Muru’ah

0
32

Jakarta, Seruji.com– Pengertian “muru’ah” dari segi bahasa adalah kehormatan dan harga diri. Al-Fayumi mendefinisikan muru’ah sebagai akhlak kejiwaan yang membawa seseorang untuk senantiasa berakhlak baik dan memiliki sikap menawan. Sedangkan Al-Kafawi mendefinisikan muru’ah sebagai tabiat kemanusiaan, bahkan keperwiraan yang sempurna.

Sedangkan dari segi istilah, muru’ah bermakna salah satu akhlak islami yang dapat mengantarkan seseorang untuk memiliki jiwa yang bersih dan tidak terkungkung dan di perbudak oleh nafsu syahwatnya, karena karakter seorang muslim mempunyai cita cita (Himmah) yang tinggi dan sangat tidak suka pada sesuatu yang buruk, rendah dan hina.
Suatu ketika Mu’awiyah bin abi sufyan bertanya kepada Amr bin Al ash tentang muru’ah ini, Amr bin Al ash menjawab Muru’ah adalah bertakwa kepada Allah dan menjaling silaturrahim. Muawiyah lalu bertanya pada Mughirah tentang muru’ah, ia menjawab, adalah menjaga diri dari sesuatu yang dilarang oleh Allah dan melakukan sesuatu yang dihalalkan oleh-Nya. Mughirah juga pernah bertanya hal yang sama pada Yazid, dan ia menjawab, Muru’ah adalah sabar atas musibah, bersyukur atas nikmat, dan memaafkan kesalahan orang lain.
Di dalam Al Qur’an banyak dalil terkait perintah tentang muru’ah ini, di antaranya firman Allah Ta’ala: “Jadilah engkau seorang yang pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta berpalinglah daripada orang-orang bodoh.”(QS. Al-A’raf: 199).
Abdullah bin Zubair menjelaskan, Tidaklah ayat ini diturunkan kecuali untuk menerangkan akhlak. Diriwayatkan oleh Sufyan bin Uyainah dari Asy-Sya’bi, ia berkata, Sesungguhnya malaikat Jibril turun membawa ayat ini kepda Nabi Muhammad, kemudian beliau bertanya, Ayat apa ini wahai Jibril? Sang malaikat menjawab, Saya tidak tau. Saya akan tanyakan kepada Zat Yang Maha Mengetahui. Dalam riwayat lain disebutkan, Saya akan bertanya kepada Tuhanku. Jibril lalu pergi dan beberapa saat datang kembali, ia berkata, Sesungguhnya Allah memerintahkanmu untuk memaafkan orang yang berbuat zalim kepadmu, memberikan sesuatu kepada seseorang yang menahan pemberiannya kepadamu, dan menjaling hubungan dengan seseorang yang memutuskan hubungan denganmu.
Sifat muru’ah Rasulullah Saw, Ibnu Ishak sebagai salah satu ahli sejarah Nabi paling muktabar meriwayatkan sebagaimana berikut, Pada saat Rasulullah masih remaja, Allah telah memelihara dan melindungi beliau dari sifaf-sifat kotor kaum jahiliyah. Itu karena Allah menghendaki beliau menjadi orang terhormat, dan kelak akan diangkat sebagai Rasul-Nya. Beliau memang hidup di tengah-tengah agama kaumnya, tetapi Allah kemudian mengangkatnya sebagai sosok yang memiliki sifat muru’ah paling tinggi di antara mereka, memiliki akhlak paling sempurna, paling baik pergaulannya, paling baik sikapnya terhadap tetangganya, paling jujur perkataannya, paling besar sifat amanahnya dan paling jauh dari sifat keji dan hina.
Pendek kata, Rasulullah Saw adalah sauri tauladan kita sebagai ummat muslim baik untuk urusan dunia dan akhirat, Rasulullah Saw sangat terhindar dari akhlak yang dapat menodai kesempurnaan peribadinya. Ia adalah pribadi sempurna yang sudah ada sejak kecil dan dipelihara oleh Allah sehingga tidak terkontaminasi dari akhlak jahiliyah. Kepribadian Rasulullah yang suci ini telah terawat sejak kecil pada diri sang Rasul. Karenanya, ketika beliau diutus Allah untuk menyampaikan risalah penutup kenabian, yang diprioritaskan pertama kali adalah menanamkan akhlak yang baik atau akhlaqul karimah tersebut di tengah-tengah masyarakat.
Sebuah Hadits yang bersumber dari Abu Hurairah r.a Rasulullah Saw bersabda, Kemuliaan orang mukmin ada pada agamanya, kehormatannya ada pada akalnya, sedangkan keutamaannya ada pada akhlaknya. Ada pun riwayat dari Abu Mas’ud, Di antara sabda Nabi yang dikenal luas oleh manusia adalah, jika engkau tidak memiliki rasa malu, maka berbuatlah sesukamu. Idza lam tastahyi fashna’ ma tasya’!!!
Wallahu A’lam bishawab. (jamal)

Keterangan foto: ilustrasi (ist)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

Ketua DPD Bertemu Ketua Parlemen Vietnam

HANOI, SERUJI.CO.ID - Ketua DPD RI Oesman Sapta bertemu dengan Ketua Parlemen Vietnam Nguyen Thi Kim Ngan membahas sejumlah isu terkait hubungan Indonesia dan negara...
Khofifah-Emil

Khofifah-Emil Lengkapi Berkas Pendaftaran di KPU Jatim

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Pasangan bakal calon gubernur dan wakilnya untuk Pemilihan Kepala Daerah Jawa Timur 2018, Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak, melengkapi berkas persyaratan pendaftaran...

Ketua MPR: Wujudkan Agenda Reformasi Belum Terwujud

CIAMIS, SERUJI.CO.ID - Ketua MPR RI Zulkifli Hasan mengajak seluruh masyarakat mewujudkan agenda reformasi yang belum terwujud seperti masih adanya kesenjangan ekonomi dan politik serta...
Kebun Raya Mangrove

Pertama di Asia Tenggara, Kebun Raya Mangrove Dibangun di Surabaya

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Pemerintah Kota Surabaya menindaklanjuti pengembangan kawasan Wisata Wangrove Wonorejo menjadi Kebun Raya Mangrove (KRM) yang pertama di Asia Tenggara. Wali Kota Surabaya Tri...
Penggelapan dana

Jaksa Tahan Tersangka Korupsi Proyek Transmigrasi Trumon

TAPAKTUAN, SERUJI.CO.ID - Penyidik Kejaksaan Negeri Aceh Selatan menahan dua tersangka dugaan korupsi pembangunan lokasi transmigrasi di Despot Ujong Tanoh, Gampong Ujung Tanoh, Kecamatan Trumon. Kajari...
loading...
tweet

Berjilbab Tapi Korupsi, Bukan Najwa Shihab

"Esensi Islam tidak terletak pada Pakaian yg dikenakan tapi pada Akhlak yg dilaksanakan (Gus Dur) Berhijab tp Korupsi, Najwa Sihab tak berhijab dapat Penghargaan Tokoh...
sumber: harianterbit

Peringatan 44 Tahun Peristiwa MALARI: Mengembalikan Reformasi yang Kita Mau

Pada 15 Januari 2018 lalu, bertepatan dengan 44 tahun Peristiwa 15 Januari 1974 yang lebih dikenal dalam catatan sejarah sebagai Peristiwa Malapetaka Lima Belas...

Orang yang Tidak Bisa Dipercaya Selama-lamanya

Apakah kita harus terus menerus berprasangka baik dan mempercayai seseorang? Allah memberi pelajaran penting : ada orang yang tidak bisa dipercaya selamanya, karena bukti-bukti...