
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa pembangunan bangsa Indonesia kedepan sangat tergantung pada kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia yang sehat fisik dan mental serta mempunyai keterampilan dan keahlian kerja, sehingga mampu membangun mulai dari keluarga yang bersangkutan untuk mempunyai pekerjaan dan penghasilan yang tetap dan layak sehingga mampu memenuhi kebutuhan hidup, kesehatan dan pendidikan anggota keluarganya hingga mampu membangun Indonesia dalam persaingan global.
Kesepakatan-kesepakatan Indonesia dalam perjanjian internasional yakni bersedia membuka pasar SDM dan jasa, adalah sebagai peluang dan juga tantangan bagi Indonesia. Karena angkatan kerja Indonesia setiap tahunnya meningkat tapi tidak diimbangi dengan peningkatan kompetensi. Dari data yang disampaikan oleh Kepala BPS Suhariyanto dari jumlah angkatan kerja sebanyak 128,06 juta di Agustus 2017 lalu, sebanyak 7,04 juta orang tercatat pengangguran. Dan salah satu penyebabnya karena kenaikan jumlah angkatan kerja sebanyak 2,62 juta orang, dan kenaikan itu tidak mampu diserap industri. Oleh karena itu mau tidak mau SDM Indonesia harus didorong untuk melakukan percepatan peningkatan kompetensi dan sertifikasi profesi, agar mampu bersaing di pasar kerja internasional. Ini adalah sebuah peluang besar bagi ketenagakerjaan Indonesia bila mampu meningkatkan kompetensi SDMnya. Beberapa langkah yang harus disiapkan Indonesia adalah :
- Mempersiapkan SDM yang berkualitas dengan Meningkatkan kompentensi SDM Indonesia, baik melaluii .jalur pendidikan, pelatihan maupun hal lainnya. Penting di sini pendidikan pada jalur-jalur vokasi harus sering melakukan praktek kerja di laboratorium baik di institusi pendidikan maupun di perusahaan. Sehingga wajiblah institusi pada jalur ini harus memiliki fasilitas praktek yang memiliki kualitas terbaik dan terkini.
- Mempersiapkan standar pendidikan maupun pelatihan yang mengadapsi starndar internasional agar kualitas materi pendidikan maupun pelatihan tidak jauh berbeda, ketika nanti para SDM berpeluang mendapatkan pekerjaan di LN
- Melakukan sertifikasi kompetensi bagi seluruh SDM Indonesia yang ingin bekerja baik di dalam negeri maupun di luar negeri, dan tentunay sesuai dengan MRA agar SDM Indonesia dapat berkompetisi dengan SDM di LN.
Dari penjelasan pada item 2 di atas perlu digarisbawahi bahwa dari data BPS menyebutkan bahwa di bulan Agustus 2017 lalu, sebanyak 7,04 juta orang tercatat pengangguran, yanga tertinggi ada pada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) ketimbang pendidikan lain, yanki sebesar 11,41%. Padahal siswa SMK seharusnya bisa lebih leluasa memasuki pasar kerja, mengingat sehari-harinya mereka belajar dibarengi dengan praktek. Bukankah menjadi sebuah pertanyaan jika ternyata lulusan SMK sulit menembus industri, berarti ada beberapa masalah dalam mempersiapkan lulusan yang kompeten, yang menjadi rahasia umum adalah , guru-guru masih perlu ditingkatkan kompetensinya dan juga fasilitas berupa laboratorium praktek harus disediakan dan terkini. Tentu saja seorang guru yang andal harus mampu mempraktekan alat praktek yang canggih terkini. Sehingga kualitas lulusan ini bisa meningkat kompetensinya dan siap untuk melakukan sertifikasi kompetensi agar memiliki daya saing global
Dari penjelasan di atas jelas bahwa mempersiapkan SDM yang kompeten ynmg disertifikasi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) menjadi sasaran untuk mencapai SDM yang berkualitas. Dengan demikian SDM Indonesia tidak akan kalah bersaing dengan SDM luar negeri. Masih rendahnya kompetensi dan belum proporsionalnya SDM Indonesia menjadi sebuah permasalahan tersendiri jika tidak segera diakali. Indonesia merupakan pasar ekonomi yang besar dan potensial dengan besarnya luas wilayah, melimpahnya sumber daya dan tingginya jumlah penduduk.Dari sisi ketanagakerjaan, Indonesia juga merupakan peluang menggiurkan bagi SDM asing. Kementrian SDM mengakui perlu kesiapan yang lebih matang dalam mempersiapkan kualitas sfm Indonesia. Terutama untuk dapat memiliki daya saing yang sesuai dengan standar kualifikasi MRA. Mengingat masih rendahnya produktivitas dan kompetensi SDM di Indonesia demikian juga melalui instrument SKKNI menjadi tantangan untuk semua stakeholders terkait untuk dapat mengembangkan dan menyesuaikan dengan standar internasional. Sehingga nantinya angkatan kerja Indonesia dapat diakui kompetensinya dan mendapatkan akses peluang kerja yang ada di luar negeri Dan Dengan demikian akan meningkatkan daya saing SDM Indonesia di era globalisasi, untuk itu target dalam mempersiapkan SDM yang kompeten .
