DPR Tolak Keras Rencana Penjualan Bandara dan Pelabuhan

6
4052
Anggota Komisi IV DPR Hermanto
Hermanto, Anggota Komisi IV DPR (Foto: Herdi/SERUJI)

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Anggota Komisi IV DPR RI Hermanto menolak keras rencana pemerintah yang akan menawarkan pengoperasian sejumlah bandara dan pelabuhan kepada asing. Pasalnya, keterlibatan asing dalam pengoperasian bandara dan pelabuhan berpotensi bisa melemahkan bahkan menghilangkan kontrol karantina.

“Kontrol karantina yang lemah akan menimbulkan kerawanan. Produk-produk pertanian ilegal dari luar yang membawa organisme hama/penyakit akan lebih mudah masuk ke Indonesia,” kata Hermanto melalui pesan singkatnya kepada SERUJI, Rabu (15/11).

Organisme hama/penyakit yang terbawa produk-produk pertanian ilegal dari luar itu, lanjut dia, jika lolos masuk ke Indonesia selanjutnya akan masuk ke sistem tanah dan tumbuhan/hewan.

“Lalu organisme tersebut menginfeksi tumbuhan/hewan ternak kita. Akibat infeksi tersebut, produktivitas pertanian kita akan rendah”, terang politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.

“Produktivitas pertanian yang rendah tentu sangat mengganggu kedaulatan pangan kita,” lanjutnya.

Karantina, katanya, merupakan benteng pertahanan negara yang berperan sangat penting dalam mencegah masuknya produk-produk pertanian ilegal pembawa hama dan penyakit.

“Karena itu jangan serahkan pengelolaan benteng pertahanan negara kepada asing,” tandas Hermanto. (Herdi/SU02)

loading...

6 KOMENTAR

  1. Kalau main jual terus apa yang kita miliki, masalah sedikit dijual. Bangunlah sesuai kemampuan RI, jangan memaksakan kehendak. Masyarakat sdh sangat menderita dg kenaikan bbm, listrik, bpjs, dll.
    Kalau menjual anak kecil juga bisa. Mhn anggota DPR kasi masukan pada pemerintah. Jangan menjual aset negara menjadi hobi.

    • Setuju buuuaaanget .
      Ibarat bangun rumah dg dana pinjaman di bank, kemampuan bayar cicilan tdk sepadan , ya pasti resiko disita rmh. Akhirnya nabrak sana nabrak sini…!!!
      Posisi negara ini sdh diambang kehancuran…!!!!

  2. Klo smpi dijual ..akhirnya RI ini di jual smua .. bs sperti singapure awalnya milik melayu … skrg milik aseng …apkh indonesia akn dijual ke aseng .. rakyat menjadi terjajah dinegeri sendiri… Ya Allah lindungi NKRI dr kezoliman …. Bismillah
    audzubillah minzalik

  3. Alhamdulillahirabbil alamin…. Ternyata masih ada wakil rakyat pintar… Benar pak. itu baru dibidang ketahanan pangan. Tidak menutup kemungkinan stabilitas keamanan negara akan terganggu juga. Bukanya curiga takutnya ada kepentingan asing yang lebih tinggi dibalik semua rencana ini. Trims. salam hormat buat para wakil rakyat. Jaga kesehatan dan merdeka……!!!.

  4. Setuju sekali dengan pendapat bapak ini, keamanan dan pertahanan negara otomatis lemah kalau pengelolaa ke pihak asing.
    Semangat terus pak, tetap istiqomah berjuang untuk rakyat indonesia.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA

Kemendagri Dukung Ketegasan Kapolri Menjaga Netralitas Polri di Maluku

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Kementerian Dalam Negeri menyatakan mendukung ketegasan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian dalam menjaga netralitas Pilkada di Maluku. "Tentu kami 'respect' dan mendukung atas...

Bantah Karena Ketidaknetralan, Polri Enggan Jelaskan Alasan Mutasi Wakapolda Maluku

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Kadivhumas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto membantah mutasi jabatan Brigjen Pol Hasanuddin sebagai Wakapolda Maluku akibat ketidaknetralan Hasanuddin dalam mengawal pelaksanaan Pemilihan...

Hari Pertama Masuk Kerja, Wali Kota Langsa Pimpin Apel Bersama

KOTA LANGSA, SERUJI.CO.ID  - Hari pertama masuk kerja setelah libur Idul Fitri, Wali Kota Langsa Tgk. Usman Abdullah memimpin apel bersama dalam rangka halal...

Hari Pertama Masuk Kerja, 100 PNS Malah Bolos

MAKASSAR, SERUJI.CO.ID - Sebanyak 100 orang Pegawai Negeri Sipil (PNS) Lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar pada hari pertama masuk kerja setelah libur lebaran 2018 dinyatakan absen. "Dari...

Akhirnya Basarnas Temukan Pendaki Gunung Gamalama yang Hilang

TERNATE, SERUJI.CO.ID - Tim Basarnas Ternate, Maluku Utara (Malut), bersama warga Moya akhirnya berhasil menemukan seorang mahasiswi STIKIP Ternate bernama Rahmi Kadis (21 tahun) dinyatakan...