“Bukankah mereka yang meminta agar azab kami dipercepat?”

Salah satu rahasia yang diungkapkan dalam Al-qur’an adalah bahwa manusia tidak segera dibalas atas perbuatan yang mereka lakukan, tetapi siksa tersebut ditangguhkan hingga waktu tertentu hal ini termaktub dalam QS Fatir, 35:45 dan QS Al-Kahf, 18:58.

Banyak orang yang tidak segera dibalas atas perbuatan buruk mereka membuat mereka beranggapan tidak akan pernah diminta tanggung jawab atas perbuatan jahatnya hingga tidak mau bertobat, merasa menyesal, dan memperbaiki kesalahan hingga semakin menambah keangkuhan mereka. Mereka tidak menyadari bahwa apa yang mereka lakukan akan menyebabkan datangnya azab yang semakin berat di akhirat kelak (QS Ali Imran, 3:178).

Inilah penangguhan yang diberikan Allah untuk menguji manusia Namun, ada waktu yang telah ditetapkan Allah untuk membalas apa yang mereka perbuat. Ketika waktu yang di tetapkan tiba, waktu itu tidak dapat ditunda atau dipercepat, meski hanya sesaat. Setiap orang pasti akan memperoleh balasan, seperti tertera dalam QS Taha, 20:129.

“dan kalau tidak ada suatu ketetapan terdahulu dari tuhanmu serta tidak ada batas yang telah ditentukan (ajal), pasti (siksaan itu) menimpa mereka. Dan aku akan memberikan tenggang waktu kepada mereka. Sungguh rencanaku sangat teguh.”( QS Al-AnfaL, 8:68).(harun yahya. Beberapa rahasia dalam Al-qur’an, 2004).

Iman kepada Hari Kemudian bagi yang Beriman Sempurna

Pedihnya rasa sakit dan hukuman yang dialami di neraka tidak dapat dibandingkan sakit apa pun di dunia ini. Rasa sakit mereka tidak pernah berkurang. Keadaan mengerikan ini diperburuk oleh penyesalan besar, perasaan putus asa dan kehilangan harapan. Mereka ingin musnah selam-lamanya, tetapi sia-sia.

Mereka yang beriman sempurna terus-menerus merenungkan siksa neraka yang dilukiskan Al-Qur’an dan berpaling kepada Allah. Orang-orang yang beriman sempurna selalumengingat bahwa dia bisa setiap saat menemui malikat kematian dan berlalu menuju ke hari kemudian. Keputusan, sikap, perilaku dan caranya berbicara mencerminkan niatnya agar layak masuk surga dan dijauhkan dari api neraka., sebab tidak seorangpun di dunia ini dapat terlepas dari ganjaran Ilahiah.

Menyadari bahwa timbangan yang tepat akan dipasang pada hari pengadilan, ia tidak ingin kehilangan sebesar zarah pun kebaikan. Dengan cara yang serupa, ia dengan gigih meniadakan perbuatan apa pun yang akan menuai kemurkaan Allah, sebab setiap perbuatan yang dilakukannya akan mendekatkannya ke surga atau ke neraka. Tidak sesuatu pun ada di antara kedua tempat itu.

BACA JUGA:  Abu Dzar al Ghifari, Kemilau di Antara Sarang Penyamun

Mereka yang beriman sempurna dan memiliki kesadaran pasti tentang kenyataan ini merasakan  “takut dan harap” yang berkesinambungan sepanjang hidup mereka. Mereka tidak pernah melupakan keadaan orang-orang entah ke surga atau ke neraka.

Untuk menghindari ketakutan dan penyesalan pada hari kemudian, setiap saat dalam kehidupan, mereka menganggap diri seolah sedang menunggu keputusan Allah atas mereka di hari pengadilan. Mereka menyiapkan diri bagi kehidupan akhirat dengan kesadaran dan keimanan penuh dengan cara seperti orang yang telah melihat indahnya surga dan ngerinya neraka dengan mata kepala sendiri, lalu dikembalikan ke dunia. Simpulannya, keyakinan mutlak mereka yang beriman sempurna memastikan janji yang tidak tergoyahkan untuk lebih mendekat kepada Allah dan tegak dalam ketakutan kepada-Nya. (Harun Yahya. Iman yang sempurna 2005)

Manfaat ketaatan pada Moral A-Qur’an di Bidang Seni

“Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang-orang yang sesat.” (QS Asy-Syu’ara; 26: 224)

Orang-orang yang taat pada moral Al-Qur’an seikapnya akan saling menghargai satu dengan lainnya. Mereka akan selalu berusaha menciptakan kondisi lingkungan yang telah disetujui bersama. Lingkungan yang indah dalam segi estetika.

Karena rasa rindu pada surga, sarana-sarana dunia digunakan sepenuhnya untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan menyenangkan. Semuanya terasa indah di mata, di telinga, dan di seluruh panca indera lainnya. Oleh karena itu, seni dan estetika berkembang dalam semua aspek kehidupan orang-orang yang taat.

Lebih dari itu, orang yang taat kepada agama memiliki hati yang bersih. Oleh sebab itu, tidak ada tekanan dalam pikirannya sehingga dapat menciptakan karya seni orisinal yang indah dan unik.

Selain itu, karya mereka ditujukan untuk menyenangkan sesamanya yang taat, tulus hati, dan sungguh-sungguh. (Harun Yahya. Cara Cepat Meraih Keimanan 2005)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama