Arti Penting Uji Klinik bagi Perlindungan Konsumen Obat

0
317
  • 1
    Share
uji klinik
Peralatan Uji Klinik (ilustrasi)

Di era kemudahan akses informasi seperti sekarang ini mengharuskan kita semakin waspada terhadap kebenaran informasi yang sampai kepada kita. Tak terkecuali informasi tentang kesehatan, termasuk didalamnya informasi tentang cara pengobatan.

Banyak informasi pengobatan yang belum menjalani uji pra klinik dan uji klinik sudah beredar luas di tengah masyarakat. Adalah tabiat manusia bila mendengar informasi yang diluar kebiasaan maka justru akan menarik perhatian. Dan tidak sedikit masyarakat yang langsung percaya bahkan terpukau.

Untuk dapat menilai secara objektif manfaat dan keamanan suatu obat diperlukan metodologi uji pra klinik dan uji klinik, yaitu suatu perangkat metodologi ilmiah untuk menilai manfaat klinik suatu obat atau perlakuan terapetik tertentu dengan memperhatikan faktor-faktor yang memberikan pengaruh yang tidak dikehendaki baik individual maupun populasi.

Dalam kedokteran modern uji pra klinik dan uji klinik merupakan syarat mutlak bagi penggunaan suatu obat maupun perlakuan terapetik tertentu, termasuk didalamnya vaksin untuk imunisasi.

Uji praklinik dan uji klinik bukanlah bertujuan untuk menghambat kreatifitas para ilmuwan. Justru sebaliknya ilmuwan ditantang untuk membuktikan hipotesanya dengan metodologi penelitian yang sesuai dengan kaidah yang diakui dunia farmasi dan dunia kedokteran.

Yang pada akhirnya bila memang hipotesanya bisa dibuktikan kebenarannya maka semua pihak akan diuntungkan. Ilmuwan bisa mendapatkan royalti, dokter bisa punya pilihan obat untuk terapi pasiennya dan masyarakat bisa mendapatkan obat yang aman dikonsumsi dan bermanfaat bagi kesembuhan penyakitnya.

Harus diakui uji pra klinik dan uji klinik memerlukan waktu yang tidak singkat, minimal 10 tahun. Selain itu juga memerlukan biaya yang sangat besar. Oleh karena permasalahan tersebut maka ada ilmuwan yang tidak sabar sehingga sudah mempublikasikan hipotesanya ke masyarakat umum sebelum dilakukan uji praklinik dan uji klinik.

Selanjutnya: Hal 2 – Uji Praklinik

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN

TERBARU