Menpora Minta Sanksi Koreo “Save Rohingya” Ditinjau Ulang

4
222
Persib
Koreografi 'Save Rohingya' dari Bobotoh Persib bandung saat melawan Semen Padang FC di Stadion Si Jalak Harupat, 9/9/2017. Aksi suporter itu membuat Persib didenda Rp 50 juta oleh Komisi Disiplin PSSI. (Foto: Youtube).

JAKARTA – Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi meminta sanksi PSSI yang dijatuhkan pada klub sepak bola Persib Bandung akibat aksi koreo bertuliskan “Save Rohingya” dari para bobotoh (sebutan pendukung Persib Bandung) dipertimbangkan kembali.

“Sanksi soal koreo Save Rohingya dari para Bobotoh itu saya rasa perlu dipertimbangkan kembali, bila perlu untuk dicabut sanksinya,” kata Imam di Kompleks Kementerian Pemuda dan Olahraga, Jakarta, Selasa (19/9).

Menurut Imam, perlunya sanksi tersebut untuk ditinjau ulang bahkan jika bisa untuk dicabut karena dia melihat apa yang dilakukan oleh bobotoh bukan merupakan suatu kejahatan.

“Masa soal solidaritas kebangsaan untuk kemanusiaan tidak boleh, presiden saja bantu Rohingya. Kalau mereka melakukan tindakan rasis boleh lah demikian, tapi ini kan tidak,” ujar dia.

Sebelumnya, saat laga melawan Semen Padang pada Sabtu (9/9), bobotoh yang berada di tribun timur Stadion Si Jalak Harupat melakukan aksi koreo bertuliskan “Save Rohingnya” sesaat sebelum pertandingan dimulai.

Aksi itu ditujukan sebagai bentuk kepedulian terhadap etnis Rohingya, yang saat ini tengah mengalami konflik kemanusiaan.

Akibat koreo tersebut, PSSI menjatuhkan sanksi berupa denda sebesar Rp 50 juta kepada Persib, karena dianggap telah melanggar pasal 67 ayat (3) Kode Disiplin PSSI.

Selepas sanksi dijatuhkan, para bobotoh melakukan penggalangan dana bertajuk “Koin Untuk PSSI” yang rencananya dilakukan selama kurang lebih 13 hari terhitung mulai dari hari Kamis (14/9).

Penggalangan dana tersebut dipusatkan di Stadion Sidolig Bandung serta transfer melalui Rumah Zakat dan laman web Sharehappiness.org. (Ant/SU02)

4 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

Jusuf Kalla

Wapres: Tahun Politik Tak Perlu Dikhawatirkan

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan tahun politik menjelang Pemilu 2019 tidak perlu terlalu dikhawatirkan karena Pemerintah sudah berpengalaman menghadapi pesta demokrasi lima...
ganjar pranowo

Ganjar: Pilkada Jateng Bebas Gesekan

YOGYAKARTA, SERUJI.CO.ID - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meyakini Pemilihan Kepala Daerah di Jawa Tengah atau disebut Pilkada Jateng pada 2018 berlangsung aman dan bebas...

TKA di Nunukan Didominasi Warga Malaysia

NUNUKAN, SERUJI.CO.ID - Tenaga kerja asing (TKA) di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara mengalami peningkatan pada 2017 dengan dominasi warga berasal dari Malaysia. Kepala Seksi Pengawasan dan...
bpom

BPOM-ITS Kerja Sama Pengawasan Obat dan Makanan

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) RI menjalin kerja sama dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Jawa Timur, untuk meningkatkan pengawasan...
OSO-Wiranto

Hanura Harap OSO-Wiranto Kompak Selamatkan Partai

PURWAKARTA, SERUJI.CO.ID - Wakil Sekretaris Jenderal Partai Hanura Tridianto mengatakan seluruh kader partainya berharap Ketua Umum DPP Partai Hanura Oesman Sapta Odang (Oso) dan Ketua...
loading...
KH Luthfi Bashori

Tatkala Maut Menjemput

Tatkala maut akan menjemput kita, sudahkah kita mempersiapkan diri untuk itu? Teringat Nabi Dawud dalam gubahan kisah ringan, tatkala Beliau dikunjungi malaikat Izrail, maka terjadilah...

Mungkinkah Seruji Sebagai Media Masyarakat Wakaf?

Masyarakat Wakaf merupakan salah satu fundamental terciptanya instrumen ekosistem wakaf sebagai solusi percepatan pembangunan termasuk bidang pembangunan media online bagi ummat. Hingga hari ini wacana...
ujaran kebencian

UU ITE (perlu) Direvisi?

Dalil ujaran kebencian yang kerap digunakan polisi secara serampangan berpotensi menimbulkan persepsi negatif kepada pemerintah. Seakan-akan pemerintah melalui polisi sedang membungkam kritik dan kelompok...