FIFA Sanksi Federasi Polandia Terkait Spanduk Politis


RUSIA, SERUJI.CO.ID –  FIFA mengatakan pada Sabtu (23/6) malam bahwa pihaknya menjatuhkan denda 10.000 franc Swiss kepada Asosiasi Sepak Bola Polandia, untuk apa yang disebut sebagai spanduk menyerang yang dipasang para penggemar Polandia saat timnya kalah 1-2 dari Senegal pada pertandingan Piala Dunia pada Selasa.

“Komite Disiplin FIFA menjatuhkan sanksi kepada Asosiasi Sepak Bola Polandia dengan denda 10.000 franc Swiss dan peringatan untuk spanduk politis dan menyerang yang diperlihatkan para penggemar Polandia,” kata FIFA dalam pernyataannya.

Organisasi sepak bola dunia itu tidak menjelaskan lebih rinci mengenai spanduk yang dimaksud.

Asosiasi Sepak Bola Polandia menolak untuk berkomentar.

FIFA pada awal pekan ini juga mendenda Federasi Sepak Bola Meksiko untuk apa yang disebut sebagai “yel-yel diskriminasi dan melecehkan” oleh para penggemarnya saat Meksiko secara mengejutkan menang 1-0 atas Jerman pada pekan lalu.

Pihaknya juga membuka penyelidikan disiplin terhadap Asosiasi Sepak Bola Argentina dan Federasi Sepak Bola Kroasia untuk apa yang disebut sebagai insiden keributan penonton saat kedua negara itu bertemu pada Kamis.

Penyelidikan disiplin juga dibuka oleh FIFA terhadap dua pemain Swiss Xherdan Shaqiri dan Granit Xhaka untuk selebrasi gol mereka, ketika mereka menang atas Serbia pada Jumat (22/6) di laga Piala Dunia.

Proses serupa juga dilakukan terhadap Asosiasi Sepak Bola Serbia untuk masalah kerusuhan penonton dan terdapatnya apa yang disebut FIFA sebagai pesan politis dan menyerang oleh para penggemar Serbia, sedangkan pelatih Serbia Mladen Krstajic menghadapi penyelidikan FIFA terkait pernyataan yang dilontarkannya setelah pertandingan itu. (Ant/Su02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

3 Kunci Sukses Pasarkan Properti Saat Wabah Covid-19

Webinar ini sendiri sengaja diadakan oleh Lamudi untuk membantu para pangembang properti memasarkan produk mereka agar tetap mendapatkan hasil yang maksimal di tengah pandemi corona.

Pasca Kecelakaan Tulang Belakang, Kaki Sering Nyeri dan Perih, Apa Sebabnya?

Pada 16 tahun yang lalu saya pernah kecelakaan dan tiga ruas tulang belakang remuk. 3 bulan awal kaki kiri saya tidak bisa berjalan, 6 bulan berikutnya sudah bisa jalan walaupun tidak sekuat kaki kanan, sampai sekarang.

Breaking News: Akhirnya, Presiden Jokowi Putuskan Tes Massal Covid-19

Tidak mengambil kebijakan Lockdown, Presiden Jokowi akhirnya lebih memilih melakukan tes massal Covid-19.

Tahukah Anda, Berwudhu Dapat Kurangi Risiko Tertular Virus Corona?

Berwudhu merupakan kegiatan yang tak bisa dipisahkan dari muslim.. Tahukah anda bahwa berwudhu bisa mengurangi resiko tertular virus Corona?

Cegah Kepanikan, AMSI Imbau Media Kedepankan Kode Etik dalam Pemberitaan Wabah Corona

Wens menjelaskan beberapa langkah yang harus dilakukan media-media anggota AMSI dalam pemberitaan terkait virus Covid-19 tersebut.

Fahira: Milenial Butuh Teladan, Bukan Tik Tok untuk Membumikan Pancasila

"Membumikan Pancasila secara populer sah-sah saja, tetapi yang dibutuhkan millenial saat ini bukan itu. Milenial butuh teladan dari para penyelenggara negara dan para pemimpin bangsa," kata Fahira

TERPOPULER

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

close