MAN Magelang Bebaskan Biaya Pendidikan Eka Duta, Calon Siswa yang Daftar Pakai Recehan

0
99
eka duta, magelang
Eka Duta saat mendaftar sekolah dan membayar seragam sekolah. (Foto: Facebook Yuni Rusmini)

MAGELANG – Madrasah Aliyan Negeri (MAN) 1 Kota Magelang, Jawa Tengah, akhirnya membebaskan biaya pendidikan Eka Duta Prasetya, calon siswa yang membayar uang seragam dengan recehan dari hasil tabungannya. Kebijakan itu diambil setelah mengetahui Eka Duta mengumpulkan uang Rp 1.000 sejak sekolah dasar (SD) agar bisa melanjutkan sekolah.

Panitia Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) MAN Kota Magelang, Agung Dwi Laksono, mengatakan madrasah menanggung seluruh biaya pendidikan bagi Eka, sedangkan uang receh yang sempat diserahkan kepada panitia penerimaan peserta didik baru (PPDB) dikembalikan lagi dalam bentuk tabungan di Bank BRI Unit Payaman, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang.

“Uang receh senilai Rp1,5 juta sedianya akan dipakai untuk membeli empat pasang seragam sekolah, kemudian kami kembalikan dalam bentuk rekening tabungan,” kata Agung, dilansir dari Antara, Jumat (23/6).

Ia menuturkan tujuan dibuatkannya rekening untuk Eka agar uang yang ditabungnya bisa lebih aman. Bisa diambil sewaktu-waktu untuk keperluan lain yang lebih penting.

“Kebijakan madrasah untuk membebaskan biaya pendidikan bagi Eka, setelah kami melakukan survei di rumah kontrakannya,” katanya.

Agung, yang juga guru MAN 1 Kota Magelang mengatakan, Eka berasal dari keluarga kurang mampu. Dia tinggal di rumah kontrakan bersama ayah dan seorang nenek, sekitar 10 kilometer dari MAN 1 Kota Magelang.

“Kami sudah survei ke rumahnya, kami tanya ke tetangga-tetangganya, dan benar memang Eka Duta layak diberi kemudahan pendidikan. Biar uangnya digunakan untuk kebutuhan sehari-harinya,” tutur Agung.

Selain tekun, lanjut Agung, Eka Duta dikenal sebagai anak yang berbudi pekerti luhur dan shaleh. Dia sering mengumandangkan azan dan mengaji di masjid dekat rumahnya. Eka Duta pun begitu menyayangi keluarga, terutama nenek dan ayahnya yang tinggal serumah.

Bahkan, uang tabungan Eka Duta sering dipakai untuk keperluan berobat sang Nenek yang sedang menderita sakit komplikasi.

“Di lingkungan rumah, Eka Duta itu aktif ke masjid, kalau tadarus juga rajin,” tutur Agung.

Setelah foto Eka Duta viral di media sosial sejak Selasa (20/6) lalu, banyak yang menaruh simpati kepada remaja itu, termasuk para guru di MAN 1 Kota Magelang dan banyak pihak yang membantunya.

“Ada yang bersedia menjahitkan seragam Eka Duta, ada yang memberi bantuan dana, dan lain sebagainya. Kami berharap kisah Eka Duta menjadi inspirasi masyarakat terutama anak-anak remaja,” tuturnya.

Eka Duta Prasetya mengatakan sejak kelas VI SD dirinya rajin menabung dengan menyisihkan uang saku yang diberikan ayahnya.

Ia menuturkan ayahnya yang bekerja sebagai tukang parkir penghasilannya pas-pasan membuat dia hidup hemat, uang saku yang diberi oleh ayahnya selalu disisihkan untuk ditabung.

Menurut dia dirinya setiap hari menabung sisa uang saku dengan harapan bisa membeli laptop untuk menunjang belajarnya. Kebiasaan itu berlangsung hingga lulus madrasah tsanawiyah (MTs) .

Saat lulus MTs, katanya, tabungan sudah beberapa kaleng penuh. Bersamaan dengan itu, dia harus menggunakan uang tabungannya untuk dapat melanjutkan sekolah.

“Waktu kelulusan kemarin, ayah saya bilang agar uang tabungan dipakai dulu untuk biaya melanjutkan sekolah, sedangkan membeli laptopnya bisa lain waktu kalau ada rezeki yang lain,” katanya.

Meskipun belum bisa memenuhi keinginannya membeli laptop, dia mengaku tidak apa-apa, karena tidak ingin membebani ayahnya terbebani.

Eka Duta Prasetya mengaku bahagia karena kini bisa mempunyai tabungan sendiri. Dia berterimakasih kepada pihak sekolah dan warga yang telah membantu biaya pendidikannya. Dia juga berjanji akan belajar dengan baik agar tidak mengecewakan semua orang yang telah membantunya.

“Saya senang, bersyukur sekali sama Allah, karena banyak yang membantu. Sekolah juga menerima saya,” ujar alumnus MTs Kota Magelang yang bercita-cita menjadi pakar teknologi informatika itu.

Ayah Eka, Agung Prasojo mengatakan dirinya mengajarkan pada anak tunggalnya tersebut untuk selalu hidup berhemat sejak kecil.

“Kami ingin mengajarkan pada anak untuk hidup mandiri, mudah-mudahan hal ini bisa menjadi inspirasi bagi teman-temannya,” katanya. (IwanY)

BAGIKAN
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA TERBARU

Imunisasi

KLB Difteri, Menkes Minta Kesadaran Kelompok Masyarakat Antivaksin

JAKARTA, SERUJI.CO.ID  - Menteri Kesehatan Nila Moeloek meminta kesadaran akan pentingnya imunisasi kepada kelompok masyarakat yang masih menolak imunisasi atau antivaksin menyusul adanya Kejadian...
imunisasi bayi

Dinkes Jatim: Sudah 72,6 Persen Bayi Diimunisasi DPT

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Dinas Kesehatan Jawa Timur menyatakan telah memberi imunisasi Difteri Pertusis Tetanus (DPT) kepada sebanyak 427.029 bayi lengkap tiga kali dari total...
Syahrul Yasin Limpo

Gubernur Sulsel Ikut Main Film Assalamu Alaikum Calon Imam

MAKASSAR, SERUJI.CO.ID - Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo ikut menjadi pemeran dalam film Assalamu Alaikum Calon Iman yang mengangkat budaya Bugis Makassar. "Beberapa pemain Makassar...

KANAL WARGA TERBARU

Point Blur_Dec122017_090245

Empat Tahun Bocah Ini Berjuang Dengan Penyakitnya

Kotawaringin Barat - Diky Supratman (16) anak dari pasangan Mustofa dan Marni jl. Ahamd Yani gg. Baning RT 29 Kelurahan Baru Arut Selatan Kotawaringin...
perbedaan-fasilitas-bpjs-kesehatan-kelas-1-2-3

NIK Bermasalah di Sistem BPJS, Bagaimana Mengatasinya?

Nomor KTP atau resminya Nomor Induk Kependudukan (NIK) atas nama seorang pasien bernama Suratini ditemukan bermasalah oleh petugas pendaftaran RS UGM, Ahad (10/12) siang....
KH. Luthfi Bashori

Perintah Bernahi Munkar

Membiarkan kemunkaran terjad di depan mata, adalah perbuatan tercela. Muslim yang baik adalah muslim yang peduli terhadap kemashlahatan lingkunganya, sekira jika terjadi kemaksiatan di...