Hari Ini, Jembatan Atas Laut Terpanjang di Dunia Diresmikan

0
71
  • 2
    Shares
Jembatan atas laut terpanjang
Jembatan atas laut yang menghubungkan Hongkong-Macau-Zhuhai (Ghuangdong). (foto:istimewa)

BEIJING, SERUJI.CO.ID – Jembatan sepanjang 55 kilometer yang menghubungkan Zhuhai di Provinsi Ghuangdong menuju Makau, dan berakhir di Hong Kong (HZMB), mulai dibuka untuk umum setelah diresmikan oleh Presiden China Xi Jinping, Selasa (23/10).

Presiden Xi bersama para pejabat Pemerintah Provinsi Guangdong, Kepala Pemerintah Daerah Khusus Hong Kong Carrie Lam, dan Pemerintah Daerah Khusus Makau membuka jembatan tersebut dari gedung pemeriksaan penumpang terpadu di Zhuhai, Provinsi Guangdong, menurut laporan media setempat.

Teknisi dan karyawan yang mewakili 50 ribu pekerja konstruksi dari China, Makau, dan Hong Kong, termasuk perancang hadir dalam peresmian tersebut. Juga hadir operator dari ketiga kota, para petugas imigrasi dan bea cukai terpadu HZMB.

Loading...

Baca juga: Jembatan Layang Pertama di Sulteng Selesai 2019

Perpaduan jembatan, terowongan, dan pulau buatan yang totalnya mencapai 55 kilometer itu diklaim oleh media China dan Hong Kong sebagai terpanjang di dunia. Rentang jembatan di atas laut itu juga menghubungkan tepi barat dan timur Sungai Mutiara.

Studi kelayakan jembatan tersebut memakan waktu selama lima tahun dan konstruksinya membutuhkan waktu sembilan tahun. Jembatan mampu menghubungkan secara fisik penduduk Hong Kong, Makau, dan Provinsi Guangdong dalam waktu kurang dari satu jam.

HZMB diharapkan bisa memperkuat relasi perdagangan, keuangan, logistik, dan pariwisata di ketiga wilayah, demikian dilaporkan China Daily. Pembangunan konstruksi jembatan dimulai pada 2009 dan semula akan dibuka pada 2016.

Kritikus menjuluki jembatan itu sebagai “gajah putih” dan “proyek penuh darah dan keringat” karena telah menewaskan sembilan pekerja dan melukai 400 lainnya selama tahap konstruksi di bagian Hong Kong, menurut South China Morning Post.

Baca juga: Nilai China Sangat Penting Bagi Indonesia, Bagini Kata Prabowo

Namun, serikat pekerja konstruksi menganggap jumlah korban lebih banyak daripada data yang dilansir pemerintah tersebut.

Hasil studi kelayakan 2008 menyebutkan bahwa pada 2030 jembatan itu akan dilalui 33.100 kendaraan dan 171.800 penumpang. Perkiraan tersebut lebih rendah menjadi 29.100 kendaraan dan 126.000 penumpang sesuai studi kelayakan pada 2016. (Ant/SU01)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN

TERBARU