Hadir di Kalteng, Ustadz Somad Akan Dikawal Penuh oleh Banser NU

PALANGKARAYA, SERUJI.CO.ID – Ustadz Abdul Somad dijadwalkan akan hadir di Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah untuk memberikan ceramah di beberapa tempat. Rencana kehadiran dai asal Riau ini mendapatkan perhatian khusus dari Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Kalimantan Tengah (Kalteng).

Ketua PW GP Ansor Kalteng, Elly Saputra mengungkapkan bahwa kehadiran ustadz yang kondang dengan julukan “Dai Sejuta Viewer” ini, akan mendapatkan pengawalan khusus dari Barisan Serbaguna (Banser) NU.

“Anggota Banser NU akan mengawal dan menjaga ustadz Abdul Somad di ring satu. Dan sebagian kita tempatkan sesuai arahan pihak kepolisian dan TNI,” ungkap Elly kepada wartawan di Palangkaraya, sebagaimana diberitakan Warga SERUJI, Sabtu (20/1).

Elly juga menjelaskan bahwa selama di Kalteng, ustadz Somad dikawal khusus oleh Banser dan jajaran Ansor karena diduga ada pihak-pihak yang tidak suka kehadiran dai yang juga merupakan ulama Nahdatul Ulama (NU) ini.

Baca juga: Fahri: Pemerintah Harus Kutuk Keras Hongkong Terkait Deportasi Ustadz Somad

Menyikapi adanya peristiwa penolakan terhadap ustadz Somad di daerah lain, Elly menegaskan bahwa kabar yang mengatakan NU turut serta dalam kelompok yang menolak, adalah fitnah.

“Waktu UAS ditolak di daerah lain, justru NU lah yang menjembatani komunikasi dengan pihak-pihak penolak dan ikut mengawal UAS. Sama halnya di Palangkaraya nanti, kami segenap jajaran Banser akan siap mengawal sampai acara selesai,” tegasnya.

Dijadwalkan ustadz Abdul Somad akan mengisi tausiyah di Acara Tabliqh Akbar yang diadakan di Masjid Raya Darussalam, jalan G. Obos, Palangkaraya, Kalteng, Jum’at (26/1) pukul 19.00 WITA.  Acara Tabliqh Akbar tersebut dalam rangka pernikahan Gubernur Kalimantan Tengah, H. Sugian Sabran dan Ibu Zulistra Ivo Azhari.

Baca juga: Diduga Hina dan Fitnah Ustadz Somad, Wartawan Ini Akhirnya Diberhentikan

Setelah dari Masjid Raya Darusslam, ustadz Somad akan melanjutkan mengisi tausiyah di Masjid Nurul Islam, jalan A. Yani, Palangkaraya, Kalteng, Sabtu (27/1) pagi, pukul 03.30.

Diperkirakan puluhan ribu orang akan hadir untuk mendengarkan tausiyah dari dai yang banyak dikagumi umat Islam ini karena ceramahnya yang tegas dan disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami oleh msyarakat. (ARif R)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Bisa Terima Capres Yang “Ikut” Perayaan Natal, Kenapa Keberatan Jika Hadiah Lomba dari Denny JA?

Karena sifat lomba ini yang sedemikian terbuka, tentu pihak-pihak yang mendukung wacana "NKRI Bersyariah" ini dapat juga menulis pemikirannya dan ikut serta dalam lomba ini. Apalagi jelas-jelas topik yang dilombakan ini adalah MENGUPAS esai yang ditulis Denny JA. Apakah mengupas dalam koteks setuju dengan tesis Denny JA, maupun tidak bersepakat dengannya.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER