Dewan Masjid Indonesia: Hadang Gerakan Pro-LGBT Melalui Masjid

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Sekretaris Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi Jawa Timur, Suhadi menyebut masjid sebagai benteng untuk membendung gerakan pro-GBT.

“Karena masjid sebuah sentral gerakan di dalam membendung LGBT supaya tidak berkembang lelusa. Memang masjid ini adalah sentral kegiatan umat islam,” katanya seusai acara Deklarasi anti LGBT di masjid Al-Falah, Surabaya, Sabtu (3/3).

Menurut Suhadi, gerakan pro-LGBT harus dihadang karena meracuni dan merusak generasi muda.

“Karena pengaruh ini luar biasa, kalau sudah meracuni pikiran-pikiran anak kita maka tentu perkembangan LGBT ini akan merajalela. Ketika dakwah, kita fokus pada LGBT ini Insya Allah laju LGBT paling tidak diminimalisir,” jelasnya.

Ia berharap pembuat kebijakan mendengar aspirasi organisasi dakwah se-Surabaya, terutama pada pembuat UU di DPR.

“Kalau itu masih tuli, kita akan bikin gerakan-gerakan selanjutnya di daerah-daerah, untuk didengar pembuat kebijakan, kami sarankan pada komisi III DPR untuk mendengar aspirasi kaum muslimin, kaum pemerhati LGBT agar tak berkembang,” tandasnya. (Luh/Hrn)

Ingin mengabarkan peristiwa atau menulis opini? Silahkan tulis di kanal WARGA SERUJI dengan klik link ini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

BERITA TERBARU

TERPOPULER