Ledakan di Saint Petersburg Metro Rusia Menewaskan 11 Orang

SAINT PETERSBURG – Telah terjadi ledakan dirangkaian kereta api di jalur kereta bawah tanah Saint Petersburg Metro, di kota Saint Petersburg. Sebelas orang tewas di lokasi kejadian dan sebanyak 45 korban lainnya mengalami luka berat hingga ringan yang segera dilarikan ke Rumah Sakit, sebagaimana diberitakan BBC.

Kepala Komite Nasional Anti-Teroris Rusia, Andrei Przhezdomsky mengatakan ledakan tersebut menghantam sebuah kereta api antara stasiun Sennaya Ploshchad dan stasiun Tekhnologichesky Institut.

Ia juga menyampaikan bahwa bahan peledak lain telah ditemukan dan saat ini telah diamankan di stasiun terdekat. Penemuan bahan peledak lain di stasiun Ploshchad Vosstaniya menunjukkan serangan itu disengaja, dan laporan mengatakan ledakan itu berasal dari sebuah tas tertinggal di kereta.

Menyikapi peristiwa tersebut, Perdana Menteri Rusian Dmitry Medvedev menyatakan bahwa ledakan tersebut adalah merupakan “serangan teroris”. Namun penyelidik dari komite anti teroris masih menyelidiki kemungkinan penyebab lainnya.

Laporan awal menyebutkan ada dua ledakan, yang pertama di stasiun Sennaya Ploshchad, kemudian di stasiun Tekhnologichesky Institut. Namun kemudian Komite Anti-Teroris Nasional Rusia memastikan bahwa ledakan hanya terjadi satu kali, yang berada diantara dua stasiun, sekitar pukul 14.30 waktu setempat (11:30 GMT), Senin (3/4).

Sementara itu Presiden Rusia Vladimir Putin yang pada saat kejadian sedang berada di kota Saint Petersburg, menegaskan bahwa segala kemungkinan penyebab ledakan sedang diselidiki, utamanya terkait serangan teroris.

Pihak berwenang Rusia sangat berhati-hati dalam memastikan pelaku serangan bom tersebut. Pernyataan sebelumnya dari Jaksa Agung bahwa itu adalah sebuah tindakan terorisme dengan cepat ditarik.

Biro keamanan FSB, sebuah badan intelejen penerus KGB era Uni Sovyet, telah memeriksa rekaman kamera keamanan dan residu bahan peledak sebagai petunjuk, serta bahan peledak kedua yang ditemukan utuh dan telah dijinakkan.

FSB memfokuskan kecurigaan mereka terhadap pelaku ledakan yang menewaskan 11 orang ini pada 2 kelompok. Pertama, kelompok ISIS yang diduga marah setelah Rusia baru-baru ini melakukan serangan udara di Suriah. Kelompok kedua yang dicurigai adalah para pejuang militan Chechnya.

EDITOR: Harun S

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

NKRI Bersyariah dan Ruang Publik Inkusif

Saya sendiri berpendapat bahwa dasar negara Republik Indonesia Pancasila sudah sangat memadai sebagai kesepakatan bersama menuju tatanan bernegara yang demokratik sekaligus mewadahi religiusitas inklusif dari segenap warga negara Indonesia termasuk didalamnya mayoritas ummat Islam.

Mengarahkan Gerakan NKRI Bersyariah

Walau begitu, sekali lagi percayalah bahwa perjuangan Islam politik untuk menjadikan Indonesia sebagai negara Islam tak akan pernah mati. Ia akan terus bermetamorfosa dan tersimpan rapi dalam memori kolektif kelompok Islam politik.

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER