12 Bakteri Mematikan Versi WHO

2
137
Acinetobacter baumannii; dapat menyebabkan infeksi nosokomial (infeksi pada manusia yang justru didapat dari rumah sakit). Bakteri ini mampu melekat pada sel epitelial manusia, dan tahan antibiotik. (image; courtesy to Janet Carr via Wikipedia)

JENEWA – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk pertama kalinya menerbitkan daftar ‘patogen prioritas’ yakni bakteri-bakteri penyebab penyakit yang sudah kebal pada anti-biotik. Katalog ini berupa 12 keluarga bakteri yang menimbulkan ancaman terbesar bagi kesehatan manusia.

Dalam siaran pers Senin (27/2), WHO menyatakan daftar itu disusun untuk membimbing dan meningkatkan penelitian dan pengembangan (R & D) bagi antibiotik baru. Ini bagian dari upaya WHO mengatasi meningkatnya resistensi global terhadap obat antimikroba.

Daftar ini menyoroti khususnya ancaman bakteri gram negatif yang resisten terhadap antibiotik. Bakteri ini memiliki kemampuan menemukan cara-cara baru untuk melawan obat. Bahkan mereka dapat menyampaikan materi genetik yang memungkinkan bakteri lain menjadi resisten juga terhadap obat itu.

“Daftar ini adalah alat baru demi kebutuhan kesehatan masyarakat yang mendesak,” kata Dr Marie-Paule Kieny, Asisten Dirjen Sistem Kesehatan dan Inovasi di WHO. “Resistensi terhadap antibiotik semakin berkembang, dan kita cepat kehabisan pilihan pengobatan. Jika membiarkan hanya pada kekuatan pasar, antibiotik baru yang sangat mendesak kita butuhkan itu tidak akan segera dikembangkan dalam waktu dekat. WHO harus ambil tindakan.”

Daftar WHO ini dibagi menjadi tiga kategori sesuai dengan mendesaknya kebutuhan akan antibiotik baru. Berikut ini daftarnya;

Prioritas 1: KRITIS

  • Acinetobacter baumannii; resisten terhadap carbapenem
  • Pseudomonas aeruginosa, resisten terhadap carbapenem
  • Enterobacteriaceae, resisten terhadap carbapenem, bisa memproduksi ESBL

Prioritas 2: TINGGI

  • Enterococcus faecium, resisten terhadap vankomisin
  • Staphylococcus aureus, resisten terhadap methicillin, resisten dan biasa terhadap vancomycin
  • Helicobacter pylori, resisten terhadap klaritromisin
  • Campylobacter spp., resisten terhadap fluorokuinolon
  • Salmonela, fluorokuinolon tahan
  • Neisseria gonorrhoeae, resisten terhadap cephalosporin, resisten terhadap fluorokuinolon

Prioritas 3: MEDIUM

  • Streptococcus pneumoniae, non-rentan terhadap penisilin
  • Haemophilus influenzae, resisten terhadap ampisilin
  • Shigella spp., resisten terhadap Fluorokuinolon

EDITOR: Omar Ballaz

loading...

2 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA
menhub

Menhub: Cuaca Buruk Belum Mempengaruhi Sektor Penerbangan

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan sektor penerbangan belum terpengaruh kondisi cuaca buruk seperti yang dialami sektor pelayaran, meskipun kewaspadaan tetap...
tewas

Karena Kecelakaan Mobil, Pilot Lion Air Dimakamkan di Madinah

SERANG, SERUJI.CO.ID - Pilot Lion Air Captain Bambang Sugiri yang meninggal karena kecelakaan mobil di Arab Saudi, Sabtu (21/7), akan dimakamkan di Madinah pada...
Tahanan kabur

Dua dari 31 Orang Napi Lapas Doyo Yang Kabur Telah Diamankan

SENTANI, SERUJI.CO.ID - Kapolres Jayapura AKBP Victor Mackbon mengatakan jumlah narapidana yang melarikan diri dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Doyo Baru, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura,...

Untuk Asian Games, PSSI Miliki Dua Bus Baru

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) memiliki dua unit bus baru sebagai moda transportasi tim nasional sepak bola Indonesia menjelang bergulirnya...

Dirjen PAS: OTT di Sukamiskin Masalah Serius dan Tak Terduga

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM Sri Puguh Budi Utami mengatakan kejadian Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas)...