cristiano ronaldo

Ronaldo Sumbang 2 Gol Saat Real Tekuk Sevilla

Chelsea Bertekuk Lutut 0-1 Lawan West Ham

Dinkes Kalbar: Banyak yang Keliru Pahami Stunting

0
19
stunting
Anak dengan kondisi stunting. (Foto: Istimewa)

PONTIANAK, SERUJI.CO.ID – Dinas Kesehatan Kalimantan Barat menyatakan masyarakat setempat masih banyak yang keliru memahami “stunting” dengan menganggap bahwa hal itu terjadi karena faktor keturunan dan sesuatu yang wajar.

“Kebutuhan gizi anak yang tidak tercukupi dapat menghambat pertumbuhan anak, bahkan bisa menyebabkan ‘stunting’,” kata Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kalbar, Yulsius Jualang, menanggapi masih adanya pemahaman yang keliru mengenai “stunting” di Pontianak, Kamis (7/12).

Ia menjelaskan “stunting” merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya.

Namun, ujarnya, masih banyak yang menganggap bahwa “stunting” terjadi karena faktor keturunan dan sesuatu yang wajar.

Jualang mengungkapkan tentang besaran masalah gizi balita Kalbar berdasarkan pantauan status gizi (PSG) 2016.

Dari indikator kurang atau buruk prevalensinya di Kalbar mencapai 27,5 persen lebih tinggi dari nasional, yakni 17,8 persen, sedangkan indikator pendek dan sangat pendek prevalensi di Kalbar 34,9 persen, sedangkan secara nasional 27,5 persen.

Indikator kurus dan sangat kurus mencapai 14,4 persen, secara nasional prevalensinya 11,1 persen. Indikator gemuk, prevalensinya di Kalbar mencapai 4,8 persen, dan secara nasional 4,3 persen.

Pada 2016, berdasarkan kelompok umur di Kalbar, tercatat balita yang berada pada usia 0-23 bulan yang mengalami gizi kurang 24,5 persen, pendek 32,5 persen, kurus 16,1 persen, dan gemuk 4,5 persen, sedangkan dari 0-59 bulan yang mengalami gizi kurang 27,5 persen, pendek 34,9 persen, kurus 14,4 persen, dan gemuk 4,8 persen.

“Itu sebabnya penanganan masalah gizi membutuhkan kerja sama antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah,” kata dia.

1
2
BAGIKAN
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA TERBARU

difteri yaman

32 Orang Tewas Diduga Terserang Difteri di Yaman

SANA'A, SERUJI.CO.ID - Kementerian Kesehatan yang dikuasai gerilyawan Syiah Yaman Al-Houthi pada Senin (11/12) mengatakan 32 orang telah meninggal akibat penyakit yang diduga adalah...
Imunisasi

KLB Difteri, Menkes Minta Kesadaran Kelompok Masyarakat Antivaksin

JAKARTA, SERUJI.CO.ID  - Menteri Kesehatan Nila Moeloek meminta kesadaran akan pentingnya imunisasi kepada kelompok masyarakat yang masih menolak imunisasi atau antivaksin menyusul adanya Kejadian...
imunisasi bayi

Dinkes Jatim: Sudah 72,6 Persen Bayi Diimunisasi DPT

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Dinas Kesehatan Jawa Timur menyatakan telah memberi imunisasi Difteri Pertusis Tetanus (DPT) kepada sebanyak 427.029 bayi lengkap tiga kali dari total...

KANAL WARGA TERBARU

Point Blur_Dec122017_090245

Empat Tahun Bocah Ini Berjuang Dengan Penyakitnya

Kotawaringin Barat - Diky Supratman (16) anak dari pasangan Mustofa dan Marni jl. Ahamd Yani gg. Baning RT 29 Kelurahan Baru Arut Selatan Kotawaringin...
perbedaan-fasilitas-bpjs-kesehatan-kelas-1-2-3

NIK Bermasalah di Sistem BPJS, Bagaimana Mengatasinya?

Nomor KTP atau resminya Nomor Induk Kependudukan (NIK) atas nama seorang pasien bernama Suratini ditemukan bermasalah oleh petugas pendaftaran RS UGM, Ahad (10/12) siang....
KH. Luthfi Bashori

Perintah Bernahi Munkar

Membiarkan kemunkaran terjad di depan mata, adalah perbuatan tercela. Muslim yang baik adalah muslim yang peduli terhadap kemashlahatan lingkunganya, sekira jika terjadi kemaksiatan di...