Penyakit Campak Dapat Menimbulkan Komplikasi yang Serius

Masyarakat sudah sangat familiar dengan nama penyakit ini, namun banyak yang belum faham tentang komplikasi dari penyakit ini. Padahal komplikasi penyakit ini bisa sangat serius bahkan mengancam jiwa.

Penyakit campak merupakan penyakit yang sangat mudah menular melalui udara yang tercemar oleh percikan batuk dari penderita campak. Setelah virus campak terhirup, selanjutnya virus tumbuh dan berkembang di bagian belakang tenggorokan dan paru-paru. Setelah 10-12 hari muncullah gejala berupa demam yang berlangsung 2-4 hari diikuti dengan batuk, pilek, serta mata merah dan berair.

Selain itu juga akan muncul ruam kemerahan yang berlangsung 5-6 hari di bagian wajah dan kepala, yang kemudian menyebar ke dada, perut, punggung, tangan dan kaki. Penularan penyakit bisa terjadi pada 4 hari sebelum munculnya ruam merah sampai dengan 4 hari setelah munculnya ruam.

Adapun komplikasi yang dapat terjadi pada penyakit campak yaitu:


1. Pada saluran pernafasan bisa menimbulkan bronkopneumonia maupun laringotrakeobronkitis. Kedua penyakit ini bisa berpotensi menimbulkan kematian.

2. Pada saluran pencernaan bisa menimbulkan diare yang dapat diikuti dehidrasi. Dehidrasi yang tidak segera ditangani bisa menimbulkan kematian.

3. Pada telinga bisa menimbulkan otitis media, yaitu peradangan pada telinga bagian tengah.

4. Pada susunan saraf pusat bisa menimbulkan:

a. Ensefalitis akut (radang otak), terjadi pad 0,01-0,1% kasus campak, gejalanya selain nyeri kepala didapatkan perubahan status mental yang muncul pada hari kedua sampai hari keenam setelah munculnya ruam, kebanyakan kasus bisa sembuh sendiri namun terdapat 15% kasus terjadi perburukan yang cepat dalam 24 jam yang berpotensi menimbulkan gejala sisa yang dapat berupa tuli, gangguan perkembangan, kelumpuhan, kejang yang kambuh-kambuhan.

b. Subacut sclerosing panencephalitis (SSPE), suatu proses degeneratif susunan saraf pusat yang disebabkan infeksi persisten virus campak, timbulnya beberapa tahun setelah infeksi (biasanya 7 tahun setelah menderita campak). Penderita mengalami perubahan tingkah laku, retardasi mental, kejang, gangguan motorik.

5. Pada mata bisa menimbulkan keratitis, yaitu radang pada kornea mata.

6. Komplikasi sistemik berupa septikemia karena infeksi bakteri sekunder. Kondisi septikemia berpotensi menimbulkan kematian.

Komplikasi tersebut di atas biasanya terjadi apabila campak diderita oleh anak dengan resiko tinggi, yaitu:
1. Usia dibawah 1 tahun.
2. Anak dengan status gizi buruk.
3. Anak tinggal di pemukiman dengan lingkungan yang padat dan kotor.
4. Anak yang mempunyai daya tahan tubuh rendah, misal penderita HIV.
5. Anak dengan defisiensi vitamin.

Di negara berkembang kematian bisa mencapai 1-3% kasus campak, apabila terjadi Kejadian Luar Biasa campak (KLB)* kematian bisa mencapai 5-15%.

Hal yang perlu disyukuri, penyakit campak merupakan salah satu Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I), pelayanan imunisasi campak bisa didapatkan gratis di seluruh Puskesmas di Indonesia.

*KLB adalah peristiwa merebaknya suatu wabah penyakit.

PENULIS: dr. Endang Sulistyowati
EDITOR: Iwan Y

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

DPR Terima Surat KPK Soal Firli, Gerindra: Aneh Komisioner Lakukan Serangan di Detik-Detik Akhir

"Ini ada ketakutan yang luar biasa terhadap Firli. Penolakan luar biasa kepada Firli kan aneh nah ini lah intinya dalam fit and proper test ke depan kita akan pertanyakan hal-hal yang seperti itu," ungkap Desmond.

Akhirnya, KPAI Cabut Surat Permintaan Penghentian Audisi Bulu Tangkis Djarum

Kesepakatan itu diambil usai pertemuan antara KPAI dengan PB Djarum yang dipimpin oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi hari ini di Kantor Kemenpora, Jakarta, hari ini, Kamis (12/9).

Habibie Berpulang dengan Didampingi Anak-Cucu dan Keluarga Dekat

Presiden ke-3 RI Burhanuddin Jusuf Habibie saat wafat di Rumah Sakit Pusat TNI Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (11/9), ditemani oleh keluarga dekat termasuk kedua anak dan cucu-cucunya.

Innalillahi, Presiden ke-3 RI BJ Habibie Wafat Pada Pukul 18.05 WIB

Habibie wafat pada usia 83 tahun di Paviliun Kartika RSPAD Gatot Subroto Jakarta Rabu pukul 18.05 WIB, menurut Putra Habibie, Thareq Kemal Habibie.

Perluasan Ganjil-Genap Hari Pertama: Pemprov DKI Klaim Polusi Udara Turun

"Semalam Airvisual telah merilis hasil pengukuran mereka, di mana Jakarta yang sebelumnya ada di peringkat satu atau dua kota terpolusi di dunia, semalam saya lihat di rilisnya sudah turun jadi peringkat ke 9," ujar Syafrin

Beredar Hoaks BJ Habibie Wafat, Kondisi RSPAD Terlihat Sepi

Informasi hoaks tersebut beredar di media sosial dan pesan yang berantai di aplikasi kirim pesan, Whatsapp sejak pagi dini hari tadi.

Tidak Terbukti Ada Penggelembungan Suara Pileg 2019, MK Tolak Permohonan PKS

Dalam pertimbangan hukum yang dibacakan oleh Hakim Konstitusi Wahiduddin Adams, Mahkamah menyatakan dalil pemohon terkait tuduhan pengurangan suara bagi PKS dan penambahan suara bagi Partai Bulan Bintang (PBB) tidak benar.

Dewan Pers Ingatkan Media untuk Terus Kawal Janji Politik Yang Dilontarkan Pada Pemilu 2019

Menjelang Pemilu 2019 media sibuk membahas tentang persoalan pemilu, namun setelah pemilu media seakan-akan diam.

Nilai Tidak Etis Parpol Pengusung Prabowo Gabung Pemerintah, Begini Kata Pakar Hukum Tata Negara

Saat Pilpres 2019 saling rebut kekuasaan, lantas saat kalah bergabung ke yang menang. Tidak Etis. Kata pakar HKTN ini.

Terbukti Langgar Kode Etik Saat Pemilu 2019, DKPP Copot Ketua KPU Sumut

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Utara (Sumut), Yulhasni diberi peringatan keras dan dicopot dari jabatannya oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi