Selain Bantuan Pangan, Turki Kirim Tentara dan Mobil Lapis Baja ke Qatar

0
116
erdogan, turki
Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan. (Foto: Umit Bektas/Reuters)

ANKARA – Otoritas Turki mengirimkan kapal pertamanya yang membawa bantuan pangan ke Qatar. Selain itu, Turki juga mengirimkan bantuan ke negara sahabatnya itu berupa kontingen kecil tentara Angkatan Darat beserta kendaraan lapis baja. Bantuan ini dikirim pada Kamis kemarin (22/6).

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan juga sudah berkomunikasi dengan para pemimpin Arab Saudi terkait ketegangan di wilayah Teluk tersebut. Demikian dilansir dari Reuters, Jumat (23/6).

Sebagai negara sahabat, Turki ingin membantu Qatar. Sejak lama, Turki punya peranan sebagai mediator di kawasan tersebut. Upaya bantuan ini juga untuk meredam pengaruh pihak yang kontra seperti Arab Saudi.

Turki dan Qatar dilaporkan memiliki kesepakatan yang ditandatangani bersama pada 2014. Salah satu yang disepakati, antarnegara bisa mengirimkan bantuan termasuk militer.

Dalam kesempatan ini, lima kendaraan lapis baja dan 23 personel militer Turki tiba di kota Doha pada Kamis kemarin (22/6). Pihak Turki menyatakan bantuan ini merupakan tahapan baru sebagai langkah kerangka tindakan hukum mengenai pelatihan militer dan kerja sama antara kedua negara.

Reuters, -mengutip dari surat kabar Hurriyet-, memberitakan bahwa hingga saat ini, sudah sekitar 88 tentara Turki berada di Qatar. Rencananya, selain kontingen tentara Angkatan Darat, dipertimbangkan pula bantuan kontingen Angkatan Udara ke Qatar.

Bantuan pangan

Kapal pertama yang dikirim Turki membawa empat ribu ton persediaan makanan kering, buah, dan sayuran. Kapal ini berangkat dari sebuah pelabuhan di provinsi Izmir, Turki barat, Kamis pagi (22/6). Kantor berita Turki, Anadolu menyebutkan bantuan ini diharapkan tiba di Doha dalam waktu sekitar 10 hari.

Pihak otoritas Turki menegaskan pengiriman bantuan terhadap Qatar ini tidak bermaksud untuk mengancam pihak lain dan bukan bertujuan untuk memanaskan tensi di kawasan teluk.

“Kami tidak ingin ada ketegangan dengan negara Teluk manapun, kami juga tidak ingin mereka bertengkar satu sama lain. Ini adalah pendekatan kami terhadap masalah krisis ini dari awal,” kata juru bicara Presiden Turki, Ibrahim Kalin, Kamis (22/6), di Ankara, Turki.

Menurutnya, jika ada negara Teluk yang tak setuju dengan kebijakan Turki, maka bisa dimaklumi. Namun, sebagai negara sahabat, ia mengingatkan agar negara lain juga bisa memahami kebijakan Turki yang ingin berbuat terhadap Qatar.

“Jika dua teman Anda, dua tetangga saling tidak setuju satu sama lain dan jika ada sesuatu yang dapat Anda lakukan mengenai hal ini, wajar jika kita bertindak,” tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, Turki mendukung Qatar setelah Arab Saudi, Mesir dan sejumlah negara Teluk lainnya memutuskan hubungan diplomatik, termasuk ekonomi terhadap Qatar. Alasan pemutusan hubungan dan embargo ekonomi, karena Qatar dituding mendukung aksi terorisme. Qatar telah membantah tuduhan ini, Turki pun juga turut membantahnya. (IwanY)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA

Kemendagri Dukung Ketegasan Kapolri Menjaga Netralitas Polri di Maluku

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Kementerian Dalam Negeri menyatakan mendukung ketegasan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian dalam menjaga netralitas Pilkada di Maluku. "Tentu kami 'respect' dan mendukung atas...

Bantah Karena Ketidaknetralan, Polri Enggan Jelaskan Alasan Mutasi Wakapolda Maluku

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Kadivhumas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto membantah mutasi jabatan Brigjen Pol Hasanuddin sebagai Wakapolda Maluku akibat ketidaknetralan Hasanuddin dalam mengawal pelaksanaan Pemilihan...

Hari Pertama Masuk Kerja, Wali Kota Langsa Pimpin Apel Bersama

KOTA LANGSA, SERUJI.CO.ID  - Hari pertama masuk kerja setelah libur Idul Fitri, Wali Kota Langsa Tgk. Usman Abdullah memimpin apel bersama dalam rangka halal...

Hari Pertama Masuk Kerja, 100 PNS Malah Bolos

MAKASSAR, SERUJI.CO.ID - Sebanyak 100 orang Pegawai Negeri Sipil (PNS) Lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar pada hari pertama masuk kerja setelah libur lebaran 2018 dinyatakan absen. "Dari...

Akhirnya Basarnas Temukan Pendaki Gunung Gamalama yang Hilang

TERNATE, SERUJI.CO.ID - Tim Basarnas Ternate, Maluku Utara (Malut), bersama warga Moya akhirnya berhasil menemukan seorang mahasiswi STIKIP Ternate bernama Rahmi Kadis (21 tahun) dinyatakan...