Sekjen PBB Kutuk Serangan Rudal Gerilyawan Terhadap Arab Saudi

NEW YORK, SERUJI.CO.ID – Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, Senin (26/3), dengan keras mengutuk serangan rudal pada Ahad (26/3) yang dilakukan oleh gerilyawan Yaman Al-Houthi terhadap kota besar Arab Saudi, termasuk Ibu Kotanya, Riyadh, kata wakil juru bicaranya.

“Guterres mendesak semua pihak agar mematuhi kewajiban mereka berdasarkan hukum kemanusiaan internasional guna melindungi warga sipil dan prasarana sipil dari serangan,” kata Wakil Juru Bicara Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, Farhan Haq.

Sekretaris Jenderal PBB menyerukan penahanan diri di tengah meningkatnya ketegangan dan menekankan peningkatan militer bukan penyelesaian.

BACA JUGA: Militer Arab Saudi Cegat Rudal Balistik Gerilyawan

Ia menegaskan bahwa penyelesaian politik melalui perundingan melalui dialog antar-orang Yaman yang melibatkan semua pihak adalah satu-satunya cara untuk mengakhiri konflik dan menangani krisis kemanusiaan yang terjadi.

Pernyataan pada Senin tersebut menandai ulang tahun ketiga perang saudara di Yaman. Pasukan Al-Houthi, yang setia kepada mantan presiden Ali Abdullah Saleh, berhadapan dengan pasukan yang setia kepada Pemerintah Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi, yang didukung masyarakat internasional tapi kini hidup di pengasingan.

Sitem pertahanan udara Arab Saudi, Ahad malam (25/3), mencegat rudal balistik yang ditembakkan dari Yaman oleh milisi Al-Hotuhi di wilayah udara Ibu Kota negeri itu, Riyadh, demikian laporan stasiun televisi resmi. Suara beberapa ledakan telah terdengar oleh warga lokal di Riyadh.

Satu orang tewas dan dua orang lagi cedera dalam satu serangan rudal balistik yang ditembakkan ke Riyadh, Ahad larut malam (25/3), ke Ibu Kota Arab Saudi, Riyadh, oleh milisi Syiah Yaman, Al-Houthi.

Stasiun televisi resmi Arab Saudi melaporkan gerilyawan Yaman, Al-Houthi, menembakkan dua rudal ke arah Arab Saudi pada Ahad larut malam dan sistem pertahanan Arab Saudi berhasil mencegat satu rudal di wilayah udara Riyadh, dan satu lagi di Jazan di perbatasan Arab Saudi dengan Yaman. (Ant/SU03)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Membangun Kembali Budaya Bahari

Penjajah meninggalkan perangkat pelanggengan penjajahan melalui persekolahan. Persekolahan tidak pernah dirancang untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER

Muru’ah

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Dokter Bedah Yang Ditahan Kejari Pekanbaru Ini, Gemar Ongkosi Pasien Kurang Mampu

Tak hanya memberi pengobatan gratis, ternyata selama ini drg Masrial juga banyak membantu pasien kurang mampu. Apa saja bentuk bantuan itu?

Lima Macam Riba Yang Diharamkam