Pada pertandingan terakhir hari kedua yang sudah tak menentukan, Anthony Susanto menyerah dari pemain debutan Filipina di ajang Piala Davis, John Bryan Decasa Otico, 3-6, 3-6.
“Dalam dua hari ini, sebagian besar pemain bermain di bawah performa, jika bereka bermain seperti saat latihan harusnya bisa. Kepercayaan diri harus diperbaiki,” ujar Deddy.
Kendati demikian, Deddy juga menilai waktu persiapan yang relatif singkat, menjadi salah satu faktor Indonesia kalah dari Filipina dan akhirnya harus memainkan laga playoff degradasi.
“Selain itu tim juga tak memiliki waktu uji coba, langsung turun dalam turnamen besar. Tapi dalam Piala Davis ini, saya rasa pemain sudah tampil semaksimal mungkin. Kita memang kalah pengalaman dengan Filipina, tapi kita sudah menggebrak dengan memberi kesempatan pada pemain muda dan tak mengandalkan pemain berpengalaman seperti Christopher Rungkat,” ujar Deddy.
Kendati demikian, Deddy mengisyaratkan di laga playoff degradasi Grup II Asia/Oseania melawan Sri Lanka nanti, ada kemungkinan besar Pelti kembali memanggil Christopher Rungkat untuk bergabung dengan tim.
“Mudah-mudahan Christopher Rungkat bisa bergabung, tempo hari tersirat dari Christophernya sendiri, mau bergabung. Tapi kami tetap akan fokus pada tim yang ada, melatih lagi dan bisa meraih hasil maksimal saat laga,” ujar Deddy.
Diketahui, laga playoff degradasi ini merupakan pertemuan kedua Indonesia dan Sri Lanka. Di pertemuan terakhir yang digelar di Solo, Jawa Tengah, pada Juli 2016 lalu, Indonesia menang telak 5-0.
Di pertemuan pada April nanti, Indonesia akan menghadapi Sri Lanka sebagai tamu, karena di pertemuan sebelumnya, Indonesia berlaku sebagai tuan rumah. (Ant/SU03)
