Ledakan di Saint Petersburg Metro Rusia Menewaskan 11 Orang

0
84
Rangkain kereta bawah tanah St Petersburg yang mengalami serangan bom. (foto: AFP)

SAINT PETERSBURG – Telah terjadi ledakan dirangkaian kereta api di jalur kereta bawah tanah Saint Petersburg Metro, di kota Saint Petersburg. Sebelas orang tewas di lokasi kejadian dan sebanyak 45 korban lainnya mengalami luka berat hingga ringan yang segera dilarikan ke Rumah Sakit, sebagaimana diberitakan BBC.

Kepala Komite Nasional Anti-Teroris Rusia, Andrei Przhezdomsky mengatakan ledakan tersebut menghantam sebuah kereta api antara stasiun Sennaya Ploshchad dan stasiun Tekhnologichesky Institut.

Ia juga menyampaikan bahwa bahan peledak lain telah ditemukan dan saat ini telah diamankan di stasiun terdekat. Penemuan bahan peledak lain di stasiun Ploshchad Vosstaniya menunjukkan serangan itu disengaja, dan laporan mengatakan ledakan itu berasal dari sebuah tas tertinggal di kereta.

Menyikapi peristiwa tersebut, Perdana Menteri Rusian Dmitry Medvedev menyatakan bahwa ledakan tersebut adalah merupakan “serangan teroris”. Namun penyelidik dari komite anti teroris masih menyelidiki kemungkinan penyebab lainnya.

Laporan awal menyebutkan ada dua ledakan, yang pertama di stasiun Sennaya Ploshchad, kemudian di stasiun Tekhnologichesky Institut. Namun kemudian Komite Anti-Teroris Nasional Rusia memastikan bahwa ledakan hanya terjadi satu kali, yang berada diantara dua stasiun, sekitar pukul 14.30 waktu setempat (11:30 GMT), Senin (3/4).

Sementara itu Presiden Rusia Vladimir Putin yang pada saat kejadian sedang berada di kota Saint Petersburg, menegaskan bahwa segala kemungkinan penyebab ledakan sedang diselidiki, utamanya terkait serangan teroris.

Pihak berwenang Rusia sangat berhati-hati dalam memastikan pelaku serangan bom tersebut. Pernyataan sebelumnya dari Jaksa Agung bahwa itu adalah sebuah tindakan terorisme dengan cepat ditarik.

Biro keamanan FSB, sebuah badan intelejen penerus KGB era Uni Sovyet, telah memeriksa rekaman kamera keamanan dan residu bahan peledak sebagai petunjuk, serta bahan peledak kedua yang ditemukan utuh dan telah dijinakkan.

FSB memfokuskan kecurigaan mereka terhadap pelaku ledakan yang menewaskan 11 orang ini pada 2 kelompok. Pertama, kelompok ISIS yang diduga marah setelah Rusia baru-baru ini melakukan serangan udara di Suriah. Kelompok kedua yang dicurigai adalah para pejuang militan Chechnya.

EDITOR: Harun S

Langganan berita lewat Telegram
loading...
Loading...
BACA JUGA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

TERBARU