JAKARTA – Keputusan pemerintah memblokir aplikasi kirim pesan Telegram pada Jumat (14/7) kemarin, dengan alasan Telegram berdasarkan alasan dan bukti yang kuat telah disalahgunakan untuk menyebarkan ajaran radikal yang mengarah pada terorisme, mendapat kecaman dari berbagai pihak.
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fadli Zon, menyindir alasan pemerintah memblokir Telegram tersebut dan menganggap tindakan pemerintah paranoid.
“Telegram dilarang karena dipakai teroris, harusnya penjualan panci juga dilarang dong? #rezimparanoid,” kata Fadli melalui akun twitternya @Fadlizon, Jumat (14/7).
Sebagaimana diketahui, belakangan Polisi menemukan di beberapa kejadian ledakan yang diduga dilakukan teroris, menggunakan Panci sebagai bagian untuk membuat bom.
Telegram dilarang krn dipakai teroris, harusnya penjualan panci juga dilarang dong? #rezimparanoid
— Fadli Zon (@fadlizon) 14 Juli 2017
Keputusan pemerintah menutup akses Telegram ini juga dikecam Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar yang menganggap sebagai tindakan frustasi.
“Memblokir telegram itu tindakan frustasi, tidak punya perasaan dan layak diganti,” kata politisi yang akrab disapa Cak Imin di akun twitternya @cakiminPKB, Jumat (14/7) malam.
Memblokir telegram itu tindakan frustasi, tidak punya perasaan dan layak diganti
— a muhaimin iskandar (@cakiminpkb) 14 Juli 2017
Sampai berita ini diturunkan warganet masih ramai membicarakan tindakan pemerintah yang dianggap tidak tepat ini. (Hrn)

Jadi tdk fokus pd kesejahteraan rakyat….apa emang sengaja bikin gaduh pemerintahan skg…?
@Sasmyraw Aneh nie orang,katanya wakil rakyat tapi koment nya ,maaf..spt ga sekolah.Siapa yg milih dia jd wakil ya?
@Sasmyraw Logikanya sih bgtu
@MohArifWidarto Sama saja..anaknya nyopet bapaknya di bui..menteri bikin gaduh..presidennya diganti..gampang kan