MAN Magelang Bebaskan Biaya Pendidikan Eka Duta, Calon Siswa yang Daftar Pakai Recehan

MAGELANG – Madrasah Aliyan Negeri (MAN) 1 Kota Magelang, Jawa Tengah, akhirnya membebaskan biaya pendidikan Eka Duta Prasetya, calon siswa yang membayar uang seragam dengan recehan dari hasil tabungannya. Kebijakan itu diambil setelah mengetahui Eka Duta mengumpulkan uang Rp 1.000 sejak sekolah dasar (SD) agar bisa melanjutkan sekolah.

Panitia Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) MAN Kota Magelang, Agung Dwi Laksono, mengatakan madrasah menanggung seluruh biaya pendidikan bagi Eka, sedangkan uang receh yang sempat diserahkan kepada panitia penerimaan peserta didik baru (PPDB) dikembalikan lagi dalam bentuk tabungan di Bank BRI Unit Payaman, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang.

“Uang receh senilai Rp1,5 juta sedianya akan dipakai untuk membeli empat pasang seragam sekolah, kemudian kami kembalikan dalam bentuk rekening tabungan,” kata Agung, dilansir dari Antara, Jumat (23/6).

Ia menuturkan tujuan dibuatkannya rekening untuk Eka agar uang yang ditabungnya bisa lebih aman. Bisa diambil sewaktu-waktu untuk keperluan lain yang lebih penting.

“Kebijakan madrasah untuk membebaskan biaya pendidikan bagi Eka, setelah kami melakukan survei di rumah kontrakannya,” katanya.

Agung, yang juga guru MAN 1 Kota Magelang mengatakan, Eka berasal dari keluarga kurang mampu. Dia tinggal di rumah kontrakan bersama ayah dan seorang nenek, sekitar 10 kilometer dari MAN 1 Kota Magelang.

“Kami sudah survei ke rumahnya, kami tanya ke tetangga-tetangganya, dan benar memang Eka Duta layak diberi kemudahan pendidikan. Biar uangnya digunakan untuk kebutuhan sehari-harinya,” tutur Agung.

Selain tekun, lanjut Agung, Eka Duta dikenal sebagai anak yang berbudi pekerti luhur dan shaleh. Dia sering mengumandangkan azan dan mengaji di masjid dekat rumahnya. Eka Duta pun begitu menyayangi keluarga, terutama nenek dan ayahnya yang tinggal serumah.

Bahkan, uang tabungan Eka Duta sering dipakai untuk keperluan berobat sang Nenek yang sedang menderita sakit komplikasi.

“Di lingkungan rumah, Eka Duta itu aktif ke masjid, kalau tadarus juga rajin,” tutur Agung.

Setelah foto Eka Duta viral di media sosial sejak Selasa (20/6) lalu, banyak yang menaruh simpati kepada remaja itu, termasuk para guru di MAN 1 Kota Magelang dan banyak pihak yang membantunya.

“Ada yang bersedia menjahitkan seragam Eka Duta, ada yang memberi bantuan dana, dan lain sebagainya. Kami berharap kisah Eka Duta menjadi inspirasi masyarakat terutama anak-anak remaja,” tuturnya.

Eka Duta Prasetya mengatakan sejak kelas VI SD dirinya rajin menabung dengan menyisihkan uang saku yang diberikan ayahnya.

Ia menuturkan ayahnya yang bekerja sebagai tukang parkir penghasilannya pas-pasan membuat dia hidup hemat, uang saku yang diberi oleh ayahnya selalu disisihkan untuk ditabung.

Menurut dia dirinya setiap hari menabung sisa uang saku dengan harapan bisa membeli laptop untuk menunjang belajarnya. Kebiasaan itu berlangsung hingga lulus madrasah tsanawiyah (MTs) .

Saat lulus MTs, katanya, tabungan sudah beberapa kaleng penuh. Bersamaan dengan itu, dia harus menggunakan uang tabungannya untuk dapat melanjutkan sekolah.

“Waktu kelulusan kemarin, ayah saya bilang agar uang tabungan dipakai dulu untuk biaya melanjutkan sekolah, sedangkan membeli laptopnya bisa lain waktu kalau ada rezeki yang lain,” katanya.

Meskipun belum bisa memenuhi keinginannya membeli laptop, dia mengaku tidak apa-apa, karena tidak ingin membebani ayahnya terbebani.

Eka Duta Prasetya mengaku bahagia karena kini bisa mempunyai tabungan sendiri. Dia berterimakasih kepada pihak sekolah dan warga yang telah membantu biaya pendidikannya. Dia juga berjanji akan belajar dengan baik agar tidak mengecewakan semua orang yang telah membantunya.

“Saya senang, bersyukur sekali sama Allah, karena banyak yang membantu. Sekolah juga menerima saya,” ujar alumnus MTs Kota Magelang yang bercita-cita menjadi pakar teknologi informatika itu.

Ayah Eka, Agung Prasojo mengatakan dirinya mengajarkan pada anak tunggalnya tersebut untuk selalu hidup berhemat sejak kecil.

“Kami ingin mengajarkan pada anak untuk hidup mandiri, mudah-mudahan hal ini bisa menjadi inspirasi bagi teman-temannya,” katanya. (IwanY)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER