[Cek Fakta] Hoaks: Jokowi Disebut Gunakan Rp36 Triliun Dana Haji Untuk Infrastruktur

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Beredar di media sosial gambar Presiden Jokowi dengan tulisan di atasnya yang menggambarkan seolah pemerintah telah menggunakan dana haji sebesar Rp36 triliun untuk pembangunan infrastruktur.

“Tercyduk! Lebih Dari 36 TRILIUN Dana Haji Sudah Dipakai Oleh Pemerintah. Berdasarkan laporan Menteri Keuangan, sampai dengan tahun 2016 jumlah dana haji yang dipinjam oleh pemerintah mencapai Rp35,65 triliun. Dana tersebut digunakan oleh Jokowi untuk membiayai pembangunan infrastruktur,” bunyi tulisan tersebut.

Gambar tersebut diposting oleh akun facebook @bagaz.boriienk (Bagaz Borienk SilverQueen Caramell) ke sebuah group terbuka di facebook.

Penelusuran FAFHH Posting Soal Dana Haji Tersebut Adalah Hoaks

Posting hoaks di facebook yang sebut pemerintah gunakan dana haji untuk pembangunan infrastruktur,

Berdasarkan penelusuran Adi Syafitrah, anggota Forum Anti Fitnah Hasut dan Hoax (FAFHH), yang dipublish di portal cek fakta turnbackhoax.id, menemukan tujuh media online nasional memberitakan yang menegaskan tidak ada dana haji yang digunakan untuk membangun infrastruktur.

Ketujuh media online nasional kredible tersebut adalah kompas.com, detik.com, merdeka.com, kontan.co.id, tempo.co, liputan.com, dan suara.com. Dan hoaks terkait dana haji juga pernah dicek fakta di turnbackhoax.id pada November 2017 dan Oktober 2018.

Berdasarkan hal tersebut Adi menyimpulkan bahwa konten yang dibagikan oleh akun facebook @bagaz.boriienk tersebut adalah disinformasi atau ‘Konten yang Menyesatkan’.

Berikut Pemberitaan dari Ketujuh Media Kredible Tersebut;

Kepala Badan Pelaksana Badan Pengelolaan Keuangan Haji (BPKH) Anggito Abimanyu menegaskan, tidak ada penyaluran pengelolaan dana haji untuk infrastruktur. Hal tersebut untuk menampik anggapan bahwa pemerintah menggunakan dana haji untuk infrastruktur.

“Tidak benar, tidak ada satu Rupiah pun dana kelola haji digunakan untuk infrastruktur,” ujar Anggito di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Kamis (24/1/2019).

Anggito menjelaskan, pihaknya memang akan menginvestasikan dana haji ke beberapa sektor di luar infrastuktur seperti pengadaan katering di Arab Saudi dan kerja sama dengan maskapai penerbangan untuk pemberangkatan jamaah haji.

“Investasi langsung mengutamakan terkait jamaah haji, hotel, katering, bukan di Indonesia. Menurut saya secara subtansi tidak ada yang dilanggar, kami berorientasi untuk berinvestasi yang terkait jamaah haji,” jelasnya.

Jenis investasi lain kata Anggito adalah melakukan pembelian surat berharga syariah dan obligasi. “Kita beli obligasi, kita beli syariah berharga, kami tidak mlakukan investasi langsung,” tandasnya.

Cek Fakta lengkap di sini.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Olahraga Bagi Penyandang Stroke

oleh dr. Irsyal Rusad, Sp PD, dokter spesialis Penyakit Dalam. SERUJI.CO.ID -...

Israel Kembali Serang Gaza, 10 Tewas

SERUJI.CO.ID - Tentara pendudukan Israel telah melakukan beberapa serangan...

Inilah 4 Jenis Nazhir: Anda Masuk Kategori Manakah?

Oleh: Imam Nur Azis Komisioner Badan Wakaf Indonesia (BWI) 2017-2020 SERUJI.CO.ID...

Janganlah Menyebut Nama Rasulullah Muhammad SAW Tanpa Gelar

SERUJI.CO.ID - Memanggil Rasulullah Muhammad sholallahu 'alaihi wassallam (SAW)...

Menua: Agar Otak Tak Ikut Beruban

oleh dr. Irsyal Rusad, Sp PD, dokter spesialis Penyakit Dalam. Dalam perjalanan...

Ngotot Pertahankan Mardani Maming sebagai Bendum, Kantor PBNU Bisa Diperiksa KPK

Dengan tidak menonaktifkan, mau tak mau PBNU terkait dengan Mardani yg saat ini buron. Maka jangan salahkan KPK jika nanti dalam proses pencarian Mardani akan memeriksa kantor PBNU.

TERPOPULER

Tiga Budaya Sunda yang Unik, Nomer 1 Sudah Jarang Ditemukan

Semua tradisi dan budaya di Indonesia unik dan mempunyai ciri khas tersendiri. Tak ketinggalan juga budaya Sunda dan segala tradisi yang dijalankan.

Segarkan Wajah dengan A I U E O