Korea Utara Makin Yakin Lakukan Uji Coba Nuklir Setelah Serangan AS ke Suriah

JAKARTA – Korea Utara mengatakan serangan rudal AS terhadap Suriah yang terjadi pada Jumat lalu, telah ‘membuktikan satu juta kali’ bahwa langkah mereka untuk memperkuat program nuklirnya sudah tepat.

Media pemerintah Korut, mengutip seorang juru bicara pemerintah yang tidak disebutkan namanya menyebut bahwa serangan Jumat terhadap Suriah itu merupakan “aksi agresi yang tak bisa ditoleransi terhadap sebuah negara yang berdaulat”. sebagaimana dilansir BBC.

“Serangan rudal AS terhadap Suriah adalah tindakan agresi terang-terangan dan tak bisa dibiarkan terhadap suatu negara yang berdaulat, dan kami sangat mengutuk itu,” kata seorang pejabat pemerintah di Korea Utara seperti dikutip oleh kantor berita KCNA,  sebagaimana dilansir BBC.

Pejabat tersebut mengatakan serangan AS itu makin meyakinkan Korea Utara bahwa kekuatan harus dilawan dengan kekuatan. “Itu membuktikan satu juta kali lebih bahwa keputusan kita untuk memperkuat kemampuan nuklir penangkal (serangan) kita merupakan pilihan yang tepat,” tegasnya.

“Hanya kekuatan militer kita sendiri yang akan melindungi kita dari agresi imperialis.”

“Kita akan terus memperkuat kekuatan militer pertahanan diri kita dengan berbagai cara untuk menanggapi terus intensifnya tindakan agresi AS,” tandasnya pula.

Sebagaimana diketahui dalam sebuah resolusi PBB, Korea Utara dilarang melakukan uji coba rudal atau nuklir, namun Korea Utara tetap melakukannya.

Hingga saat ini Korea Utara telah berhasil melakukan uji coba bom nuklir dengan kekuatan yang makin tinggi, dan mengaku telah mampu membuat hulu ledak cukup kecil untuk dipasang pada rudal, walau banyak pakar meragukan klaim tersebut.

 

EDITOR: Harun S

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER