
Oleh: dr. Irsyal Rusad, Sp PD,
SERUJI.CO.ID – Lapar adalah sinyal normal bahwa tubuh kita membutuhkan energi atau tenaga. Ibaratkan kendaraan bermotor, kendaraan anda membutuhkan bahan bakar, agar mesin hidup dan kendaraan anda dapat jalan. Kalau pada kendaraan bermotor tanda bahwa bahan bakar sudah mau habis dapat dilihat di panel monitor dashboard Mobil Anda, pada manusia sinyalnya adalah rasa lapar.
Dalam keadaan normal rasa Lapar ini muncul secara periodik, waktu-waktu tertentu sesuai dengan kondisi tubuh anda. Anda tidak akan lapar lagi bila sebelumnya anda baru saja selesai makan besar.
Nah, bila Anda lapar terus menerus, merasa tidak pernah kenyang, mulut seperti tidak mau berhenti mengunyah, bahkan baru saja makan, kemudian ingin makan lagi, ingin mencari makanan lagi, maka pasti ada yang salah pada diri anda.
Banyak penyebab mengapa seseorang mengalami perutnya selalu keroncongan ini, atau minta diisi. Mulai dari stress, bulimia, kecemasan, obat-obatan, gangguan pola makan, gangguan tidur, sampai kepada penyakit sistemik seperti hipertiroid, diabetes mellitus, dan lain-lain.
Lalu, dari beberapa penyebab di atas, pengalaman saya pada beberapa pasien, penyebab makan yang sulit dikontrol, selalu lapar ini yang sering diantaranya adalah stress dan diabetes mellitus. Dan, diabetes mellitus kita curigai sebagai penyebab selalu lapar ini bila juga diikuti oleh tanda dan gejala lain seperti sering merasa harus, banyak buang air kecil, penurunan berat badan.
Bila diabetesnya berlangsung lama, tidak diketahui dan tidak terkontrol, sering juga diikuti dengan keluhan-keluhan terkait komplikasi yang terjadi, seperti mata kabur, infeksi yang berulang, luka yang tidak sembuh, gatal pada kemaluan, gangguan ereksi, mual, muntah, karena karena gangguan fungsi ginjal, dan sebagainya.
