Ledakan di Saint Petersburg Metro Rusia Menewaskan 11 Orang

0
63
Rangkain kereta bawah tanah St Petersburg yang mengalami serangan bom. (foto: AFP)

SAINT PETERSBURG – Telah terjadi ledakan dirangkaian kereta api di jalur kereta bawah tanah Saint Petersburg Metro, di kota Saint Petersburg. Sebelas orang tewas di lokasi kejadian dan sebanyak 45 korban lainnya mengalami luka berat hingga ringan yang segera dilarikan ke Rumah Sakit, sebagaimana diberitakan BBC.

Kepala Komite Nasional Anti-Teroris Rusia, Andrei Przhezdomsky mengatakan ledakan tersebut menghantam sebuah kereta api antara stasiun Sennaya Ploshchad dan stasiun Tekhnologichesky Institut.

Ia juga menyampaikan bahwa bahan peledak lain telah ditemukan dan saat ini telah diamankan di stasiun terdekat. Penemuan bahan peledak lain di stasiun Ploshchad Vosstaniya menunjukkan serangan itu disengaja, dan laporan mengatakan ledakan itu berasal dari sebuah tas tertinggal di kereta.

Menyikapi peristiwa tersebut, Perdana Menteri Rusian Dmitry Medvedev menyatakan bahwa ledakan tersebut adalah merupakan “serangan teroris”. Namun penyelidik dari komite anti teroris masih menyelidiki kemungkinan penyebab lainnya.

Laporan awal menyebutkan ada dua ledakan, yang pertama di stasiun Sennaya Ploshchad, kemudian di stasiun Tekhnologichesky Institut. Namun kemudian Komite Anti-Teroris Nasional Rusia memastikan bahwa ledakan hanya terjadi satu kali, yang berada diantara dua stasiun, sekitar pukul 14.30 waktu setempat (11:30 GMT), Senin (3/4).

Sementara itu Presiden Rusia Vladimir Putin yang pada saat kejadian sedang berada di kota Saint Petersburg, menegaskan bahwa segala kemungkinan penyebab ledakan sedang diselidiki, utamanya terkait serangan teroris.

Pihak berwenang Rusia sangat berhati-hati dalam memastikan pelaku serangan bom tersebut. Pernyataan sebelumnya dari Jaksa Agung bahwa itu adalah sebuah tindakan terorisme dengan cepat ditarik.

Biro keamanan FSB, sebuah badan intelejen penerus KGB era Uni Sovyet, telah memeriksa rekaman kamera keamanan dan residu bahan peledak sebagai petunjuk, serta bahan peledak kedua yang ditemukan utuh dan telah dijinakkan.

FSB memfokuskan kecurigaan mereka terhadap pelaku ledakan yang menewaskan 11 orang ini pada 2 kelompok. Pertama, kelompok ISIS yang diduga marah setelah Rusia baru-baru ini melakukan serangan udara di Suriah. Kelompok kedua yang dicurigai adalah para pejuang militan Chechnya.

EDITOR: Harun S

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA

Polres Jember Tangkap Sindikat Pencuri Gula

JEMBER, SERUJI.CO.ID - Aparat Kepolisian Resor Jember menangkap lima tersangka yang diduga sebagai pelaku sindikat pencurian gula pasir saat melakukan aksinya di sebuah gudang...
bambang soesatyo

DPR Yakin Presiden Memahami Kebutuhan Gedung Baru

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Ketua DPR Bambang Soesatyo meyakini Presiden Jokowi memahami kebutuhan DPR terkait gedung baru, meskipun kedua institusi tidak bertemu dan berbicara khusus...

Polresta Denpasar Tangkap Empat Tersangka Pengguna Narkoba

DENPASAR, SERUJI.CO.ID - Satuan Reserse Narkoba Polresta Denpasar, Bali, menangkap empat tersangka bernama Mus (36 tahun), Ang (49 tahun), Nur (27 tahun) dan WG (41...
Febri Diansyah

KPK Nyatakan Siap Bila Novanto Ajukan Banding

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah menyatakan lembaganya siap jika Setya Novanto mengajukan banding terhadap putusan pengadilan dalam perkara...
bambang soesatyo

Masyarakat Diingatkan Cermat Terhadap Produk Investasi Ilegal

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mengingatkan masyarakat untuk lebih cermat dan waspada terhadap produk investasi tanpa izin yang dapat digunakan sebagai...