Fakta Jamur Maitake Sembuhkan Kanker Masih Ditelusuri

Ketika ada masyarakat di Jepang yang kebetulan menemukan maitake di alam umumnya mereka akan menari kegirangan seperti baru menemukan harta karun.

“Itulah sebabnya jamur bernama ilmiah Grifola frondosa itu mendapat sebutan maitake yang dalam bahasa Jepang berarti tari,” katanya.

Pada 1980 seorang warga Jepang bernama Yoshinobu Odaira berhasil membudidayakan maitake di luar habitat aslinya di alam.

Kemudian pada 1983 ia mendirikan perusahaan Yukiguni, Co., Ltd., yang memproduksi maitake segar dan suplemen kesehatan berbahan maitake.

Kini perusahaan yang berlokasi di kota Minamiuonuma, Prefektur Niigata, Jepang, itu menjadi salah satu produsen maitake terbesar di Jepang.

Cerita tentang khasiat maitake juga menjadi perhatian para peneliti di Jepang, salah satunya Prof. Hiroaki Nanba, Ph.D., guru besar emeritus dari Universitas Farmasi Kobe, Jepang.

Sejak 1983 ia mulai meneliti khasiat dan akhirnya menemukan senyawa aktif bernama MD-fraction.

Senyawa aktif itu ternyata memiliki berbagai khasiat, terutama sebagai antitumor dan antikanker.

“MD-fraction dan bubuk maitake bekerja dengan cara mendongkrak sistem kekebalan tubuh pasien. Di Jepang, khasiat maitake itu bahkan sudah teruji klinis,” kata Utami.

Penelusuran melalui studi pustaka dan peliputan lapangan, termasuk beragam bukti khasiat maitake itulah yang dirangkumnya dalam buku.

“Selain berisi bukti khasiat, buku ini juga memaparkan budi daya maitake ala Jepang dan teknik menjaga mutu maitake agar kualitasnya tetap terjaga. Ada pula pemaparan dari pakar, dr. Hendrawan Nadesul terkait pandangan mengenai kanker dan jamur maitake di dunia kesehatan,” kata Utami. (Ant/SU02)

Ingin mengabarkan peristiwa atau menulis opini? Silahkan tulis di kanal WARGA SERUJI dengan klik link ini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

BERITA TERBARU

TERPOPULER