Mikul Dhuwur Mendhem Jero

Cegah Penularan Batuk dengan Etika Batuk

0
47

Semarang, Seruji.com– Batuk merupakan salah satu gejala dari berbagai macam penyakit, baik itu penyakit ringan yang bisa sembuh sendiri tanpa pengobatan misal influenza, sampai dengan penyakit berat misal TBC. TBC bisa dikategorikan penyakit berat karena apabila tidak diobati bisa menimbulkan kematian.

Batuk bisa terjadi karena saluran pernafasan sedang melakukan perlawanan terhadap virus, kuman ataupun benda asing lainnya yang sedang berada di saluran pernafasan. Batuk adalah usaha pertahanan tubuh untuk mengeluarkan zat-zat tersebut dari saluran pernafasan.

 

Maka ketika seseorang sedang batuk otomatis udara yang disemprotkan oleh pelaku batuk mengandung zat-zat tersebut, misal seseorang sedang mengidap influenza maka udara yang dikeluarkan mengandung virus influenza, misal pelaku batuk sedang mengidap TBC maka udara yang dikeluarkan mengandung kuman Mycobacterium Tuberculosis. Udara yang dikeluarkan yang sudah mengandung sumber penyakit tersebut berpotensi dihirup oleh orang lain yang berada disekelilingnya sehingga bisa tertular.

 

Nah disinilah perlu ada etika pada pelaku batuk maupun bersin agar orang lain yang bisa jadi itu adalah orang-orang yang dicintai yang sedang berada disekitarnya tidak tertular. Apa itu etika batuk ? adalah suatu perilaku pada saat batuk agar udara yang disemprotkan oleh pelaku batuk tidak tersemprot ke udara bebas.  Bagaimana caranya? Bila Anda merasa akan batuk atau bersin,segeralah berpaling dari orang-orang disekitar anda kemudian tutuplah hidung dan mulut anda dengan menggunakan tissue bisa juga dengan menutup mulut dan hidung dengan lengan anda. Segera buang tissue yang sudah terpakai ke dalam tempat sampah lalu cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir. Atau gunakan masker yang menutup mulut dan hidung anda.

 

Kebiasaan yang sering terlihat dimasyarakat apabila sedang batuk adalah menutup mulut dengan tangan terkepal. Kebiasaan ini keliru karena disamping hidung masih belum tertutup, kuman akan menempel ditelapak ataupun punggung telapak tangan. Padahal telapak tangan sering digunakan untuk memegang, salaman dan aktivitas lainnya sehingga benda yang dipegang bisa terkontaminasi kuman.

 

Virus maupun kuman penyakit adalah musuh kita bersama untuk kita lawan dan matikan, bukan untuk dibagi-bagi.

 

Catatan : tidak semua penyakit influenza bisa sembuh sendiri tanpa pengobatan, karena berbagai faktor ada juga yang harus diobati. TBC merupakan penyakit yang bisa disembuhkan apabila diobati dengan cara yang benar dan tidak terlambat datang ke dokter, apabila tidak diobati dengan cara yang benar maka bisa menimbulkan kematian. (dr. Endang Sulistiyowati/KSMB Jateng)

 

Keterangan gambar : etika batuk dengan cara menutup mulut dan hidung menggunakan lengan.  (foto Endang S))

BAGIKAN
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

Terbaru

pcc

IAI Bantah Penahanan Apoteker Terkait PCC

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia (PP IAI) membantah bahwa penahanan apoteker di Kendari, Sulawesi Tenggara, terkait dengan kasus peredaran penyalahgunaan tablet...
Jazuli Juwaini

Politisi PKS: Ulama dan Umat Islam Adalah Penjaga Pancasila dan NKRI

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPR RI Jazuli Juwaini mengatakan bahwa ulama dan umat Islam selama ini telah berperan penting...

Risma Target 700 Tanah Pemkot Tersertifikasi Tahun Ini

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menarget sertifikasi 700 tanah milik Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tahun 2017. Dari jumlah itu, 230 sertifikat...
gunung agung

82 Angkot Gratis Siaga Antar Siswa Pengungsi Gunung Agung

KLUNGKUNG, SERUJI.CO.ID - Sebanyak 82 unit angkutan kota (angkot) yang beroperasi mengantar jemput siswa dan para pengungsi Gunung Agung secara gratis akan disiagakan Pemerintah...
Nobar G30S/PKI

DPW PAN Jatim Gelar Nobar Film G30S/PKI

SURABAYA - DPW PAN Jatim akan menggelar nonton bareng (nobar) film G30S/PKI yang dijadwalkan akan digelar di kantot DPW PAN Jatim, pada tanggal 29...

Dr. Ahmad Sofian, SH, MA

Dr. Ahmad Sofian, SH, MA, pakar hukum pidana yang terlahir di Medan, 29 September 1971 ini merupakan seorang pakar hukum yang mempunyai rasa kemanusiaan...