Cuci Darah, Bagaimana Mencegahnya?

SERUJI.CO.ID – Selepas saya menulis artikel “Banyaknya Pasien yang Cuci Darah” di rubrik kesehatan, seorang sahabat saya bertanya bagaimana menghindarinya, mencegahnya, atau agar ginjal tetap sehat.

Suatu pertanyaan yang mendorong saya untuk menulis artikel ini.

Pertanyaan di atas sebenarnya secara sederhana bisa dijawab; ketahui faktor resikonya, kendalikan, dan kenali secara dini tanda atau gejala-gejalanya, dan lakukan pencegahan, penanganannya lebih awal.

Tetapi kenyataannya tidak semudah itu, penyakit ginjal kronis (dulu dikenal dengan gagal ginjal) yang pada akhirnya harus mendapatkan terapi pengganti seperti hemodialisa, penyebabnya multifaktor.


Faktor genetik seperti pada polikistic kidney, dimana pada ginjal anda terdapat banyak kista, yang akhirnya merusak struktur ginjal, faktor genetik menentukan sekali. Diabetes, hipertensi, glomerulonefritis, batu ginjal, infeksi ginjal berulang, adalah beberapa penyebab penyakit ginjal kronis.

BACA JUGA:  Imunisasi Polio Tetap Dibutuhkan meski Indonesia Terbebas dari Penyakit Ini

Kemudian, tanda dan gejalanya juga tidak mudah diketahui, apalagi pada tahap awal kerusakan ginjal. Sampai pada gangguan fungsi ginjal sudah mencapai 60% saja, keluhan-keluhan terkait dengan itu belum begitu menonjol atau bahkan asimtomatik.

Di Amerika Serikat, sebagai penyebab utama penyakit gagal ginjal kronis adalah Diabetes. Sekitar 44% dari mereka yang mendapatkan terapi pengganti, termasuk Hemodialisa adalah akibat komplikasi dari diabetes ini. Kecenderungan ini diperkirakan akan meningkat, sesuai dengan semakin bertambahnya kejadian diabetes di sana.

Di Indonesia, penelitian yang dilakukan pada tahun 2000, 18% pasien yang menjalani hemodilisa terkait dengan komplikasi diabetes melitus ini. Sekarang, kecenderungan diabetes sebagai penyebah gagal ginjal juga meningkat. Peningkatan ini sejalan dengan meningkatnya kejadian diabetes, dan lebih banyak kasus diabetes yang ditemukan pada usia lebih muda.


Bagi pembaca SERUJI yang ingin konsultasi ke “Dokter SERUJI Menjawab” silahkan menuju ke sini.

ARTIKEL TERBARU

Nikmat Allah Jangan Dustakan

Kenapa anak itu bahagia? Karena dia tahu berterimakasih dan menghargai hadiah yang didapatnya.

Puasa: Detoksifikasi Dalam Kehidupan Bergelimang Racun

Penelitian juga menunjukkan bahwa pada saat puasa kadar DDT didapatkan meningkat dalam feses, urin dan keringat mereka yang sedang berpuasa. Ini lah salah satu manfaat utama puasa dalam bidang kesehatan, detoksifikasi, purifikasi.

Takut Komplikasi Diabetes? Ketahuilah Kadar Gula Darah Anda

Merasa badan tidak enak, dan kalau gula darah dirasakan tinggi. “Hhmm, apa gula darah yang tinggi dapat dirasakan,” bisik saya dalam hati.

TERPOPULER