Gelar Doktor Kehormatan Wapres Jusuf Kalla Kembali Bertambah

JAKARTA – Wakil Presiden Jusuf Kalla kembali mendapatkan gelar Doktor Honoris Causa (Kehormatan) atas kemampuan dan prestasinya selama ini. Kali ini Rajamangala University of Technology, Isan (RMUTI) Thailand yang menganugerahi gelar Doktor Kehormatan dibidang Administrasi Bisnis (manajemen).

Pemberian gelar ini akan dilaksanakan pada hari Rabu 22 Maret 2017 di Kampus RMUTI yang terletak di provinsi di pinggiran kota Bangkok, Pathumthani, Thailand.

Berdasarkan siaran pers Komunikasi dan Informasi Publik Wakil Presiden, dijadwalakan Jusuf Kalla dan Mufidah Jusuf Kalla akan bertolak ke Bangkok pagi ini, Selasa (21/3), dengan menggunakan pesawat khusus kepresidenan Boing 737- 400.

Mendarat di Thailand hari ini, Wapres akan langsung menghadiri jamuan makan malam yang diadakan tuan rumah, Universitas RMUTI, sekaligus Wapres akan memberikan sambutan.

Gelar doktor kehormatan ini akan dianugerahkan langsung oleh Putri Maha Chakri Sirindhorn di Graduation Hall bersamaan dengan 2.000 wisudawan/wisudawati RMUTI pada hari kedua kunjungan Wapres ke Negeri Gajah Putih.

Gelar Doktor kehormatan ini menambah panjang gelar Doktor yang pernah diterima JK, seperti dari Universitas Soka, Tokyo, Jepang pada 2009, dan Universitas Malaya, Kuala Lumpur, Malaysia, pada 2007, dan lima gelar doktor dari berbagai perguruan tinggi dalam negeri.

EDITOR: Iwan S

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Sikap PSI Tolak Perda Syariah Dapat Dikategorikan Anti Pancasila dan Konstitusi

Untuk masyarakat daerah yang mayoritas penduduknya menganut agama Islam, tentunya wajar bahkan wajib bagi mereka untuk memperjuangkan adanya Perda-Perda yang berdasarkan Syariat Islam di daerahnya. Jadi tidaklah tepat bila kita atau siapapun, partai politik manapun, kelompok manapun, bahkan pemerintah sekalipun ingin menghempang suatu Perda yang bernuansa Syariah.

Tahukah Anda, Berwudhu Dapat Kurangi Risiko Tertular Virus Corona?

Berwudhu merupakan kegiatan yang tak bisa dipisahkan dari muslim.. Tahukah anda bahwa berwudhu bisa mengurangi resiko tertular virus Corona?

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.