Beşiktaş Masih Menempel İstanbul Başakşehir

Ankara, Seruji.com — Beşiktaş berhasil mencuri poin penuh di Osmanlı Stadyumu, markas Osmanlıspor, di Ankara pada Senin (16/1) malam waktu Turki atau Selasa (17/1) dini hari.

Pada pekan ketujuh belas Türkiye Süper Lig (Liga Super Turki, LST), Osmanlıspor menjamu Beşiktaş. Pada lima pertemuan terakhir antara keduanya, tercatat sekali imbang dan Beşiktaş menang empat kali.

Pada 8′, Koray Altınay mendapatkan hukuman kartu kuning.

Pemain pinjaman dari Benfica, Anderson “Talisca”, sukses mencetak gol untuk Beşiktaş pada 20′ berkat dukungan Oğuzhan Özyakup.

Ricardo Quaresma terkena hukuman kartu kuning pada 42′ atas pelanggaran beratnya.

Babak pertama berakhir dengan skor sementara 0-1.

Bek Beşiktaş asal Brasil, Marcelo, diganjar kartu kuning pada 46′ karena melakukan pelanggaran berat.

M. Bayır digantikan oleh Aykut Demir, pemain pinjaman dari Trabzonspor, pada 53′. Dua menit setelah itu, wasit Ali Palabıyık menunjukkan kartu kuning kepada Numan Çürüksü.

Secara bergantian, Beşiktaş dan Osmanlıspor masing-masing melakukan pergantian pemain dua kali pada 63′, 64′, 70′, dan 73′.

Pada 79′, Kerim Frei menggantikan Ryan Babel.

Cenk Tosun menggenapkan skor Beşiktaş sekaligus menutup pertandingan dengan skor 0-2 untuk kemenangan tandang Beşiktaş pada 93′. Beşiktaş masih tetap berada di posisi kedua (38 poin), di bawah Osmanlıspor (39 poin), pada klasemen sementara LST.

Skuat Osmanlıspor (4-2-3-1): Ž. Karčemarskas, N. Çürüksü, V. Procházka, A. Vršajević, M. Bayır, K. Altınay, M. Güven, A. Umar, A. Maher, A. Regattin, dan P. Webó.

Cadangan: D. Delarge, E. Kılıçaslan, H. Arıkan, Ł. Szukała, R. Lawal, A. Demir, dan R. Rusescu.

Skuat Beşiktaş (4-2-3-1): Fabricio, Marcelo, D. Tošić, G. Gönül, A. Correia, Atiba Hutchinson, Oğuzhan Özyakup, Ricardo Quaresma, Anderson Talisca, Ryan Babel, dan Cenk Tosun.

Cadangan: A. Beck, M. Mitrović, T. Arslan, Tolga Zengin, Kerim Frei, N. Uysal, dan Gökhan İnler.

(ais)

Keterangan foto: Anderson Talisca mempertahankan bola dari seorang pemain Osmanlıspor yang berusaha merebut. Sumber foto: bjk.com.tr

Reporter : Rian
Editor   : Rian

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Prabowo, Jokowi dan Massa

Bila peristiwa 212 yang penuh makna direvisi pada versi pengkerdilan, sebuah perubahan sosial yang akan terjadi setelahnya sulit diprediksi. Itu seperti terjadi beberapa waktu sebelum keruntuhan rezim Suharto dua dekade lalu.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.