Mengapa Biaya Satu Kantong Darah PMI Rp 360 Ribu

5
6448
  • 30
    Shares
Kegiatan donor darah di PMI Cabang Wonogiri, Jateng (Foto: Aprilia ND)

SUKOHARJO – Pendonor darah PMI tidak mendapat bayaran, tapi mengapa bagi masyarakat yang membutuhkan darah dari PMI dikenakan tarif Rp 360 ribu per kantong?. Bagi yang mempunyai kartu BPJS maka biaya tersebut akan ditanggung BPJS. Harga segitu bukan untuk membeli darahnya tetapi digunakan untuk biaya pembelian kantong darah yang masih impor. Selain itu, biaya tersebut juga digunakan untuk proses pengolahan darah sebelum kantong darah bisa didistribusikan ke pemohon, sehingga darah tersebut sudah aman untuk ditransfusikan. Berikut prosesnya

  1. Cek kadar haemoglobin, golongan darah dan rhesus

Sebelum darah diambil dari calon pendonor harus dilakukan cek kadar haemoglobin untuk mendeteksi adanya anemia bagi calon pendonor. Bila pendonor anemia maka proses pengambilan darah tidak akan dilakukan. Cek golongan darah merupakan kegiatan yang wajib dilakukan meskipun pendonor sudah tahu golongan darahnya. Ini sebagai upaya antisipasi agar tidak terjadi kekeliruan. Golongan darah dibedakan menjadi golongan A,B, AB dan O. Serta dilakukan cek rhesus apakah rhesus positif atau negatif

  1. Pemisahan komponen darah

Di dalam darah terdapat banyak komponen darah. Di antaranya trombosit, sel darah merah, plasma darah, zat anti haemofilia, dan lain-lain. Permintaan darah ke PMI disesuaikan dengan kebutuhan pasien. Ada pasien yang membutuhkan seluruh komponen darah. Misal pada kasus pendarahan karena kecelakaan. Ada pula pasien yang hanya membutuhkan komponen darah tertentu. Misalnya zat anti haemofilia pada pasien haemofilia.

  1. Pelabelan
Loading...

Setelah dilakukan proses pemisahan komponen darah, kemudian dilakukan pelabelan pada kantong darah menggunakan barcode dengan kode yang sudah disepakati dengan sistem komputerisasi

4. Penyimpanan

Supaya tidak mudah rusak, kantong darah yang sudah diberi label disimpan dalam ruangan khusus yang bersuhu 2-6 derajat Celcius. Sedangkan trombosit disimpan pada suhu 20-24 derajat Celcius. Bila disimpan dengan benar masa kedaluwarsa untuk kantong yang bervolume 450 ml darah adalah 42 hari, Sedangkan untuk kantong bervolume 350 ml bertahan sampai 14 hari.

Menurut dr. Heri Susanto, direktur unit donor darah PMI Cabang Wonogiri, Jawa Tengah, saat dihubungi SERUJI mengatakan bahwa saat ini di Indonesia untuk kota-kota kabupaten baru tersedia kantong darah dengan ukuran 350 ml.

“Sedang untuk kota-kota besar semisal Jakarta sudah tersedia kantong darah dengan ukuran 450 ml bagi mereka yang berat badannya diatas 60 kg,” katanya. Sedangkan yang berat badannya 45–60 kg digunakan kantong darah bervolume 350 ml. 45 kg merupakan berat badan minimal bagi pendonor darah.

  1. Uji saring terhadap infeksi menular lewat transfusi darah (IMTLD)

Beberapa penyakit infeksi bisa menular melalui darah. Oleh karena itu, diperlukan uji saring terhadap darah para pendonor. Apakah mengandung penyakit menular atau tidak, yaitu uji terhadap Hepatitis B (HBs Ag), Hepatitis C (Anti HCV), HIV (Anti HIV), dan sifilis (TPHA). Apabila ditemukan hasil positif pada salah satu atau lebih pada pemeriksaan di atas maka darah pendonor tidak akan dipergunakan.

  1. Tes kecocokan darah pendonor dengan darah pemohon (cross match blood)

Sebelum darah pendonor ditransfusikan ke pasien terlebih dulu dilakukan cross match blood untuk mengetahui kecocokan antara darah donor dengan darah pasien. Hanya darah pendonor yang cocok dengan darah pasien yang akan ditransfusikan.

EDITOR: RIzky

 

loading...

5 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

TERBARU