkan negaranya: Peter the Great. Soal jenggotpun, ia atur.

Bersama Prabowo-Sandi Wujudkan Pengelolaan Hutan Berbasis Keseimbangan Alam

Hutan hujan merupakan kunci dari perubahan iklim di dunia. Luas hutan hujan hanya 2% dari total luas daratan yang terbentang di Kongo, Indonesia dan Amazon. Kondisi ketiga wilayah hutan hujan tersebut saat ini cukup parah, sehingga diduga sebagai penyebab terjadinya perubahan iklim dan meningkatnya jumlah bencana berkali lipat.

Breaking News: Akhirnya, Presiden Jokowi Putuskan Tes Massal Covid-19

Tidak mengambil kebijakan Lockdown, Presiden Jokowi akhirnya lebih memilih melakukan tes massal Covid-19.

Tahukah Anda, Berwudhu Dapat Kurangi Risiko Tertular Virus Corona?

Berwudhu merupakan kegiatan yang tak bisa dipisahkan dari muslim.. Tahukah anda bahwa berwudhu bisa mengurangi resiko tertular virus Corona?

Cegah Kepanikan, AMSI Imbau Media Kedepankan Kode Etik dalam Pemberitaan Wabah Corona

Wens menjelaskan beberapa langkah yang harus dilakukan media-media anggota AMSI dalam pemberitaan terkait virus Covid-19 tersebut.

Fahira: Milenial Butuh Teladan, Bukan Tik Tok untuk Membumikan Pancasila

"Membumikan Pancasila secara populer sah-sah saja, tetapi yang dibutuhkan millenial saat ini bukan itu. Milenial butuh teladan dari para penyelenggara negara dan para pemimpin bangsa," kata Fahira

Begini Ciri Rumah Idaman untuk Pasangan Muda

Beberapa waktu lalu, portal properti Lamudi melakukan survei tentang rumah impian bagi pasangan muda, survei tersebut dilakukan kepada 100 pasangan yang baru menikah. Inilah hunian idaman untuk pasangan muda.....

5 Alasan Kita Perlu Membuat Undangan Pernikahan Digital

Kini era sudah berubah. Kini ada sebuah cara baru untuk mengirim undangan pernikahan. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan situs desain online, di mana kita bisa menciptakan desain sendiri, juga memanfaatkan Internet untuk mengirimkannya.

TERPOPULER

close