cristiano ronaldo

Ronaldo Sumbang 2 Gol Saat Real Tekuk Sevilla

cristiano ronaldo

Ronaldo Rayakan Dua Gol Saat Hancurkan Sevilla

Beresiko Terhadap Kesehatan, Vaksin Demam Berdarah Prancis Disarankan Tidak Digunakan

0
30
nyamuk demam berdarah
Petugas melakukan fogging (pengasapan) guna memberantas nyamuk demam berdarah (ilustrasi).

PARIS, SERUJI.CO.ID – Sebuah badan umum yang dekat dengan Kementerian Kesehatan Prancis pada tahun lalu menyarankan tidak menggunakan vaksin demam berdarah di luar negaranya, yang saat itu menjadi daerah terdampak demam berdarah, kata dokumen pengelola kesehatan.

Kekhawatiran seputar vaksin itu, yang dijual pembuat obat Prancis Sanofi dengan merek Dengvaxia, mendorong Filipina menghentikan penjualannya dan menunda program pemerintah untuk mengimunisasi ratusan ribu anak-anak.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Selasa (5/12) mengatakan mendukung keputusan Filipina hingga tersedia lebih banyak informasi. Badan tersebut mengatakan bahwa Kelompok Penasehat Ahli Strategis Imunisasi akan bertemu minggu depan, untuk meninjau kembali bukti yang ada.

WHO, mengeluarkan laporan yang mengidentifikasi risiko keamanan vaksin pada pertengahan 2016, merekomendasikan penggunaan vaksin tersebut hanya digunakan pada orang-orang yang terinfeksi demam berdarah sebelumnya.

Dokumen yang dikeluarkan pada 2016 oleh Haut Conseil de la Sante Publique, sebuah badan publik yang dekat dengan Kementerian Kesehatan Prancis, menunjukkan teritori luar Prancis juga memperingatkan adanya risiko terkait vaksin tersebut.

Badan kesehatan tersebut menyarankan pada Juni 2016 bahwa vaksin tidak digunakan di wilayah-wilayah seperti Kepulauan Karibia di La Martinique dan Guadalupe serta Guyana Prancis, dengan alasan bahwa keefektifannya tidak ditunjukkan pada orang-orang yang sebelumnya tidak pernah terpapar virus tersebut.

Pada Oktober 2016, badan kesehatan tersebut juga memperingatkan risiko keamanan vaksin.

Demam berdarah adalah penyakit tropis disebabkan oleh nyamuk yang membunuh sekitar 20.000 orang per tahun dan menginfeksi ratusan juta orang lebih.

Brasil, yang berbagi perbatasan dengan Guyana Prancis, mengatakan pada Senin bahwa pihaknya telah menyarankan pembatasan penggunaan Dengvaxia, namun tidak menghentikan akses terhadap vaksin tersebut.

Dengvaxia disetujui di 19 negara dan digunakan di 11 negara. Pada saat ini, vaksin tersebut dikaji oleh pengelola kesehatan Eropa. (Reuters/Ant/SU01)

BAGIKAN
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA TERBARU

kereta ringan

DPR: Pemerintah Harus Tuntaskan Pembangunan LRT

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Nusirwan Soedjono menilai, pemerintah harus menuntaskan pembangunan kereta ringan Light Rail Transit...
Imunisasi

Warga Depok Kesulitan Ingin Dapatkan Imunisasi Difteri

DEPOK, SERUJI.CO.ID - Sejumlah warga di Kota Depok kesulitan ingin mendapatkan imunisasi difteri program imunisasi tanggap kejadian luar biasa kasus difteri di Indonesia atau...
Setya Novanto diperiksa KPK 2

Ahli: Praperadilan Gugur Saat Hakim Membuka Sidang

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Ahli hukum tata negara dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Zainal Arifin Mochtar menyatakan bahwa sidang praperadilan dapat gugur saat Majelis Hakim membuka...

KANAL WARGA TERBARU

KH. Luthfi Bashori

Jangan Makan Daging Biawak

Konon, di Mina pada kisaran tahun 1990-an, saat berlangsung ibadah mabit dan lempar Jumrah di musim haji, banyak sekali para pendatang dari berbagai daerah...
Untitled

Utopia Share Syndrome

Hadirnya media sosial di tengah kerasnya kehidupan telah melahirkan "penyakit" baru yang bolehlah saya sebut dengan istilah "Share Syndrome". Sederhananya, Share Syndrome adalah semacam...

Max Havelaar dan AMDK Ummat

Dowwes Dekker adalah salah satu pencabut tonggak kejam kolonialisme di bumi Nusantara. Ia menjadi amtenaar saat Gubernur Jenderal Johannes van den Bosch memaksa penduduk...