Inilah Daftar Pabrik Yang Membuang Limbah ke Sungai Citarum


KAB BANDUNG, SERUJI.CO.ID – Tim Survei Penataan Ekosistem Sungai Citarum telah menemukan puluhan pabrik yang membuang berbagai jenis limbah cair ke aliran sungai Citarum. Tim tersebut terdiri dari Kodam III/Siliwangi, Dinas Lingkungan Hidup, pegiat lingkungan, dan relawan.

Temuan tersebut didapatkan dari kegiatan survei yang dilakukan sejak 17 Januari hingga 23 Januari 2018.

“Dalam kegiatan survei, tim menemukan adanya 31 pabrik buang limbah cair di anak dan induk sungai Citarum. Rata-rata buangnya di atas jam 22.00 WIB,” kata Kapendam III/Siliwangi Kolonel Arh Desi Ariyanto di Tarumajaya, Kertasari, Kabupaten Bandung, sebagaimana dirilis Mediatataruang, Ahad (28/1).

Desi menuturkan bukti berupa video dan foto aktivitas pembuangan limbah dilaporkan ke Polda Jabar dan Ditjen Gakkum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

“Kami baru menemukan bukti saja, belum sampai tahap uji sampel. Tapi bukti-buktinya sudah kami sampaikan kepada Polda Jabar dan Ditjen Gakkum KLHK,” ungkap Desi.

Pabrik-pabrik pembuang limbah tersebut, lanjut Desi, tersebar di sejumlah wilayah di Kabupaten Bandung. Pihaknya juga melakukan survei secara random dari ribuan pabrik yang ada di sepanjang DAS Citarum.

Berikut daftar pabrik yang membuang limbah ke Sungai Citarum:

  1. PT Duamatex (daerah Dayeuhkolot),
  2. PT Marstex (Dayeuhkolot),
  3. PT Mahameru (Dayeuhkolot),
  4. PT Atritek (Dayeuhkolot),
  5. PT Ceres (Dayeuhkolot),
  6. PT Alfasarana (Banjaran),
  7. PT PJA (Pameumpeuk),
  8. PT Sapilindo Permata (Pameumpeuk),
  9. PT SUM (Banjaran),
  10. PT Anggana Kurnia Putra (Bojongsoang),
  11. PT Kertas Trimitra Mandiri (Bojongsoang),
  12. PT Kahatex Grup (Rancaekek),
  13. PT Kwalram (Rancaekek),
  14. PT Sunson (Rancaekek).
  15. PT Pulau Mas (Majalaya),
  16. PT BCP (Majalaya),
  17. PT Naga Mas (Majalaya),
  18. PT WIS (Majalaya),
  19. PT Dulang Mas (Majalaya),
  20. CV Purnama Tirtatex (Majalaya),
  21. PT Guna Jaya Sentosa (Majalaya),
  22. PT Tawekal Jaya,
  23. PT PMT I,
  24. PT UGW (Waringin),
  25. PT Prapanca (Margaasih),
  26. PT Pulo Mas (Margaasih),
  27. PT Alpito (Waringin),
  28. PT Waltex Katapang,
  29. PT Muara Ciwideuy Washing (Kutawaringin),
  30. PT Titone (Kutawaringin),
  31. PT Jaya Mandiri Plastik.

(ARif R)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Wanita Muda Kaki Sering Kesemutan dan Perut Bagian Bawah Sakit, Gejala Apa?

Dokter, sudah 4 hari ini kaki saya terasa kebas dan gampang kesemutan. Juga perut saya bagian bawah terasa sakit. Kira-kira sakit apa ya dok?

3 Kunci Sukses Pasarkan Properti Saat Wabah Covid-19

Webinar ini sendiri sengaja diadakan oleh Lamudi untuk membantu para pangembang properti memasarkan produk mereka agar tetap mendapatkan hasil yang maksimal di tengah pandemi corona.

Pasca Kecelakaan Tulang Belakang, Kaki Sering Nyeri dan Perih, Apa Sebabnya?

Pada 16 tahun yang lalu saya pernah kecelakaan dan tiga ruas tulang belakang remuk. 3 bulan awal kaki kiri saya tidak bisa berjalan, 6 bulan berikutnya sudah bisa jalan walaupun tidak sekuat kaki kanan, sampai sekarang.

Breaking News: Akhirnya, Presiden Jokowi Putuskan Tes Massal Covid-19

Tidak mengambil kebijakan Lockdown, Presiden Jokowi akhirnya lebih memilih melakukan tes massal Covid-19.

Tahukah Anda, Berwudhu Dapat Kurangi Risiko Tertular Virus Corona?

Berwudhu merupakan kegiatan yang tak bisa dipisahkan dari muslim.. Tahukah anda bahwa berwudhu bisa mengurangi resiko tertular virus Corona?

Cegah Kepanikan, AMSI Imbau Media Kedepankan Kode Etik dalam Pemberitaan Wabah Corona

Wens menjelaskan beberapa langkah yang harus dilakukan media-media anggota AMSI dalam pemberitaan terkait virus Covid-19 tersebut.

Fahira: Milenial Butuh Teladan, Bukan Tik Tok untuk Membumikan Pancasila

"Membumikan Pancasila secara populer sah-sah saja, tetapi yang dibutuhkan millenial saat ini bukan itu. Milenial butuh teladan dari para penyelenggara negara dan para pemimpin bangsa," kata Fahira

TERPOPULER

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

close