Muru’ah

0
28

Jakarta, Seruji.com– Pengertian “muru’ah” dari segi bahasa adalah kehormatan dan harga diri. Al-Fayumi mendefinisikan muru’ah sebagai akhlak kejiwaan yang membawa seseorang untuk senantiasa berakhlak baik dan memiliki sikap menawan. Sedangkan Al-Kafawi mendefinisikan muru’ah sebagai tabiat kemanusiaan, bahkan keperwiraan yang sempurna.

Sedangkan dari segi istilah, muru’ah bermakna salah satu akhlak islami yang dapat mengantarkan seseorang untuk memiliki jiwa yang bersih dan tidak terkungkung dan di perbudak oleh nafsu syahwatnya, karena karakter seorang muslim mempunyai cita cita (Himmah) yang tinggi dan sangat tidak suka pada sesuatu yang buruk, rendah dan hina.
Suatu ketika Mu’awiyah bin abi sufyan bertanya kepada Amr bin Al ash tentang muru’ah ini, Amr bin Al ash menjawab Muru’ah adalah bertakwa kepada Allah dan menjaling silaturrahim. Muawiyah lalu bertanya pada Mughirah tentang muru’ah, ia menjawab, adalah menjaga diri dari sesuatu yang dilarang oleh Allah dan melakukan sesuatu yang dihalalkan oleh-Nya. Mughirah juga pernah bertanya hal yang sama pada Yazid, dan ia menjawab, Muru’ah adalah sabar atas musibah, bersyukur atas nikmat, dan memaafkan kesalahan orang lain.
Di dalam Al Qur’an banyak dalil terkait perintah tentang muru’ah ini, di antaranya firman Allah Ta’ala: “Jadilah engkau seorang yang pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta berpalinglah daripada orang-orang bodoh.”(QS. Al-A’raf: 199).
Abdullah bin Zubair menjelaskan, Tidaklah ayat ini diturunkan kecuali untuk menerangkan akhlak. Diriwayatkan oleh Sufyan bin Uyainah dari Asy-Sya’bi, ia berkata, Sesungguhnya malaikat Jibril turun membawa ayat ini kepda Nabi Muhammad, kemudian beliau bertanya, Ayat apa ini wahai Jibril? Sang malaikat menjawab, Saya tidak tau. Saya akan tanyakan kepada Zat Yang Maha Mengetahui. Dalam riwayat lain disebutkan, Saya akan bertanya kepada Tuhanku. Jibril lalu pergi dan beberapa saat datang kembali, ia berkata, Sesungguhnya Allah memerintahkanmu untuk memaafkan orang yang berbuat zalim kepadmu, memberikan sesuatu kepada seseorang yang menahan pemberiannya kepadamu, dan menjaling hubungan dengan seseorang yang memutuskan hubungan denganmu.
Sifat muru’ah Rasulullah Saw, Ibnu Ishak sebagai salah satu ahli sejarah Nabi paling muktabar meriwayatkan sebagaimana berikut, Pada saat Rasulullah masih remaja, Allah telah memelihara dan melindungi beliau dari sifaf-sifat kotor kaum jahiliyah. Itu karena Allah menghendaki beliau menjadi orang terhormat, dan kelak akan diangkat sebagai Rasul-Nya. Beliau memang hidup di tengah-tengah agama kaumnya, tetapi Allah kemudian mengangkatnya sebagai sosok yang memiliki sifat muru’ah paling tinggi di antara mereka, memiliki akhlak paling sempurna, paling baik pergaulannya, paling baik sikapnya terhadap tetangganya, paling jujur perkataannya, paling besar sifat amanahnya dan paling jauh dari sifat keji dan hina.
Pendek kata, Rasulullah Saw adalah sauri tauladan kita sebagai ummat muslim baik untuk urusan dunia dan akhirat, Rasulullah Saw sangat terhindar dari akhlak yang dapat menodai kesempurnaan peribadinya. Ia adalah pribadi sempurna yang sudah ada sejak kecil dan dipelihara oleh Allah sehingga tidak terkontaminasi dari akhlak jahiliyah. Kepribadian Rasulullah yang suci ini telah terawat sejak kecil pada diri sang Rasul. Karenanya, ketika beliau diutus Allah untuk menyampaikan risalah penutup kenabian, yang diprioritaskan pertama kali adalah menanamkan akhlak yang baik atau akhlaqul karimah tersebut di tengah-tengah masyarakat.
Sebuah Hadits yang bersumber dari Abu Hurairah r.a Rasulullah Saw bersabda, Kemuliaan orang mukmin ada pada agamanya, kehormatannya ada pada akalnya, sedangkan keutamaannya ada pada akhlaknya. Ada pun riwayat dari Abu Mas’ud, Di antara sabda Nabi yang dikenal luas oleh manusia adalah, jika engkau tidak memiliki rasa malu, maka berbuatlah sesukamu. Idza lam tastahyi fashna’ ma tasya’!!!
Wallahu A’lam bishawab. (jamal)

Keterangan foto: ilustrasi (ist)

BAGIKAN
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA TERBARU

menteri agama, lukman hakim saifuddin

Menag Butuh Masukan Ormas Terkait Penghayat Kepercayaan

KARAWANG, SERUJI.CO.ID - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin membutuhkan masukan dari ormas-ormas keagamaan untuk menindaklanjuti putusan Mahkamah Konstitusi terkait dengan penghayat kepercayaan. "Sebaiknya terlebih dahulu mendengar...
Soekarwo

Nama Cawagub Khofifah Diumumkan Pekan Ini

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Ketua DPD Partai Demokrat (PD) Jatim sekaligus Gubernur Jawa Timur Soekarwo mengaku sudah mengantongi satu nama calon wakil gubernur (cawagub) pendamping...
Syaiful Huda

PKB Sodorkan Syaiful Huda Jadi Cawagub Emil

BANDUNG, SERUJI.CO.ID - Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin telah menyodorkan kadernya untuk menjadi Cawagub Jawa Barat mendampingi Ridwan...

KANAL WARGA TERBARU

Sanad Menghilangkan Fitnah Berita

Contoh, ada seorang yang mengabarkan sebuah berita :"Ada penyusup di HMI, jadi bertindak rusuh!". Yang membaca bisa salah persepsi. Ada yang memahami masuknya penyusup saat...

Fenomena Lepas Jilbab

Lepas jilbab dalam bahasan ini bermakna melepas jilbab dengan niat tidak menutup aurat yang seharusnya tidak diperlihatkan. Penekanannya bukan untuk menyalahkan pihak yang setuju...
KH. Luthfi Bashori

SELAGI PEMIMPIN ITU MASIH SHALAT, JANGAN DIPERANGI SECARA FISIK

Luthfi Bashori St. Ummul Mukminin St. Ummu Salamah Ra menuturkan, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “Sesungguhnya akan diangkat penguasa di kalanganmu, lalu engkau ketahui mereka...