Adapun, lanjut dia, transportasi Grab akan mengembangkan layanan transportasi utamanya yang mencakup layanan-layanan transportasi yang diilhami dari kearifan lokal dan solusi-solusi mobilitas baru, yang bekerja sama dengan berbagai penyedia layanan transportasi dan produsen kendaraan.
Grab juga akan berkolaborasi dengan pemerintah dan operator transportasi publik untuk menghubungkan layanan transportasi publik dan menciptakan pengalaman komuter multimoda yang mulus dan terintegrasi.
“‘MarketplaceGrabCycle’ yang baru-baru ini diluncurkan untuk layanan berbagi sepeda dan perangkat mobilitas pribadi, serta GrabShuttle Plus untuk sejumlah rute bus ‘on-demand’ merupakan pilot dari visi tersebut,” katanya.
Sementara itu, Anthony mengatakan layanan pembayaran dan keuangan Grab akan terus meningkatkan dan mengembangkan rangkaian layanan yang tercakup dalam Grab Financial, antara lain pembayaran secara mobile,” micro-financing”, asuransi dan layanan keuangan lainnya bagi jutaan konsumen yang memiliki akses terbatas terhadap layanan perbankan, micro-entrepreneur,dan usaha modal kecil di kawasan Asia Tenggara.
“GrabPay sebagai dompet mobile akan tersedia di seluruh negara besar Asia Tengara pada penghujung tahun 2018,” katanya.
Untuk meminimalisir disrupsi, Grab dan Uber akan bekerja sama untuk segera melakukan migrasi mitra pengemudi dan penumpang Uber serta pelanggan, rekanan “merchant” maupun rekanan pengantaran Uber Eats ke “platform” Grab.
“Aplikasi Uber akan tetap beroperasi selama dua minggu ke depan untuk memastikan stabilitas para mitra Uber, di mana mereka dapat memperoleh informasi lebih lanjut mengenai persyaratan pendaftaran mitra Grab secara online melalui www.grab.com/id/comingtogether, “katanya.
Dia menambahman Uber Eats akan tetap beroperasi hingga akhir Mei, di mana setelahnya rekanan pengantaran dan restoran Uber akan pindah ke GrabFood. (Ant/SU02)