Sosialisasi Update Tata Laksana Pneumonia kepada Dokter di Wonogiri

0
54
dr. Ismiranti Andarini dalam pemaparan update tata laksana pneumonia, Rabu, 18/5/2017 (FOTO: SERUJI/Endang)

WONOGIRI – Dalam rangka meningkatkan cakupan pneumonia dan peningkatan kualitas penatalaksanaannya maka Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Wonogiri mengadakan sosisalisasi Update Tata Laksana Pneumonia kepada dokter, di ruang pertemuan Saraswati Masakan Jawa, Jl. RM Said, Giriwono, Wonogiri, pada Rabu (18/5/2017), dengan menghadirkan narasumber dari Dinkes Provinsi Jateng dan narasumber ahli dari RS dr. Moewardi Surakarta.

“Pneumonia adalah infeksi akut yang mengenai jaringan paru-paru. Pneumonia balita ditandai dengan adanya gejala batuk atau kesukaran bernafas seperti nafas cepat, tarikan di dinding dada bagian bawah ke dalam (TDDK), atau gambaran radiologi foto thorax/dada menunjukkan infiltrat paru akut. Demam bukan merupakan gejala yang spesifik pada balita,” papar dr. Ismiranti Andarini, SpA.

Dokter yang berdinas di RS dr. Moewardi Surakarta tersebut juga menerangkan bahwa dalam penatalaksanaan pencegahan dan pengendalian ISPA semua bentuk pneumonia seperti bronkopneumonia, bronkiolitis disebut “pneumonia” saja.

Dokter Ismiranti mengingatkan bahwa seorang dokter harus selalu waspada terhadap tanda bahaya setiap pasien anak yang datang dengan keluhan batuk pilek.

“Dan apabila menemukan kasus pneumonia diharapkan penatalaksanaannya disesuaikan dengan update terbaru penatalaksanaan pneumonia, yang sudah tertulis di buku pedoman ISPA terbaru cetakan 2016 yang diterbitkan Kemenkes RI,” jelasnya.

Dalam sosialisasi tersebut juga disampaikan fakta dalam angka balita yang meninggal karena pneumonia, dan langkah-langkah antisipasinya.

“Pada tahun 2015 di dunia ada 5,9 juta balita meninggal dan 15 persen diantaranya disebabkan pneumonia. Target MDGs_4 adalah mereduksi 2/3 kematian bayi dan balita pada akhir tahun 2015, dilanjutkan SDGs 2030,” ungkap analis pengendalian penyakit dari Dinkes Provinsi Jateng Yekti Irmawanti.

Yekti menyampaikan lebih lanjut bahwa Dinkes Provinsi Jateng melalui subdin P2-ISPA menjadikan penemuan dan tatalaksana kasus pneumonia dengan pendekatan keluarga sebagai prioritas dalam program kerjanya. Tahun 2017 ini ditargetkan cakupan penemuan balita pneumonia sebesar 70 persen.

Dalam acara tersebut juga dibuat kesepakatan diantara peserta yang hadir untuk lebih intensif lagi dalam melakukan upaya promotif kepada masyarakat untuk pencegahan dan kewaspadaan dini terhadap penyakit ini sehingga masyarakat faham akan bahaya pneumonia dan tidak menunda dalam membawa ke dokter.

Dengan adanya kerjasama yang baik antara masyarakat dan dokter diharapkan ke depan angka kematian balita akibat penyakit ini bisa semakin menurun. (dr. Endang Sulistyowati)

 

EDITOR: Iwan Y

BAGIKAN
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA TERBARU

Bupati Malinau Hadiri Rapat Paripurna DPRD Penetapan APBD 2018

MALINAU, SERUJI.CO.ID - Bupati Malinau hadiri rapat paripurna ke IX masa sidang III DPRD kabupaten Malinau tahun 2017 yang diadakan di ruang sidang kantor...
Setya Novanto dan KPK

Pengacara Belum Pastikan Setya Novanto Hadir di Persidangan

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Kuasa Hukum Setya Novanto, Firman Wijaya, menyatakan belum mengetahui apakah kliennya dapat dihadirkan sebagai terdakwa pada sidang perdana perkara tindak pidana korupsi...
Polrestabes Surabaya

Polrestabes Surabaya Raih Predikat Wilayah Bebas Korupsi

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Kepolisian Resor Kota Besar Surabaya meraih predikat "Wilayah Bebas Korupsi" dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. "Kami mengucapkan terima kasih kepada...

KANAL WARGA TERBARU

KH. Luthfi Bashori

Jangan Makan Daging Biawak

Konon, di Mina pada kisaran tahun 1990-an, saat berlangsung ibadah mabit dan lempar Jumrah di musim haji, banyak sekali para pendatang dari berbagai daerah...
Untitled

Utopia Share Syndrome

Hadirnya media sosial di tengah kerasnya kehidupan telah melahirkan "penyakit" baru yang bolehlah saya sebut dengan istilah "Share Syndrome". Sederhananya, Share Syndrome adalah semacam...

Max Havelaar dan AMDK Ummat

Dowwes Dekker adalah salah satu pencabut tonggak kejam kolonialisme di bumi Nusantara. Ia menjadi amtenaar saat Gubernur Jenderal Johannes van den Bosch memaksa penduduk...