
Kegiatan yang diikuti sekitar 30 peserta wanita dan dua puluh peserta pria ini didominasi oleh anak-anak muda, walau terdapat juga peserta yang telah berumur limapuluhan.
Proram LBQ ini diadakan rutin sebulan sekali sejak setahun lalu. Program yang mengisi akhir pekan dengan kegiatan positif ini cukup diminati oleh berbagai kalangan, dari mahasiswa hingga pegawai dan ibu rumah tangga.
Saat ditemui terpisah, dokter yang sering berceramah agama dengan mengkaitkan kejadian-kejadian dan profesinya sebagai dokter bedah, menyampaikan pesan bahwa sudah terlalu banyak hal-hal yang membuat kaum muslimin menganggap menghafal Alquran itu sakral, sulit, dan hanya orang-orang tertentu yang bisa.
Padahal, lanjutnya, umat di zaman Nabi Muhammad adalah umat yang ummi, tak bisa baca tulis, dan hanya dengan menghafal kaum muslimin bisa mendekat kepada Alquran.
“Artinya, Quran memang diturunkan untuk dihafal dan dijamin mudah dihafal,” ungkapnya.

Diakhir kegiatan Sagiran mengajak semua kalangan umat Islam untuk berbondong-bondong menjadikan kegiatan menghafal, mengaji dan mengkaji Al Quran sebagai sebuah kebiasaan sehari-hari sekaligus obat pelipur dari berbagai tekanan hidup dunia yang fana ini. (CJ Hnf/Hrn)

Assalamualaikum ust.
ana sangat tertarik dengan program LBQ
Ana sangat kepingin bisa gabung apa masih ada quota untuk bulan depannya??
Bisa ana minta no kontak wa antum ust.
Afwan