Dukung #MuslimKuasaiMedia Dengan Bergabung di Group Telegram

JAKARTA – Media mainstream di Indonesia saat ini baik elektronik, cetak maupun online, pola dan perilaku pemberitaannya dinilai kian hari kian meresahkan umat Islam.

Umat Islam sering kali “didzalimi” lewat aneka bombardir pemberitaan negatif yang merugikan. Lewat framing culas, adu domba, berita tidak berimbang, tidak cover bothside, serta aneka trik kotor lainnya, yang ujung-ujungnya merugikan umat dan mengancam keutuhan kerukunan beragama.

Ironis memang, umat Islam yang menjadi mayoritas di negeri ini, justru menjadi minoritas dalam kepemilikan media. Umat Islam hampir-hampir tidak memiliki media arus utama (mainstream) yang berpihak pada kepentingan umat.

Oleh karena itu, penting sekali bagi umat Islam untuk mulai membangun media yang memberikan informasi yang jujur, adil, berimbang sekaligus yang mendidik. Media yang berpihak pada kebenaran dengan menjunjung kode etik jurnalisme dan nilai-nilai Islam. Diharapkan media tersebut nantinya mampu berperan signifikan untuk kemajuan bangsa Indonesia.

Aksi Damai 411 dan Aksi Super Damai 212 yang telah suskes mempersatukan umat islam indonesia perlu di dukung dengan media, Seorang Netizen, Bapak Ferry Koto (twitter: @ferrykoto) pada 1 Syawal 1437H (6 Juli 2016) menggagas untuk bergotong royong membangun media yang baik, yang berpihak pada kepentingan umat dan Islam, seperti harapan yang disampaikan di atas.

Gerakan tersebut telah mendapat dukungan luas dan telah melahirkan sebuah koperasi bernama Swamedia Mitra Bangsa sebagai Perusahaan Pers pertama di Indonesia yang berbadan Hukum Koperasi. Lewat Koperasi inilah umay dapat memiliki perusahaan pers secara bersama0sama dan ujungnya #MuslimKuasaiMedia akan berwujud.

Gerakan Gotong Royong #MuslimKuasaiMedia (GMKM) sampai saat ini (4/1/2017) telah memiliki Pengurus Daerah (Pengda) Tingkat Propinsi di 12 Propinsi dan memiliki perwakilan di seluruh propinsi di Indonesia yang siap menjadi Pengda-pengda baru. Di beberapa Pengda seperti Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Timur, Banten, Jateng, juga telah terbentuk Koordinator Wilayah (Korwil) Kabupaten/Kota.

Berbagai kalangan mendukung gagasan ini, seperti KH. Sholahuddin Wahid (Gus Sholah) dari Ponpes Tebu Ireng Jombang, Fahira Idris DPD RI, Dr. Syahganda Nainggolan Direktur Sabang Merauke Circle, Dr. Eggi Sujana Cendikiawan Muslim dan banyak lainnya.

Dukungan juga datang dari Habib Rizieq Syihab, Imam Besar FPI yang juga Ketua Dewan Pembina GNPF-MUI. Dalam pertemuan dengan Media Centre GNPF-MUI Gerakan GMKM juga berkomitmen mendukung dan menjadi media bagi kelanjutan Perjuagan Umat 411 dan 212.

Jika Anda bersepakat dengan gagasan ini, silakan bergabung dengan kami dalam Koperasi Swamedia Mitra Bangsa melalui Link Telegram berikut; http://t.me/SejutaUmatMendukung

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER