Khalid Masood Teridentifikasi Sebagai Pelaku Serangan London

LONDON – Kepolisian Inggris akhirnya berhasil mengindentifikasi pelaku serangan di sekitar gedung Parlemen Inggris yang terjadi pada hari Rabu tanggal 22 Maret lalu waktu setempat. Pelaku bernama Khalid Masood, sebagaimana dilansir BBC hari ini Jumat (24/3).

Pelaku yang ditembak mati oleh Polisi Inggris setelah menikam seorang petugas dan berusaha lari memasuki halaman gedung Perlemen Inggris terlahir dengan nama Adrian Elms di daerah Kent, sebuah wilayah di tenggara Inggris.

Penyelidik kepolisian mengatakan, Masood tidak dalam pengawasan pihak keamanan. Pihak Intelejen tidak memiliki dugaan Masood akan melakukan serangan. Namun polisi memiliki catatan pelanggaran Masood sebelumnya, pernah melakukan kriminal yang menyebabkan luka berat pada korban, kepemilikan senjata, dan melanggar ketertiban umum.

Polisi meyakini Masood tinggal di West Midlands sebelum melakukan serangan London. Ia juga diduga tinggal berpindah-pindah di kota Crawley, West Sussex, dan di kota Rye dan Eastbourne, keduanya di wilayah East Sussex.

Sebagaimana diketahui, pada hari Rabu 22 Maret lalu, sebuah mobil melaju kencang di jembatan Westminster dan menabrak sejumlah pejalan kaki. Mobil terus melaju dan kemudian menabrak trotoar dan pagar dekat gedung Parlemen Inggris. Pelaku yang kemudian diidentifikasi sebagai Masood menyerang seorang petugas dan menikamnya hingga tewas. Pelaku akhirnya dilumpuhkan dan tewas setelah ditembak oleh Polisi saat lari menerobos halaman gedung Parlemen Inggris.

Korban serangan London ini adalah seorang petugas Polisi bernama Keith Palmer usia 48 tahun, dan tiga orang pejalan kaki di jembatan Westminster; Aysha Frade dan wisatawan AS berjnama Kurt Cochran, serta seorang pria tua berumur 75 tahun.

Polisi Inggris terus mengembangkan penyelidikan atas kasus serangan tersebut. Beberapa orang telah ditanggap karena diduga sebagai jaringan yang ikut terlibat dalam serangan di pusat kota London tersebut.

EDITOR: Harun S

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER