Inilah Sebabnya Hipertensi itu Berbahaya

Jakarta, Seruji.com–Suatu ketika seorang lelaki usia 55 tahun, didampingi istri dan anaknya datang konsultasi ke ruang praktek saya. “Bapak sering mengeluh sesak, Dokter,” ungkap istrinya waktu saya tanya apa keluhannya. “Sesak mulai dirasakan dalam 2-3 bulan ini, tetapi dalam beberapa minggu terakhir semakin memberat. Pada waktu saya beraktivitas, jalan agak cepat, naik tangga atau waktu mengangkat beban terasa lebih sesak, Dokter,” cerita pasien.

Lalu, anaknya kemudian menimpali, “Bapak sebelumnya tidak pernah mengeluh apa-apa, Dokter. Tekanan darahnya memang tinggi, pernah mencapai lebih dari 180 mmHg, tapi Bapak tidak merasakan apa-apa dengan tekanan darah setinggi itu. Karena tidak ada keluhan itu, Bapak tidak berobat, dan menganggap tidak ada masalah dengan tekanan darah yang tinggi seperti itu.

Dalam pemeriksaan fisik, tekanan darah pasien ini memang tinggi, mencapai 170/110 mmHg. Dari sadapan jantung dan foto dada, jantung juga menunjukkan pembesaran. Gambaran jantung yang membesar seperti sepatu, ciri khas pada jantung pasien hipertensi yang sudah lama juga terlihat dari gambaran foto dada pasien.

Seperti pasien di atas, banyak pasien lain datang ke dokter dengan keluhan utamanya bukan karena hipertensi, tetapi akibat komplikasi dari hipertensi yang sudah berlangsung lama, seperti serangan jantung, stroke, gangguan ginjal, disfungsi ereksi, gangguan mata. Gejala yang tidak khas, menganggap tidak apa-apa karena tidak ada keluhan, kemudian pasien baru datang ke tempat pelayanan kesehatan setelah mengalami komplikasi yang fatal, seperti stroke, serangan jantung, maka hipertensi dikenal juga sebagai the silent killer, pembunuh diam-diam.

Kemudian, mengapa hipertensi atau tekanan darah tinggi itu berbahaya?” Disamping sebagai pembunuh diam-diam, atau Anda tidak menyadari bahwa tubuh anda digerogoti sedikit demi sedikit oleh penyakit ini, angka kejadiannya yang semakin tinggi, apalagi dengan meningkatnya umur seseorang, tekanan darah tinggi menyebabkan bermacam kerusakan-kerusakan terutama pada pembuluh darah.

Kerusakan pembuluh darah (arteri)

Ada yang menggambarkan pembuluh darah kita seperti pipa. Pipa yang baik adalah yang kuat, fleksibel, elastis, dan licin permukaan dalamnya. Pembuluh darah yang sehat juga begitu. Pembuluh darah yang sehat ini sangat menentukan kecukupan kebutuhan oksigen dan nutrisi organ-organ penting tubuh kita. Pada hipertensi bagian dalam otot pembuluh darah (arteri) sedikit demi sedikit akan menebal. Akibat penebalan ini, lumen pembuluh darah akan menyempit, yang dapat menyebabkan gangguan aliran darah. Pembuluh darah yang menyempit ini tentu saja meningkatkan resiko pembekuan darah. Pembekuan yang luas dan penyumbatan total aliran darah dapat mengakibatkan serangan jantung, dan stroke.

Tekanan dan kecepatan aliran darah yang tinggi juga dapat menyebabkan jejas, injuri pada bagian dalam dinding pembuluh darah. Seperti sebuah pipa, aliran dan tekanan yang kuat dapat menyebabkan jejas, kerusakan pada pada bagian dalam dinding pipa. Pada pembuluh darah kerusakan pada dinding pembuluh darah ini memacu rangkaian perubahan yang cukup rumit yang akhirnya menyebabkan pembuluh darah menjadi tebal, keras, dan kaku, suatu penyakit yang dikenal dengan aterosklerosis. Aterosklerosis ini dapat terjadi pada pembuluh darah di mana saja, jantung, otak, ginjal, tungkai, organ vital, dan sebagainya. Kerusakan ini dapat menyebabkan banyak masalah seperti nyeri dada, serangan jantung, stroke, gagal jantung, penyakit pembuluh darah tepi, disfungsi ereksi.

Pembesaran jantung (ventrikel) kiri

Pembuluh darah arteri yang keras, kaku, dan sempit menyebabkan jantung (ventrikel) kiri harus memompa darah lebih keras untuk memenuhi kebutuhan seluruh tubuh. Akibat jantung memompa lebih keras ini, otot jantung kiri kemudian lama-kelamaan mengalami penebalan dan membesar (hipertrofi). Karena otot jantung menebal dan membesar (hipertrofi), dia juga membutuhkan oksigen dan nutrisi yang lebih banyak. Akibatnya, suatu saat ketika otot jantung semakin menebal dan membesar, otot jadi lemah dan tidak dapat lagi memompa darah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan seluruh tubuh. Inilah yang dikenal dengan gagal jantung, seperti yang dialami pasien di atas. Hipertrofi ventrikel kiri dan gagal jantung ini menupakan faktor resiko serangan jantung, dan stoke.

Kerusakan pada Otak

Otak memerlukan oksigen dan nutrisi lebih banyak dari organ tubuh lain. Pembuluh darah yang menebal, kaku, dan aliran darah yang terganggu akibat penyumbatan pembuluh darah ke otak dapat menyebabkan bermacam gangguan pada otak. Mulai dari gangguan kognitif, intelektual, dementia, Alzheimer, Transiet Ischemic Attack (Mini stroke) sampai pada stroke. Menurut “American Heart Association”, 77% pasien yang mengalami stroke pertama kali menderita hipertensi.

Kerusakan Ginjal

Ginjal mengandung pembuluh darah yang padat, karenanya aliran darah ke ginjal juga tinggi. Kerusakan pada pembuluh darah arteri di sekitar dan pada ginjal berakibat gangguan fungsi ginjal, atau ginjal tidak dapat lagi melakukan fungsi filtrasinya menyaring darah, sehingga sampah-sampah pembakaran akan menumpuk dalam tubuh. Gangguan filtrasi ginjal ini pada tahap tertentu dikenal dengan gagal ginjal. Hipertensi adalah salah satu penyebab utama pasien yang mengalami cuci darah.

Disfungsi seksual

Hipertensi merupakan penyebab penting disfungsi seksual. Suatu penelitian di Amerika menunjukkan bahwa 49% laki-kaki yang berusia antara 40-79 tahun dengan hipertensi mengalami disfungsi ereksi. Penelitian lain memeperlihatkan bahwa lelaki dengan hipertensi, 68% dari mereka juga dengan disfungsi ereksi. Disfungsi ereksi ini terjadi karena berkurangnya aliran darah ke penis. Pada wanita hipertensi dapat menyebabkan keluhan-keluhan seperti vagina yang kering, nyeri waktu berhubungan, libido yang menurun, dan kesulitan untuk mencapai orgasme.

Kerusakan pada mata, berupa kebutaan, kerusakan  sistem otot dan rangka juga sering terjadi pada pasien hipertensi.

Jadi, jangan anggap kecil hipertensi, walau Anda tidak merasakan adanya keluhan dengan penyakit ini. Kerusakan pada pembuluh darah karena hipertensi yang tidak terkontrol ini dapat menyebabkan kerusakan organ tubuh anda yang lain seperti otak, jantung, ginjal, organ seks. Serangan jantung, stroke, gagal ginjal, disfungsi seksual sebagai penyebab utamanya adalah hipertensi yang sering diabaikan ini. (Dr Irsyal Rusad, Sp PD)

Keterangan foto: Ilustrasi (ist)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.