Kalahkan Chievo 2-1, Napoli Pertahankan Peluang Rebut Gelar Juara

MILAN, SERUJI.CO.ID – Napoli gagal memaksimalkan penalti dan memberikan gol kepada lawan, sebelum akhirnya mencetak dua gol untuk mengamankan kemenangan 2-1 atas tim papan bawah Chievo pada Ahad (8/4), serta mempertahankan peluangnya dalam perburuan meraih gelar Liga Italia.

Peluang Napoli untuk meraih gelar terlihat menipis setelah Dries Mertens melihat penaltinya tidak berbuah gol pada awal babak kedua, dan Mariusz Stepinski membawa “The Flying Donkeys” memimpin saat pertandingan tinggal menyisakan 17 menit.

Namun, pemain pengganti Arkadiuz Milik menanduk bola untuk menyamakan kedudukan saat waktu tinggal menyisakan semenit, dan Amadou Diawara mencetak gol penentu kemenangan pada menit ketiga masa tambahan waktu untuk membawa Napoli tertinggal empat poin dari pemuncak klasemen Juventus.

Juventus, yang mengincar gelar liga ketujuhnya secara beruntun, memimpin dengan 81 poin setelah mereka menang 4-2 di markas Benevento pada Sabtu (7/4), di mana Napoli mengoleksi 77 poin, Roma memiliki 60 poin, dan Inter Milan mengoleksi 59 poin.

“Kami memenangi pertandingan yang layak kami menangi,” kata pelatih Napoli Maurizio Sarri.

“Kelihatannya terdapat kutukan pada pertandingan. Statistik-statistik terang-terangan berpihak kepada kami dan akhirnya menghadirkan logika pada pertandingan.”

“Saya sangat senang untuk para penggemar karena kami tidak akan membalikkan situasi tanpa mereka.”

Napoli mendominasi pada babak pertama namun tidak mampu menemukan jalan untuk menaklukkan area penalti Chievo yang dipadati pemainnya.

Napoli mendapatkan hadiah penalti pada menit ke-51 setelah Dabio Depaoli memegang lengan Dries Mertens. Rasa lega di San Paolo begitu jelas, namun hal itu berusia sangat singkat ketika sepakan penalti pemain Belgia itu digagalkan Stefano Sorrentino.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Ruang Publik yang Manusiawi bersama Pancasila

Indeks dalam konteks ini telah berhasil mengucapkan sayonara pada ide sekularisme.

Penegakan Hukum Yang Kaya Kezaliman dan Miskin Rasa Keadilan

Bercermin kepada praktek penegakan hukum di Indonesia beberapa tahun tarakhir, khususnya di era Rezim Pemerintahan saat ini, tentunya kita melihat banyaknya praktek-praktek penanganan kasus hukum yang masih jauh dari apa yang diharapkan.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Kemcer Di Curug Cipeteuy

Diserbu Penumpang, Tarif Kapal Pelni Kendari-Jakarta Hanya Rp529 Ribu

Kebetulan harga tiket kapal laut milik Pelni masih relatif murah. Untuk penumpang dewasa dari Kendari hingga Tanjung Priuk, Jakarta Utara hanya dibanderol Rp529 ribu, termasuk tiket kapal super ekspres Jetliner Kendari-Baubau hanya Rp100 ribu perpenumpang.