Penderita HIV/AIDS di Riau Capai 4.400 Orang

0
120
HIV/AIDS
Ilustrasi HIV positif

PEKANBARU, SERUJI.CO.ID – Dinas Kesehatan Provinsi Riau mencatat jumlah warga setempat yang mengidap penyakit HIV dan AIDS dalam kurun waktu 10 tahun mencapai 4.400 jiwa.

“Dalam 10 tahun penderita HIV/Aids Riau terakumulasi 4.400 jiwa,” kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir usai aksi turun kejalan membagikan bunga dan menempel stiker “Saya Berani, Saya Sehat” sempena hari HIV/AIDS se-dunia di Pekanbaru, Jumat (1/12).

Mimi menjelaskan jumlah tersebut memang tidak merata terdata di tiap tahunnya, yang pasti dipencatatan lima tahun pertama trend kasusnya meningkat. Namun seiring waktu memasuki lima tahun kedua menurun.

“Bahkan tiga tahun terakhir ini kasus HIV/AIDS di Riau angkanya turun, ” ujar Mimi.

Mimi membandingkan angka temuan HIV/AIDS di 2016 jumlahnya ada 572 penderita, namun hingga Oktober 2017 baru ada 280 kasus.

“Ini artinya ada penurunan hampir separohnya,” imbuh dia.

Penurunan jumlah kasus ini sebut Mimi bisa oleh dua faktor, pertama memang benar penderitanya yang menurun artinya warga mulai sadar dan menjaga perbuatan yang menyebabkan tertular HIV/AIDS.

Kedua bisa karena masyarakat yang mulai enggan memeriksakan diri ke klinik Voluntary Counseling and Testing atau konsel AIDS dan test (VCT) sehingga tidak terjaring atau terdatanya penderita baru.

“Kita tidak menampik orang belakangan makin enggan memeriksakan diri ke klinik VCT karena adanya stikma di masyarakat bahwa HIV/Aids itu penyakit kutukan yang tidak bisa di sembuhkan, ” tutur Mimi.

Padahal pendapat itu salah karena walau virus HIV/Aids tidak dapat dimusnahkan dari tubuh penderita, namun dengan obat-obatan yang tersedia kini bisa ditekan pertumbuhannya. Apalagi jika rutin dikonsumsi seumur hidup oleh penderita usianya justru bisa lebih panjang dan tetap mampu beraktifitas seperti orang normal.

“Pemahaman inilah yang terus perlu disosialisasikan ke masyarakat bahwa penderita HIV/Aids bisa hidup normal, dan orangnya tidak perlu dikucilkan dan ditakuti,” tutur Mimi.

Ia menambahkan selama ini upaya Diskes memberikan penyuluhan edukasi bahwa HIV/AIDS itu sama dengan penyakit lainnya, terus dilakukan hingga pelosok kabupaten/kota.

“Fasilitas layanan pemeriksaan dan obat juga kita siapkan klinik VCT yang tersedia di semua Rumah Sakit kabupaten/kota. Bahkan di Pekanbaru hampir semua Puskesmas melayani, ” tegasnya.

Selain juga sambung dia menambahkan Diskes bekerjasama dengan stakeholder terkait seperti Dinas Sosial dan Satpol PP mendatangi beberapa pusat kegiatan khusus atau kunci yang menjadi lokasi berjangkitnya HIV/AIDS seperti tempat hiburan malam, panti pijat dan sebagainya untuk pemeriksaan sekaligus penyuluhan. (Ant/SU02)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

BACA JUGA

Rayakan Keberkahan Bulan Mulia dengan Buka Bersama 2500 Yatim

BANDUNG, SERUJI.CO.ID - Sebanyak 2500 anak yatim mengikuti buka bersama yang diselenggarakan Bank BJB dan PKPU Human Initiative Jawa Barat, Rabu (23/5). Program tersebut...
Uang Rupiah

Rupiah Terus Melemah, Pemerintah Janji Akan Atasi

SUKOHARJO, SERUJI.CO.ID - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pemerintah akan mengatasi pelemahan rupiah terhadap mata uang dolar Amerika Serikat (AS). "Pemerintah bersama-sama Bank Indonesia akan...

Desa di Lereng Merapi Cek Kesiapan Barak Pengungsian

SLEMAN, SERUJI.CO.ID -  Pemerintah Desa Kepuharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengecek kesiapan dan kelengkapan barak pengungsian yang ada di komplek Balai Desa...
bus

Bengkulu Mulai Uji Kelaikan Angkutan Lebaran

BENGKULU, SERUJI.CO.ID - Unit Pelaksana Teknis Dinas Pengujian Kendaraan Bermotor Dinas Perhubungan Kota Bengkulu mulai menggelar uji kelaikan kendaraan umum angkutan Lebaran 2018. Kepala Unit Pelaksana...

Menkeu: Utang Luar Negeri Indonesia Terus Turun

SUKOHARJO, SERUJI.CO.ID - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan utang Indonesia terus mengalami tren penurunan dari tahun ke tahun. "Sesuai dengan yang diatur dalam undang-undang keuangan,...