Dr. Suparto : Indonesia adalah Negara Berdasarkan Agama

2
557
  • 131
    Shares
Dr. Suparto Wijoyo (2 dari kanan) bersama narasumber lain di Oase Bangsa Suara Muslim Surabaya, Rabu (8/3)

SURABAYA РDr. Suparto Wijoyo, Koordinator Magister Sains Hukum dan Pembangunan Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga (Unair), menegaskan Indonesia adalah negara berdasarkan agama.

“Jadi tidak benar jika ada yang mengatakan Indonesia bukan negara berdasar agama, justru konstitusi kita menegaskan Indonesia negara berdasarkan agama,” ungkap Suparto dalam acara diskusi “Oase Bangsa” yang diselenggarakan Radio Suara Muslim di Hotel Mercure Mirama, Surabaya, hari ini, Rabu (8/3).

Suparto menjelaskan bahwa dalam UUD 1945 dengan tegas dinyatakan di pasal 29 ayat 1 bahwa Indonesia adalah negara berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. “Tidak ada satupun pasal yang menyebutkan Indonesia yang berdasarkan Konstitusi, berdasarkan hukum, tapi justru tegas menyatakan Indonesia negara Ketuhanan, negara agama,” katanya.

Dalam acara diskusi yang kali ini mengangkat topik “Menggagas Pemimpin berkualitas”, Suparto juga mengingatkan bahwa ia mengkhawatirkan kondisi kepemimpinan bangsa saat ini, yang seolah makin menjauhkan agama dalam urusan kenegaraan.

“Kuat kesan para pemimpin saat ini dan opini yang dibangun, bahwa urusan negara ini tidak bisa membawa-bawa agama. Padahal tidak demikian, bahkan pemimpin itupun disumpah saat dilantik atas nama Tuhan,” jelas Suparto.

Lebih lanjut, Suparto juga mengingatkan bagi umat Islam agar bisa melahirkan pemimpin bangsa harus dilakukan secara bersama, dan tanggungjawab organisasi Islam punya besar untuk itu.

“Ormas Islam yang jelas-jelas membawa nama Islam, mestinya harus membuat pilihan yang jelas dan tegas mendukung pemimpin Islam, tidak bisa netral, karena Ormas Islam bukan KPU (Komisi Pemilihan Umum -red), yang memang mesti netral,” tutup Suparto.

Langganan berita lewat Telegram
loading...

2 KOMENTAR

  1. SECARA TIDAK LANGSUNG DR. SUPARTO MENEKANKAN BAHWA ORGANISASI ISLAM HARUS MEMILIH PEMIMPIN ISLAM, ORGANISASI KATHOLIK HARUS MEMILIH PEMIMPIN KATHOLIK, DAN BEGITU SETERUSNYA. ITU BETUL 100%. TAPI, UNTUK MEMILIH PEMIMPIN PEMERINTAHAN, SEORANG BERAGAMA MEMILIKI KEBEBASAN UNTUK MEMILIH SEORANG PEMIMPIN YANG BERBEDA AGAMA KARENA SEORANG PEMIMPIN PEMERINTAHAN AKAN MENGATUR SEBUAH WILAYAH YANG TERDIRI DARI BERMACAM-MACAM UMAT BERAGAMA. SAYA MOHON AGAR DR. SUPARTO BERHATI-HATI DALAM MENGEMUKAKAN PENDAPAT DI REPUBLIK YANG SUDAH KISRUH KARENA MASALAH AGAMA INI.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

TERBARU