Bayi Yang Ditahan Rumah Sakit Karawang Meninggal Dunia

KARAWANG – Bayi laki-laki dari pasangan Ny Heni Sudiar dan Manaf yang sempat ditahan Rumah Sakit Intan Barokah, karena tidak mampu membayar tagihan biaya perawatan meninggal dunia.

“Pada Rabu (20/9) malam, bayi bergetar dan menangis pelan. Saya kira mau menyusui, tapi ketika diangkat bayi sudah tidak bernafas,” kata Ny Heni, ibu dari bayi yang telah diberi nama Hanan Hanafi itu, di Karawang, Kamis (21/9).

Bayi malang itu sebelumnya tidak bisa dibawa pulang, karena orang tuanya tidak mampu membayar tagihan biaya perawatannya yang mencapai Rp 12 juta.

Bayi tersebut kemudian bisa dibawa pulang oleh pihak keluarga pada Rabu (20/9) siang atas bantuan Pemkab Karawang menyusul ramainya pemberitaan di media massa mengenai penahanan bayi oleh pihak Rumah Sakit Intan Barokah.

Tapi meninggal dunia pada Rabu (20/9) malam di rumahnya Desa Karyamukti, Kecamatan Lemahabang, Karawang.

Ia mengatakan, bayinya itu sebenarnya lahir secara normal, tapi karena sakit dan diduga keracunan air ketuban, bayi itu harus dirawat secara intensif di rumah sakit.

Awalnya pihak RS meminta bayaran Rp 4,3 juta untuk biaya persalinan dan pengobatan. Tetapi tagihan itu tidak bisa dipenuhi, karena pihak keluarga hanya mampu membayar Rp 2,3 juta.

“Saat itu, kami hanya bisa membayar Rp 2,3 juta. Uang itu juga dikumpulkan dari keluarga. Setelah dibayarkan, ternyata hanya istri saya saja yang bisa pulang, sedangkan bayi kami ditahan di rumah sakit itu,” katanya.

Menurut dia, pihak rumah sakit sudah mengabarkan bayinya yang dirawat di rumah sakit itu mendapat perawatan intensif selama sepuluh hari, dan memberitahu pula bahwa bayi itu bisa dibawa pulang.

“Saya bingung harus membayar biaya perawatan. Informasinya, saya harus membayar tagihan Rp12 juta. Jadi saya tidak berani datang ke rumah sakit. Selama dua minggu itu saya tidak bertemu dengan anak saya sampai akhirnya pada Rabu (20/9), bisa mengambil anak saya atas bantuan Pemkab Karawang,” kata dia.

Salah seorang perawat ruangan bayi Rumah Sakit Intan Barokah, Yuli, mengatakan, bayi dari pasangan Ny Heni dan Manaf itu terpapar kuman akibat air ketuban terminum olehnya. Untuk memulihkan kondisinya, maka bayi itu memerlukan perawatan lebih lanjut.

Ia mengatakan, Ny Heni Sudiar datang ke Rumah Sakit Intan Barokah pada 8 September 2017 dengan usia kehamilan 39 minggu. Ibu hamil itu langsung ditangani dan bisa melahirkan secara normal.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Ahmad Dhani The Warrior

Jika John Lennon mampu menciptakan "protest song" seperti "Give peace a chance" atau "imagine", tanpa penderitaan di penjara, maka Dhani akan mampu lebih hebat dari Lennon. Maksudnya, dia selain penggubah lagu/syair dan penyanyi, akan sekaligus menjadi sang pejuang. Ahmad Dhani The Warrior.

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

Sambut Festival Belanja Lajang 11.11, Ecovacs Robotics Beri Promo Diskon Hingga 55%

Perusahaan penyedia Robot Rumah Tangga, ECOVACS ROBOTICS, akan meberikan promos diskon besar-besaran hingga 55% untuk berbagai produk unggulan seperti DEEBOT OZMO T8 AIVI, DEEBOT OZMO T8, dan DEEBOT U2 PRO.

150 Ide Bisnis Terbaik Siap Bersaing dalam DSC XI

Program Initiator DSC XI, Edric Chandra mengungkapkan dii tengah kondisi perekonomian yang masih belum stabil lantaran pandemi COVID-19, semangat gerakan wirausaha justru diterima oleh DSC XI.

Kembali Terjadi, Ratusan Kader Militan PDIP Alihkan Dukungan ke Machfud-Mujiaman

Kader yang tergabung dalam kelompok yang menamakan diri Banteng Ketaton tersebut mendeklarasikan dukungannya pada Ahad (8/11) kemarin di daerah Pandegiling yang dikenal sebagai jantungnya PDI Perjuangan di Surabaya.

Tekan Hoaks Selama Pilkada 2020, AMSI Gelar Cek Fakta di 16 Wilayah

Kegiatan Cek Fakta sebagai bentuk kontribusi AMSI kepada publik dengan memberikan informasi yang bermutu selama masa Pemilihan Kepala Daerah 2020 dan menekan hoaks (mis/disinformasi) yang berpotensi beredar selama berlangsungnya masa kampanye dan Debat Pilkada 2020.

TERPOPULER