Neurolog: Heparin Tidak Digunakan untuk Demensia

JAKARTA, SERUJI.CO.ID– Dokter ahli penyakit saraf (neurolog) yang juga anggota “International Advance Research” Asosiasi Alzheimer Internasional (AAICAD) dr Andreas Harry SpS (K) menyatakan bahwa heparin tidak digunakan untuk penyakit demensia (kepikunan) dan parkinson.

“Selain itu, juga tidak digunakan untuk beberapa penyakit lainnya,” katanya di Jakarta, Ahad (15/4).

Sejumlah penyakit lainnya yang semestinya tidak menggunakan heparin adalah vertigo, migraine (sakit kepala), trauma kepala, neuropati, disfungsi seksual, schizophrenia, hipertensi ensefalopati, dan hidrosefalus.

“Meski kenyataannya heparin, yang nota bene dikenal dalam ‘brain wash’ (cuci otak), dilakukan pada pasien dimaksud,” kata neurolog lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (Unair) Surabaya itu.

Ia menjelaskan bahwa heparin sebagai antikoagulan (pengencer darah) telah digunakan berpuluh-puluh tahun untuk mencegah (preventif) terjadinya serangan stroke (brain attack) dan serangan jantung (heart attack).

“Namun, bukan sebagai pengobatan atau terapi penderita stroke infark, stroke pendarahan mikro,” katanya.

Sebagai tanggung jawab anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan anggota Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (Perdossi), ia mengapresiasi Dr dr Terawan Agus Putranto SpRad (K) RI (radiologi intervensi) yang telah membuktikan dalam disertasinya mengenai peran heparin untuk memperlancar aliran darah otak (cerebral blood flow) pada objek stroke iskemia kronik, dan bukan stroke infark ataupun pendarahan.

Namun, ia menjelaskan bahwa heparin dapat menimbulkan efek samping medis pendarahan otak hingga tiga persen, sebagaimana diketahuinya, sekaligus menangani pasien yang telah diberikan heparin dalam cuci otak.

Efek samping tersebut yakni terjadi pendarahan pada penderita stroke infak emboli, terjadi afasia sensorik (gangguan bicara berat) pada penderita trauma kepala temporal kiri (pusat bicara).

Terkait kontroversi Dr dr Terawan Agus Putranto SpRad (K) RI, Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia PB IDI menunda pemecatan sementara yang dijatuhkan oleh Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) IDI.

Keputusan tersebut diberikan karena PB IDI masih memverifikasi pengumpulan bukti tambahan serta jawaban dr Terawan dalam forum pembelaan.

Komisi IX DPR RI pada Rabu (11/4) 2018 mengundang PB IDI dan Kementerian Kesehatan, dalam rapat dengar pendapat (RDP) untuk memperoleh klarifikasi secara langsung, terkait putusan IDI memecat sementara dr Terawan, yang kini ditunda.

Namun, RDP yang sedianya menghadirkan dr Terawan tidak berlangsung karena yang bersangkutan sedang berada di luar negeri.

Komisi IX kemudian memberikan sejumlah rekomendasi menanggapi polemik pemecatan itu, di antaranya agar Kementerian Kesehatan membentuk Satuan Tugas (Satgas) bersama dengan Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) dan IDI guna menilai layak atau tidaknya metode Digital Substraction Angiogram (DSA) yang digunakan dr Terawan dalam terapi cuci otaknya, sebagai metode terapetik.

Kemudian, meminta agar Kemenkes, KKI, dan IDI untuk segera menyelesaikan permasalahan tentang dr Terawan, dan meminta ketiga lembaga tersebut untuk menjelaskan metode DSA itu kepada seluruh masyarakat sehingga tidak ada keresahan yang ditimbulkan.

Sementara itu, Kepala Balitbang Kementerian Kesehatan Siswanto mengatakan, hasil disertasi mengenai terapi cuci otak yang dilakukan dr Terawan memerlukan uji klinis tambahan.

Ia menambahkan metode cuci otak yang dilakukan dr Terawan dalam dunia kedokteran bersifat diagnosis, bukan kuratif. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Mengarahkan Gerakan NKRI Bersyariah

Walau begitu, sekali lagi percayalah bahwa perjuangan Islam politik untuk menjadikan Indonesia sebagai negara Islam tak akan pernah mati. Ia akan terus bermetamorfosa dan tersimpan rapi dalam memori kolektif kelompok Islam politik.

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

Sambut Festival Belanja Lajang 11.11, Ecovacs Robotics Beri Promo Diskon Hingga 55%

Perusahaan penyedia Robot Rumah Tangga, ECOVACS ROBOTICS, akan meberikan promos diskon besar-besaran hingga 55% untuk berbagai produk unggulan seperti DEEBOT OZMO T8 AIVI, DEEBOT OZMO T8, dan DEEBOT U2 PRO.

150 Ide Bisnis Terbaik Siap Bersaing dalam DSC XI

Program Initiator DSC XI, Edric Chandra mengungkapkan dii tengah kondisi perekonomian yang masih belum stabil lantaran pandemi COVID-19, semangat gerakan wirausaha justru diterima oleh DSC XI.

Kembali Terjadi, Ratusan Kader Militan PDIP Alihkan Dukungan ke Machfud-Mujiaman

Kader yang tergabung dalam kelompok yang menamakan diri Banteng Ketaton tersebut mendeklarasikan dukungannya pada Ahad (8/11) kemarin di daerah Pandegiling yang dikenal sebagai jantungnya PDI Perjuangan di Surabaya.

Tekan Hoaks Selama Pilkada 2020, AMSI Gelar Cek Fakta di 16 Wilayah

Kegiatan Cek Fakta sebagai bentuk kontribusi AMSI kepada publik dengan memberikan informasi yang bermutu selama masa Pemilihan Kepala Daerah 2020 dan menekan hoaks (mis/disinformasi) yang berpotensi beredar selama berlangsungnya masa kampanye dan Debat Pilkada 2020.

TERPOPULER