
Bagaimana keluhan selalu lapar pada seorang pasien dengan diabetes mellitus tergambar pada cerita seorang pasien yang pernah datang konsultasi ke tempat praktek saya.
Nyonya AS, sebut saja demikian, usia 52 tahun, baru saja mengalami menopause, mengeluh selalu lapar. “Saya seperti tidak bisa berhenti makan dokter, lapar terus, setelah makan pun tidak berapa lama kemudian saya akan nyari makan lagi. Sering diingatkan oleh suami dan anak-anak saya supaya saya jangan terlalu mengikuti selera makan saya, tapi bagaimana lagi dokter, kalau saya tidak makan saya lemas, letih seperti tidak ada tenaga, dan kadang kepala saya sakit. Anehnya, perasaan enak, nyaman itu hanya berlangsung sementara, saya kemudian lapar dan bahkan lebih lemas lagi. Dan saya juga heran, makan banyak tapi dalam beberapa bulan terakhir ini berat badan saya menurun. Terutama malam hari, saya sering bangun karena buana air kecil ke belakang. Karena haus dan juga lapar saya pasti mencari minuman dan cemilan di dalam kulkas, biasanya saya minum minuman kaleng.” Demikian cerita pasien yang pertama kali konsultasi dengan saya dan diagnosis sebagai penderita diabetes mellitus.
Jadi, kalau Anda sering lapar, apalagi diikuti dengan gejala lain seperti haus, sering buang air kecil, yang dalam kedokteran dikenal sebagai 3 gejala mayor, yaitu “Polyphagia”, “Polydipsi”, dan “Polyurie”, maka kemungkinan besar Anda menderita diabetes mellitus.
Untuk memastikannya Anda harus konsultasi ke dokter dan melakukan pemeriksaan laboratorium.
*) Penulis adalah dokter spesialis Penyakit Dalam dan pengasuh rubrik “Dokter SERUJI Menjawab“
(Hrn)
