Polandia Bermain Tanpa Kualitas Hadapi Kolombia


RUSIA, SERUJI.CO.ID – Polandia memasuki putaran final Piala Dunia dengan peringkat tertinggi dari empat tim di Grup H dengan urutan kedelapan FIFA, tetapi akhirnya menjadi tim pertama yang tersingkir dari kompetisi Piala Dunia karena performa yang tidak berkualitas dalam dua pertandingan pertama mereka.

Setelah dua pertandingan defensif melawan Senegal yang menyebabkan kekalahan 2-1 saat gol pembuka mereka, Polandia tampak membaik dalam laga kedua melawan Kolombia pada Ahad (24/6), yang akhirnya harus takluk dengan skor 3-0.

Performa kuat mereka dalam laga kualifikasi tampak seperti masa lalu yang jauh sekali, dan striker andalan Robert Lewandowski menyimpulkannya dengan komentarnya yang acuh tak acuh setelah kekalahan oleh “Los Cafeteros” di Arena Kazan.

“Mungkin itu yang bisa kami lakukan. Mari kita jujur, itu tidak seperti kita kalah oleh juara. Jadi kami berjuang, kami berusaha melakukan yang terbaik, tetapi pada saat ini kami tidak bisa berbuat lebih banyak lagi,” kata striker Bayern Munich yang produktif itu kepada TV Polandia.

“Banyak hal yang tidak berjalan sebagaimana seharusnya hari ini, selama Piala Dunia ini. Saya sendirian, kami berjuang, saya berjuang, saya melakukan semua yang saya bisa, tetapi pertarungan tidak cukup untuk memenangkan pertandingan Piala Dunia, Anda juga harus memiliki kualitas, dan kami memiliki terlalu sedikit kualitas,” jelasnya.

Polandia memimpin grup kualifikasi mereka hampir dari awal hingga akhir, berakhir dengan delapan kemenangan, satu hasil imbang dan satu kekalahan dengan Lewandowski memimpin kualifikasi Eropa dengan 16 dari total 28 gol.

Permainan menyerang mereka pada Minggu tampak terbatas untuk mengumpan bola panjang kepada Lewandowski, yang sering harus turun kembali dengan harapan menerima lebih banyak operan bola.

Kolombia melakukannya dengan baik untuk menutup penyerang itu dengan dua pemain yang selalu menempel ketat, dan Polandia tidak memiliki kualitas atau keterampilan mengubah taktik mereka.

“Malam ini praktis kami menggunakan semua pasukan kami yang tersedia ketika hadir untuk bermain ofensif. Kami mencoba menyerang tetapi tidak ada permainan yang mengalir,” kata pelatih Polandia Adam Nawalka kepada wartawan.

“Sayangnya kami tidak efisien dan efektif. Tim lawan lebih baik dalam hal kualitas dan penguasaan bola,” tambahnya.

Gol pembuka Kolombia di menit ke-40 memaksa Polandia untuk lebih ofensif, dan hal itu akhirnya memberikan lebih banyak ruang bagi tim Amerika Latin tersebut untuk mengalir bebas. Gol kedua dan ketiga tercipta dalam waktu lima menit untuk Kolombia.

“Kami tahu bahwa kami mencoba untuk menutup pemain lawan tetapi selangkah demi selangkah kami mencoba bermain lebih ofensif,” kata Nawalka.

“Sudah jelas ada lebih banyak ruang bebas untuk tim Kolombia, dan mereka benar-benar memanfaatkannya dengan baik dan itulah mengapa mereka menang,” jelasnya. (Ant/Su02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

3 Kunci Sukses Pasarkan Properti Saat Wabah Covid-19

Webinar ini sendiri sengaja diadakan oleh Lamudi untuk membantu para pangembang properti memasarkan produk mereka agar tetap mendapatkan hasil yang maksimal di tengah pandemi corona.

Pasca Kecelakaan Tulang Belakang, Kaki Sering Nyeri dan Perih, Apa Sebabnya?

Pada 16 tahun yang lalu saya pernah kecelakaan dan tiga ruas tulang belakang remuk. 3 bulan awal kaki kiri saya tidak bisa berjalan, 6 bulan berikutnya sudah bisa jalan walaupun tidak sekuat kaki kanan, sampai sekarang.

Breaking News: Akhirnya, Presiden Jokowi Putuskan Tes Massal Covid-19

Tidak mengambil kebijakan Lockdown, Presiden Jokowi akhirnya lebih memilih melakukan tes massal Covid-19.

Tahukah Anda, Berwudhu Dapat Kurangi Risiko Tertular Virus Corona?

Berwudhu merupakan kegiatan yang tak bisa dipisahkan dari muslim.. Tahukah anda bahwa berwudhu bisa mengurangi resiko tertular virus Corona?

Cegah Kepanikan, AMSI Imbau Media Kedepankan Kode Etik dalam Pemberitaan Wabah Corona

Wens menjelaskan beberapa langkah yang harus dilakukan media-media anggota AMSI dalam pemberitaan terkait virus Covid-19 tersebut.

Fahira: Milenial Butuh Teladan, Bukan Tik Tok untuk Membumikan Pancasila

"Membumikan Pancasila secara populer sah-sah saja, tetapi yang dibutuhkan millenial saat ini bukan itu. Milenial butuh teladan dari para penyelenggara negara dan para pemimpin bangsa," kata Fahira

TERPOPULER

close