Bayi Yang Ditahan Rumah Sakit Karawang Meninggal Dunia

0
125
rumah sakit
Mobilitas di rumah sakit (ilustrasi)

KARAWANG – Bayi laki-laki dari pasangan Ny Heni Sudiar dan Manaf yang sempat ditahan Rumah Sakit Intan Barokah, karena tidak mampu membayar tagihan biaya perawatan meninggal dunia.

“Pada Rabu (20/9) malam, bayi bergetar dan menangis pelan. Saya kira mau menyusui, tapi ketika diangkat bayi sudah tidak bernafas,” kata Ny Heni, ibu dari bayi yang telah diberi nama Hanan Hanafi itu, di Karawang, Kamis (21/9).

Bayi malang itu sebelumnya tidak bisa dibawa pulang, karena orang tuanya tidak mampu membayar tagihan biaya perawatannya yang mencapai Rp 12 juta.

Bayi tersebut kemudian bisa dibawa pulang oleh pihak keluarga pada Rabu (20/9) siang atas bantuan Pemkab Karawang menyusul ramainya pemberitaan di media massa mengenai penahanan bayi oleh pihak Rumah Sakit Intan Barokah.

Tapi meninggal dunia pada Rabu (20/9) malam di rumahnya Desa Karyamukti, Kecamatan Lemahabang, Karawang.

Ia mengatakan, bayinya itu sebenarnya lahir secara normal, tapi karena sakit dan diduga keracunan air ketuban, bayi itu harus dirawat secara intensif di rumah sakit.

Awalnya pihak RS meminta bayaran Rp 4,3 juta untuk biaya persalinan dan pengobatan. Tetapi tagihan itu tidak bisa dipenuhi, karena pihak keluarga hanya mampu membayar Rp 2,3 juta.

“Saat itu, kami hanya bisa membayar Rp 2,3 juta. Uang itu juga dikumpulkan dari keluarga. Setelah dibayarkan, ternyata hanya istri saya saja yang bisa pulang, sedangkan bayi kami ditahan di rumah sakit itu,” katanya.

Menurut dia, pihak rumah sakit sudah mengabarkan bayinya yang dirawat di rumah sakit itu mendapat perawatan intensif selama sepuluh hari, dan memberitahu pula bahwa bayi itu bisa dibawa pulang.

“Saya bingung harus membayar biaya perawatan. Informasinya, saya harus membayar tagihan Rp12 juta. Jadi saya tidak berani datang ke rumah sakit. Selama dua minggu itu saya tidak bertemu dengan anak saya sampai akhirnya pada Rabu (20/9), bisa mengambil anak saya atas bantuan Pemkab Karawang,” kata dia.

Salah seorang perawat ruangan bayi Rumah Sakit Intan Barokah, Yuli, mengatakan, bayi dari pasangan Ny Heni dan Manaf itu terpapar kuman akibat air ketuban terminum olehnya. Untuk memulihkan kondisinya, maka bayi itu memerlukan perawatan lebih lanjut.

Ia mengatakan, Ny Heni Sudiar datang ke Rumah Sakit Intan Barokah pada 8 September 2017 dengan usia kehamilan 39 minggu. Ibu hamil itu langsung ditangani dan bisa melahirkan secara normal.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

HIV positif

Belasan Ibu Hamil di Kaltara Positif HIV

NUNUKAN, SERUJI.CO.ID - Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Utara menemukan belasan ibu hamil positif mengidap penyakit HIV/AIDS pada 2017. "Ada 12 ibu hamil di Kaltara ini positif...

Kapolda Papua Serahkan Bantuan Kemanusiaan Untuk Asmat

ASMAT, SERUJI.CO.ID - Kapolda Papua Irjen Pol Boy Rafli menyerahkan bantuan kemanusiaan untuk anak-anak dan sanak keluarganya yang menderita penyakit campak dan gizi buruk di...

TNI Kerahkan Dua Helikopter Kirim Obat ke Asmat

TIMIKA, SERUJI.CO.ID - Markas Besar TNI mengerahkan dua unit helikopter untuk mengirim obat-obatan guna membantu menangani wabah penyakit campak dan gizi buruk di Kabupaten Asmat,...
loading...

Jiwa Gotong Royong yang Masih Tumbuh Subur

Tempo hari saya tercengang dengan megahnya sebuah masjid di desa Raji,  Demak, Jawa Tengah. Rupanya masjid yang belum selesai di bangun itu sudah menelan...

kebebasan berpikir

Kebebasan dalam Berpikir Hakikat bebas adalah merdeka dari segala hal yang mengikat. Berbicara tentang bebas, kita dapat belajar dari pengalaman komika kenamaan yaitu Ge Pamungkas...
_99517609_gepamungkas_joshuasuherman

Indonesia Darurat Keadilan

Indonesia Darurat Keadilan Salah satu penyebab gagalnya beberapa negara di Afrika di antaranya dalam masalah ketimpangan keadilan, sebut saja di Ethiopia, Zimbabwe dan negara-negara yang...